Apa itu Mental Breakdown?
Mental breakdown adalah kondisi stres berat yang membuat seseorang kesulitan menjalankan aktivitas seperti biasa. Orang yang mengalami kondisi ini akan sulit bekerja serta mengubah pola makan maupun pola tidurnya secara drastis.Pernah dengar istilah mental breakdown? Ini adalah salah satu gangguan jiwa terberat yang bisa dialami seseorang. Saat mengalami mental breakdown, seseorang akan kesulitan untuk berfungsi atau menjalani kehidupannya sehari-hari. Berikut penjelasannya.
Mental breakdown adalah kondisi stres berat yang menimpa seseorang hingga ia tidak bisa menjalankan fungsi normalnya sebagai manusia. Istilah ini sendiri sebenarnya sudah tidak lagi digunakan di dunia medis, karena dirasa kurang spesifik.
Dulu, istilah mental breakdown memang digunakan untuk menggambarkan serangkaian penyakit mental, seperti depresi, gangguan kecemasan, atau stres akut. Namun sekarang, istilah ini lebih sering digunakan secara awam untuk menggambarkan kondisi seseorang yang sedang merasakan gejala stres secara intens hingga tidak bisa berfungsi dengan baik.
Ciri-ciri mental breakdown
Mengingat mental breakdown bukanlah bagian dari penyakit mental yang spesifik, orang yang mengalaminya pun biasanya tidak memiliki gejala yang terlalu spesifik, selain kesulitan untuk berkegiatan sehari-hari.
Meski begitu, beberapa kondisi di bawah ini pun dapat dilihat sebagai tanda seseorang sedang mengalami kondisi yang juga dikenal dengan nervous breakdown:
1. Mengalami gejala gangguan kecemasan dan depresi
Orang yang mengalami mental breakdown, biasanya tidak akan terlihat jauh berbeda dengan penderita gangguan kecemasan atau depresi. Saat hal ini terjadi, Anda mungkin akan merasa ingin terus menangis atau bahkan menangis secara tiba-tiba tanpa pemicu yang jelas dan tidak bisa berhenti.
Beberapa orang lainnya juga dapat merasakan rasa percaya dirinya turun drastis dan merasa dirinya tidak berharga. Mengalami kondisi ini, rupanya juga memicu penderitanya merasa bersalah terhadap segala hal yang terjadi di hidupnya.
2. Tidur terus-menerus atau sama sekali tidak tidur
Perubahan pola tidur yang drastis juga perlu diperhatikan sebagai ciri mental breakdown. Orang yang sedang mengalami mental breakdown, bisa saja tidur terus-menerus, hingga tidak ingin masuk kerja atau sekolah.
Sebaliknya, kondisi yang sama juga bisa menyebabkan insomnia. Mereka akan kesulitan untuk tidur. Sebab, otak mereka tidak bisa rileks dan terus-menerus memikirkan masalah yang sedang dialami, tanpa mendapatkan solusi.
3. Selalu merasa lelah
Lelah yang dimaksud di sini tentu bukanlah rasa lelah biasa yang bisa terjadi pada setiap orang. Rasa lelah yang terjadi saat mental breakdown, biasanya terasa sangat berat dan membuat Anda benar-benar tidak bisa beraktivitas seperti biasa.
Bahkan, hal yang biasanya Anda anggap menyenangkan, akan terasa melelahkan saat dilakukan sehingga kehilangan daya tariknya. Contohnya adalah seks. Seperti yang kita tahu, stres bisa membuat seseorang kehilangan gairahnya.
4. Perubahan nafsu makan yang drastis
Sama seperti perubahan pola tidur, perubahan pola makan secara drastis juga bisa terjadi pada orang yang sedang mengalami mental breakdown. Nafsu makan bisa menurun secara drastis atau sebaliknya meningkat begitu tajam.
5. Merasakan sakit secara fisik
Pada kondisi mental breakdown, meski gangguan di tubuh Anda berasal dari psikis, tapi hal ini bisa menyebabkan gangguan fisik dan memicu berbagai penyakit, seperti sakit kepala dan sakit perut. Sakit fisik ini biasanya akan datang secara tiba-tiba dan tidak diketahui asal muasalnya.
Selain sakit kepala atau sakit perut, stres dan kecemasan juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Kondisi ini bisa menyebabkan perut kram, kembung, sembelit, dan diare.
Tak hanya itu, bagi orang yang memiliki kondisi sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome, kondisi stres bisa memicu kekambuhan dan menimbulkan ketidaknyamanan pada saluran cerna. Jika kondisi ini terjadi secara tiba-bisa, bisa menjadi tanda Anda mengalami mental breakdown.
6. Sulit fokus
Saat mengalami mental breakdown, Anda akan terlihat linglung dan sulit fokus. Seolah-olah, otak sedang berkabut dan tidak dapat berpikir jernih. Pada kasus yang parah, mental breakdown juga bisa menyebabkan disorientasi dan bahkan hilang ingatan sementara.
7. Sesak napas
Sesak napas adalah ciri dari banyak gangguan mental, terutama gangguan kecemasan. Selain sesak, napas yang tersengal-sengal secara tiba-tiba juga bisa menandakan Anda sedang mengalami mental breakdown.
Selain ketujuh ciri di atas, beberapa kondisi di bawah ini juga bisa dirasakan orang yang sedang mengalami mental breakdown, yaitu:
- Menarik diri dari pergaulan secara tiba-tiba akibat tidak adanya motivasi dan minat dalam berbagai hal
- Terus-menerus tidak masuk kerja, kuliah, atau sekolah
- Kebersihan diri tidak terjaga, entah karena lupa atau memang terlalu lemah dan malas untuk bergerak
- Berbicara atau bergerak lebih lambat dari biasanya
- Sering mengalami mimpi buruk atau flashback ke kejadian-kejadian buruk di masa lampau
- Mengalami gejala seperti jantung berdebar kencang, berkeringat, dan mulut kering meski tidak ada ancaman apa pun di sekitarnya
Pada kondisi mental breakdown yang parah dan tidak segera teratasi, juga bisa muncul gejala psikosis, seperti halusinasi, delusi, hingga paranoid.

