• BERANDA
  • TENTANG
    • Profil
    • Visi Misi Pusat Jurnal Ilmiah Internasional
    • Tugas Pokok dan Fungsi
    • Struktur Organisasi
  • BERITA KEGIATAN
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • Layanan Aplikasi
      • Webmail Sign In
      • Penjaminan Mutu UMA
      • Himpunan Aplikasi Online
      • Jurnal Ilmiah Dosen UMA
      • Jurnal Ilmiah Mahasiswa UMA
      • Repository UMA
      • Open Access Public Catalog
    • ARSIP digital
      • Daftar Nama Sitasi Dosen
  • Help Desk
  • Artikel
Pusat Jurnal Ilmiah Universitas Medan Area - Pusat Jurnal Ilmiah Terbaik di Sumatera Utara
    • BERANDA
    • TENTANG
      • Profil
      • Visi Misi Pusat Jurnal Ilmiah Internasional
      • Tugas Pokok dan Fungsi
      • Struktur Organisasi
    • BERITA KEGIATAN
    • LAYANAN DAN INFORMASI
      • Layanan Aplikasi
        • Webmail Sign In
        • Penjaminan Mutu UMA
        • Himpunan Aplikasi Online
        • Jurnal Ilmiah Dosen UMA
        • Jurnal Ilmiah Mahasiswa UMA
        • Repository UMA
        • Open Access Public Catalog
      • ARSIP digital
        • Daftar Nama Sitasi Dosen
    • Help Desk
    • Artikel

    News

    • Home
    • Blog
    • News
    • Sejarah Jurnalistik di Indonesia

    Sejarah Jurnalistik di Indonesia

    • Date November 8, 2021

    Pengertian Jurnalistik
    Sebelum membahas mengenai sejarah jurnalistik, pertama-tama kita perlu mengetahui pengertian dan makna asal istilah jurnalistik itu sendiri. Jurnalistik berasal dari bahasa Inggris journal yang berarti catatan mengenai aktivitas dan kejadian sehari-hari, yg kemudian diartikan lebih spesifik menjadi catatan harian atau surat liputan. di Indonesia sendiri, jurnalistik awalnya dianggap sebagai publisistik yang berarti juga coretan pertama pada sejarah.
    Jurnalistik memiliki dasar aktivitas yaitu meliput, mengolah, serta menyajikan informasi yang terjadi sesungguhnya pada rakyat menjadi representasi realita yang kemudian disajikan dalam bentuk berita kepada publik.
    pada proses peliputan dan pengumpulan informasi, para jurnalis memakai prinsip 5W1H yg terdiri asal who, what, when, where, why, dan how; serta ditambah menggunakan korelasi kepentingan serta dampak asal insiden yang sedang terjadi atau menjadi tren modern.

    Sejarah Jurnalistik Indonesia
    sehabis memahami sejarah jurnalistik global secara global, selanjutnya kita akan membahas tentang sejarah jurnalistik pada Indonesia. dunia jurnalistik memang mengalami perkembangan bersama jatuh bangunnya di Indonesia, namun tidak membuatnya terhambat buat berkembang seperti sekarang ini. sesuai sejarahnya, dunia jurnalistik Indonesia dibagi menjadi 3 golongan masa:
    Jurnalistik Kolonial, yaitu jurnalistik yg dibangun oleh orang Belanda pada abad ke-18 yang ditandai dengan munculnya surat berita berbahasa Belanda yang bernama Bataviasche Nouvellesd.
    Jurnalistik China, yaitu jurnalistik yang dirancang sang orang berketurunan Tionghoa di Indonesia menggunakan menerbitkan surat warta menjadi media penghubung dan pemersatu kaum Tionghoa Indonesia.
    Jurnalistik Nasional, yaitu jurnalistik yg didesain oleh anak bangsa orisinil Indonesia menjadi media perjuangan dan alat konvoi kemerdekaan di abad ke-20. Kemunculannya ditandai menggunakan ikatan jurnalis yang dinamakan Medan Priayi dengan dipimpin sang Tirto Hadisuryo atau yang lebih dikenal menjadi Raden Djikomono.
    komunikasi antar budaya
    Sedangkan Jika mempelajari sejarah jurnalistik di Indonesia sesuai perkembangannya, kita akan melihat bahwa jurnalistik Indonesia terbagi ke pada 6 masa. Berikut ialah masa-masa yang sangat penting dalam perkembangan jurnalistik pada Indonesia:

