• BERANDA
  • TENTANG
    • Profil
    • Visi Misi Pusat Jurnal Ilmiah Internasional
    • Tugas Pokok dan Fungsi
    • Struktur Organisasi
  • BERITA KEGIATAN
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • Layanan Aplikasi
      • Webmail Sign In
      • Penjaminan Mutu UMA
      • Himpunan Aplikasi Online
      • Jurnal Ilmiah Dosen UMA
      • Jurnal Ilmiah Mahasiswa UMA
      • Repository UMA
      • Open Access Public Catalog
    • ARSIP digital
      • Daftar Nama Sitasi Dosen
  • Help Desk
  • Artikel
Pusat Jurnal Ilmiah Universitas Medan Area - Pusat Jurnal Ilmiah Terbaik di Sumatera Utara
    • BERANDA
    • TENTANG
      • Profil
      • Visi Misi Pusat Jurnal Ilmiah Internasional
      • Tugas Pokok dan Fungsi
      • Struktur Organisasi
    • BERITA KEGIATAN
    • LAYANAN DAN INFORMASI
      • Layanan Aplikasi
        • Webmail Sign In
        • Penjaminan Mutu UMA
        • Himpunan Aplikasi Online
        • Jurnal Ilmiah Dosen UMA
        • Jurnal Ilmiah Mahasiswa UMA
        • Repository UMA
        • Open Access Public Catalog
      • ARSIP digital
        • Daftar Nama Sitasi Dosen
    • Help Desk
    • Artikel

    News

    • Home
    • Blog
    • News
    • Apa Itu Psikotropika? Kenali Golongan dan Dampaknya

    Apa Itu Psikotropika? Kenali Golongan dan Dampaknya

    • Date July 12, 2022

    Psikotropika adalah zat ataupun obat yang dapat memicu halusinasi, ilusi, gangguan berpikir, perubahan perasaan secara tiba-tiba, hingga kecanduan pada penggunanya.

    Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan psikotropika? Penggunaannya sering kali disalahgunakan sehingga bisa menyebabkan efek kecanduan bahkan kematian. Penyalahgunaan obat-obatan tersebut juga dapat membuat Anda terancam hukuman penjara. Supaya tidak keliru, simak penjelasan berikut ini.

    Apa itu psikotropika?

    Pengertian psikotropika adalah zat ataupun obat yang dapat memicu halusinasi, ilusi, gangguan berpikir, perubahan perasaan secara tiba-tiba, hingga kecanduan pada penggunanya. Obat ini bekerja dengan cara menurunkan fungsi otak dan merangsang susunan saraf pusat.

    Jika digunakan dalam dosis yang tepat, psikotropika dapat membantu mengatasi beragam kondisi atau masalah kesehatan. Namun, karena risiko konsumsi dan efek samping yang cukup besar, obat ini tidak dapat dibeli secara bebas dan harus menggunakan resep dokter.

    Psikotropika biasanya digunakan untuk mengobati kondisi yang berkaitan dengan kejiwaan. Sayangnya, tidak sedikit pengguna yang mengonsumsi obat-obatan tersebut tanpa izin dokter.

    Perasaan senang dan ketenangan yang muncul sebagai efeknya sering kali disalahgunakan. Padahal hal tersebut bisa menyebabkan kecanduan, ketergantungan, bahkan kematian jika sudah parah.

    Golongan obat psikotropika

    Di Indonesia, obat psikotropika dibagi menjadi empat golongan. Masing-masing golongan memiliki ciri khas dan jenis-jenisnya sendiri.

    Jenis obat yang masuk ke setiap golongan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia terbaru yaitu Nomor 23 tahun 2020 tentang Penetapan dan Perubahan Penggolongan Psikotropika.

    Berikut adalah penjelasan dari jenis-jenis psikotropika yang perlu Anda ketahui.

    1. Psikotropika golongan 1

    Obat yang masuk sebagai psikotropika golongan 1 memiliki kemungkinan tinggi menyebabkan kecanduan.

    Selain itu, obat yang masuk ke dalam golongan ini termasuk sebagai obat-obatan terlarang yang penyalahgunaannya akan dijerat sanksi hukum.

    Psikotropika golongan 1 bukanlah obat yang digunakan untuk pengobatan, melainkan murni obat terlarang dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian.

    Penyalahgunaannya bisa menyebabkan halusinasi dan membuat perasaan berubah secara drastis. Jika kecanduan yang terjadi sudah tergolong parah, maka penggunaan obat ini bisa mengarah pada kematian.

    Contoh psikotropika golongan I adalah:

    • Deskloroketamin dan semua isomer serta bentuk stereo kimianya
    • 2F-deskloroketamin.

    Nama populer yang digunakan untuk menyebut obat-obatan golongan ini, antara lain ekstasi, DOM, dan LSD.

