PKM Dosen UMA: Meningkatkan Kompetensi Komunikasi Karyawan Treat Coffee Medan

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) merupakan salah satu tri dharma perguruan tinggi yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dari akademisi kepada masyarakat. Salah satu bentuk PkM yang dilakukan oleh dosen dari Universitas Medan Area (UMA) adalah pelatihan skill komunikasi kepada karyawan Treat Coffee Medan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi karyawan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan.
Dosen Universitas Medan Area (UMA) melatih skill komunikasi para karyawan Treat Coffe di Medan, Sabtu (15/6). Tim pengabdian kepada masyarakat diketuai Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UMA Agnita Yolanda, B.Comm., M.Sc beranggotakan dosen Prodi Administrasi Publik Khairunnisah Lubis,S.IPol, M.I.Pol dan dosen Prodi Teknik UMA Indra Hermawan, ST., MT bersama dosen UMSU Dr Sylvia Vianti Ranita serta dosen STIM Sukma Medan Jihan Sulaiman, M.Psi.
Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan sharing session kepada manager dan karyawan pada Treat Coffee Medan yang beralamat di Jalan Waringin yang telah beroperasi sekitar dua tahun ini. Salah satu materi yang diberikan yaitu “Efektivitas Komunikasi”.
“Kegiatan dilakukan bertujuan untuk memberikan skill komunikasi yang efektif kepada karyawan agar mampu memberikan pelayan yang baik kepada konsumen ditengah ramainya persaingan bisnis,” kata Agnita di Meda.Dia menguraikan, menurut Thomas Leech, untuk membangun komunikasi yang efektif, setidaknya kita harus menguasai empat keterampilan dasar dalam komunikasi yaitu membaca-menulis (bahasa tulisan) dan mendengar berbicara (bahasa lisan).
“Terdapat lima aspek dalam membangun komunikasi efektif yaitu kejelasan informasi sehingga mudah diterima dan dipahami oleh komunikan, ketepatan bahasa dan kebenaran informasi, konten pesan yang disampaikan sesuai dengan keadaan dimana komunikasi terjadi, bahasa dan informasi disusun dengan alur yang jelas, serta dalam berkomunikasi harus menyesuaikan dengan budaya orang yang diajak berkomunikasi baik verbal dan nonverbalnya agar tidak menimbulkan kesalahan persepsi,” kata Agnita.