    A. Masa Pendudukan Belanda
    Sejarah jurnalistik di Indonesia dimulai saat Belanda menjajah Indonesia. Jurnalistik di masa pendudukan Belanda ditandai menggunakan diterbitkannya surat keterangan Memories der Nouvelles di tahun 1615 sang Gubernur Jenderal VOC Jan Pieterzoon Coen. Surat berita ini awalnya masih ditulis tangan hingga di tahun 1688 pemerintah Hindia Belanda mempunyai mesin cetak yg dikirim dari negeri Belanda dan akhirnya dapat membentuk surat fakta menggunakan cetakan pertama. Isi surat warta cetakan pertama ini diantaranya ketentuan serta perjanjian yang dibuat antara Belanda menggunakan Sultan Makassar di waktu itu.

    selesainya muncul surat keterangan pertama tersebut, perlahan-lahan bermunculan jua surat informasi lain yg diterbitkan sang warga pribumi serta turunan etnik Tionghoa. Surat liputan baru tadi diterbitkan oleh berbagai kalangan rakyat ketika itu dalam banyak sekali bahasa. seperti Bahasa Belanda, Bahasa Cina, Bahasa Jawa, dan bahasa daerah lainnya.
    kemudian, perkembangan dunia jurnalistik serta surat fakta di Indonesia pada masa itu terus menanjak hingga dicatat ada kurang lebih 30 surat keterangan berbahasa Belanda, 27 surat liputan berbahasa Indonesia, dan satu surat kabar berbahasa Jawa di pertengahan abad ke-19.

    B. Masa Pendudukan Jepang
    sesudah masa pendudukan di Indonesia berganti oleh pendudukan Jepang, global jurnalistik Indonesia mengalami perubahan besar -besaran dimana semua surat kabar dipaksa bergabung menjadi satu dan isinya diadaptasi menggunakan rencana serta tujuan Jepang dalam Dai Toa Senso atau Perang Asia Timur Raya. Dikutip berasal bebagai data peninggalan sejarah di Indonesia, perkembangan jurnalistik pada masa pendudukan mengalami kesulitan. Dimana, kebebasan pers sangat dibatasi serta tentunya ditekan buat mengikuti kepentingan pemerintahan Jepang di saat itu. Hal itu mampu dibuktikan waktu isu surat kabar yg seharusnya merupakan representasi kenyataan menjadi tulisan yang diatur dengan tujuan pro pemerintahan Jepang semata.

    C. Masa Pasca Kemerdekaan / Pemerintahan Presiden Soekarno
    dari masa perjuangan meraih kemerdekaan sampai pasca kemerdekaan, surat fakta poly dipergunakan menjadi wahana memompakan semangat juang kepada para pejuang untuk tetap bersemangat melawan para penjajah. pada masa awal kemerdekaan, syarat Indonesia masih terbilang rapuh dan terancam kedaulatannya asal berbagai pihak yg ingin merebut negeri ini. Di masa itu lah surat kabar mempunyai peranan krusial sebagai wahana penguatan rakyat negara Indonesia serta menjadi perlindungan berasal hasutan yg disebarkan Belanda melalui media massa mereka. (Baca pula: Pola Komunikasi Organisasi) namun sayangnya sehabis kedudukan Indonesia telah semakin kuat menggunakan dibubarkannya RIS (Republik Indonesia serikat) serta diakuinya kedaulatan Indonesia menjadi Republik Kesatuan berdasarkan UUDS, peranan jurnalistik mulai tergoyahkan. Surat berita justru mulai dipergunakan sebagai indera manuver politik yang bertujuan mengguncang bahkan menyerang lawan politik supaya menerima kekuasaan pada pemerintahan Indonesia yang baru. (baca: komunikasi massa)

    banyak surat berita yang dibredel sebab diklaim melawan pemerintah waktu itu, serta tidak sedikit juga wartawan yang ditangkap sebab disebut mengancam pemerintahan padahal mereka hanya menyuarakan kebenaran.Saking memburuknya kondisi jurnalistik dan pers di Indonesia, lepas 1 Oktober 1958 diklaim menjadi tanggal matinya kebebasan pers pada Indonesia menggunakan makin banyaknya surat kabar yang dipaksa tutup dan wartawan ditangkapi. Terlebih lagi, Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden pada lepas lima Juli 1959 yang semakin mempersempit ruang gerak dan kebebasan pers di negara kita. (Teori Komunikasi Politik) Seolah tidak cukup, beberapa bulan setelahnya, Departemen penjelasan mengumumkan peraturan baru yang mewajibkan media massa yaitu surat warta serta majalah haruslah didukung sang minimal satu partai politik atau 3 organisasi massa. Akibatnya, surat berita tidak terdapat yang bersifat netral mirip seharusnya media massa dan semuanya memiliki corak masing-masing tergantung kebutuhan organisasi. (Baca pula: Sosiologi Komunikasi)