    2. Psikotropika golongan 2

    Obat atau zat psikotropika golongan 2 juga bisa memicu kecanduan, tapi tidak separah golongan I.

    Golongan obat ini dapat digunakan untuk pengobatan, tetapi hanya dengan pengawasan ketat dokter.

    Contoh psikotropika golongan 2 adalah amineptina, metilfenidat, sekobarbital, etilfenidat, etizolam, dan diclazepam.

    3. Psikotropika golongan III

    Psikotropika golongan 3 bisa menimbulkan kecanduan tingkat sedang, di bawah golongan 1 dan 2. Obat ini sering digunakan dalam dunia medis untuk mengobati berbagai penyakit.

    Jika digunakan tidak sesuai dengan dosis yang tepat, obat golongan ini juga bisa menyebabkan kerja sistem di tubuh menurun drastis. Bahkan pada kondisi penyalahgunaan yang parah, bisa menyebabkan kematian.

    Contoh obat psikotropika golongan 3 adalah amobarbital, butalbital, flunitrazepam, glutetimida, katina, pentazosina, pentobarbital, dan siklobarbital.

    4. Psikotropika golongan 4

    Psikotropika golongan 4 memiliki risiko kecanduan paling rendah dibandingkan dengan golongan lainnya. Meski begitu, bukan berarti obat ini aman untuk digunakan sembarangan. Anda tetap memerlukan resep dari dokter karena dosisnya harus diatur dengan ketat.

    Ada 62 jenis obat dan zat yang masuk dalam golongan ini. Beberapa contoh psikotropika golongan 4 adalah diazepam, lorazepam, alprazolam, klobazam, ketazolam, fenobarbital, etil amfetamina, metiprilon, dan nitrazepam.

    Dampak penyalahgunaan psikotropika

    Sama seperti obat-obatan yang ada, obat golongan psikotropika juga bisa menyebabkan efek samping.

    Berikut adalah dampak psikotropika yang dapat terjadi:

    • Gangguan jantung
    • Pusing
    • Teler atau tidak sadarkan diri dan sering mengantuk
    • Perubahan nafsu makan
    • Lemas
    • Gangguan fungsi seksual
    • Gangguan tidur
    • Kenaikan berat badan

    Dalam dosis yang tepat, obat golongan ini dapat mengatur emosi dan suasana hati. Namun, dampak yang dihasilkan bisa menjadi sebaliknya jika digunakan secara berlebihan.

    Misalnya, orang yang sudah kecanduan akan kesulitan untuk menangis meski perasaannya sedang benar-benar sedih.

    Selain itu, penyalahgunaan obat-obatan psikotropika dapat menimbulkan:

    • Halusinogen

    Pemakai dapat mengalami perubahan persepsi dan merasakan halusinasi yang berlebihan. Hal ini bisa memicu mereka melakukan hal yang berbahaya tanpa disadari, misalnya melompat dari gedung tinggi.

    • Stimulan

    Psikotropika juga dapat bekerja sebagai stimulan, yang jika digunakan secara berlebihan, akan mengganggu kerja organ menjadi lebih berat.

    Orang yang kecanduan akan merasa lemas apabila belum mengonsumsi obat tersebut sehingga rantai candu sulit diputus.

    • Depresan

    Berfungsi sebagai obat antidepresan, efek tenang yang dihasilkan psikotropika bisa membuat penggunanya tidur lebih nyenyak.

    Namun, jika dipakai berlebihan, bukan tidak mungkin penggunanya akan tidur terus-menerus hingga sulit bangun alias tidak sadarkan diri.

    Oleh sebab itu, bahaya psikotropika ini harus dihindari.

    • Share:

    Artikel Sebelumnya

    Manfaat Kulit Jeruk yang Belum Banyak Diketahui
    July 12, 2022

    Artikel Selanjutnya

    Manfaat Bermain Sepak Bola untuk Kesehatan Diri
    July 13, 2022

    KAITAN UMA

    Penjaminan Mutu Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Himpunan Aplikasi Online Universitas Medan area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Jurnal Imiah Dosen Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Database Jurnal Mahasiswa Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Repository Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    OPAC (Open Access Public Catalog) Digital library Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.

    INSTAGRAM PJII UMA

    MEDIA KAMPUS

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. Green Metric

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. Green Metric

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. PTS-Sehat

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. PTS-Sehat

    logo-lke-uma

    0811-6121-412

    [email protected]

    Kampus I

    Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
    (061) 7360168. CALL CENTER : 0811-6013-888 Whatsapp
    Fax : (061) 7368012
    [email protected]

    Kampus II

    Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
    (061) 42402994
    Fax : (061) 8226331
    [email protected]

    © Copyright 2026 Pusat Jurnal Ilmiah Internasional | Universitas Medan Area.

    Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2025/2026