    D. Masa Pemerintahan Presiden Soeharto
    Masa ini diklaim juga masa demokrasi liberal yang berpengaruh pada kebebasan pers serta global jurnalistik pada Indonesia, dimana setiap orang selama mempunyai kapital diperbolehkan menerbitkan media massa berupa surat warta atau majalah tanpa memerlukan ratifikasi pihak manapun. menggunakan begitu, masyarakat Indonesia terutama kalangan wartawan lebih bebas pada menyuarakan pendapat serta pemikiran mereka tanpa risi akan ditangkapi mirip sebelumnya. Namun justru sebab itu, setiap surat keterangan dan majalah berlomba buat menerbitkan tulisan sebesar-banyaknya dengan agak sedikit mengesampingkan mutu dan kualitas media pada ketika itu. sehingga tidak banyak media yang bermutu rupawan dikarenakan minimnya peralatan mencetak serta lain sebagainya. Bahkan orang lebih memilih koran bekas RDV (Dinas penjelasan Belanda) daripada koran baru di waktu itu. Selain itu, ada juga permasalah baru yaitu munculnya media yg berisi konten pornografi yang bebas disebarluaskan sebab tidak adanya restriksi tentang hal itu.

    Sebab keadaan semakin memburuk, mirip terjadinya perang pena dan rekaan dimana-mana, pemerintah pun membuat peraturan yg berkaitan menggunakan dunia jurnalistik agar bisa sinkron menggunakan dasar negara yaitu Pancasila serta UUD 1945.
    kemudian, pemerintah mengeluarkan ketetapan MPRS No. XXXII/MPRS/1966 di lepas 6 Juli 1966 yg disambut oleh kalangan wartawan dengan Deklarasi Wartawan Indonesia akibat berasal konfrensi kerja PWI pada Jawa Timur. pada hal ini, global jurnalistik berikut pers diharapkan dapat bersama-sama menggunakan pemerintah membangun pers nasional menjadi lebih baik serta sehat.

    E. Masa Reformasi
    Perkembangan jurnalistik di masa reformasi ditandai menggunakan kebebasan pers yg membolehkan surat informasi dan majalah terus berjalan tanpa adanya pembaharuan izin sebab SIUPP sudah dihapuskan. Jurnalistik Indonesia pun berkembang pesat dan dapat meliputi berbagai kalangan warga sebab semua lapisan warga bisa membentuk media massa. Hal ini terlihat dari berkembang pesatnya jurnalistik baik cetak, elektronik, digital, dan internet. berbagai media televisi dengan salurannya masing – masing, siang malam menghiasi layar televisi. lalu, eksistensi radio dan majalah yg pula berkembang pesat seiring perkembangan zaman. tak luput menggunakan eksistensi teknologi, yang memungkinkan kita mengakses internet lebih cepat baik melalui personal komputer juga menggunakan smartphone yang semakin merajalela. Keberadaannya bisa menjangkau hingga pelosok daerah.

    oleh karena itu, pemberitaan semakin cepat beredar dan meluas. sebagai akibatnya warga di wilayah pedesaan pun mampu mengetahui aneka macam peristiwa yang terjadi pada perkotaan, pun kebalikannya. pada sisi lain, pada praktiknya memang terdapat media yang tidak melakukan tanggung jawabnya dengan sahih, namun sebagaian besar tetap berpedoman di UU Pers yang diakui bersama pada global jurnalistik.

    • Share:

    Artikel Sebelumnya

    DAMPAK GLOBALISASI DALAM DUNIA PENDIDIKAN
    November 8, 2021

    Artikel Selanjutnya

    Perkembangan E-Commerce di Indonesia
    November 9, 2021

    Leave A Reply

    You must be logged in to post a comment.

    KAITAN UMA

    Penjaminan Mutu Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Himpunan Aplikasi Online Universitas Medan area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Jurnal Imiah Dosen Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Database Jurnal Mahasiswa Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Repository Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    OPAC (Open Access Public Catalog) Digital library Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.

    INSTAGRAM PJII UMA

    MEDIA KAMPUS

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. Green Metric

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. Green Metric

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. PTS-Sehat

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. PTS-Sehat

    logo-lke-uma

    0811-6121-412

    [email protected]

    Kampus I

    Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
    (061) 7360168. CALL CENTER : 0811-6013-888 Whatsapp
    Fax : (061) 7368012
    [email protected]

    Kampus II

    Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
    (061) 42402994
    Fax : (061) 8226331
    [email protected]

    © Copyright 2026 Pusat Jurnal Ilmiah Internasional | Universitas Medan Area.

    Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2025/2026