Posisi Tidur yang dapat Membantu Atasi Sakit Kepala dan Mual
1. Posisi tidur telentang
Ketegangan pada otot trapezius (otot yang berada di area pundak, pangkal leher, dan bahu) dapat menekan saraf oksipital yang menyebabkan sakit kepala di bagian belakang. Tidur telentang merupakan salah satu posisi tidur yang baik untuk mempertahankan struktur leher dan tulang belakang sehingga dapat meringankan ketegangan dan sakit kepala yang Anda alami. Anda juga bisa menaruh kedua tangan di samping badan atau di dada untuk membuatnya lebih nyaman.
2. Posisi tidur miring
Tidur dengan badan miring ke kanan atau kiri merupakan posisi yang juga baik untuk menghilangkan sakit kepala. Selama tidur miring, penting bagi Anda untuk mempertahankan kelengkungan tulang belakang yang normal. Bagian tulang leher (cervical) dan punggung (thorax) harus sejajar satu sama lain agar tidak menimbulkan kekakuan otot dan beban berlebih pada sendi facet (sendi di antara tulang) leher dan tulang belakang.
3. Gunakan bantal yang tepat
Posisi bantal saat kepala pusing yang tepat bisa meredakan nyeri di leher dan meningkatkan kualitas tidur. Penggunaan bantal lembut pada leher bisa mempertahankan dan menopang posisi tubuh, terutama kepala, leher, dan tulang belakang tetap normal.Salah satu posisi bantal saat kepala pusing yang bisa Anda coba adalah dengan meletakkannya di lengan ketika tidur menyamping atau telentang. Posisi ini bisa mengurangi ketegangan dan nyeri leher sehingga gejala sakit kepala dan pusing membaik. Tidak hanya itu, Anda juga bisa menjepit bantal di antara lutut saat tidur miring atau meletakkannya di bawah lutut saat tidur telentang. Posisi bantal seperti ini saat kepala Anda pusing bisa mengurangi ketegangan tulang belakang dan membuat tidur Anda lebih nyaman.
4. Hindari tidur tengkurap
Tidur tengkurap dengan perut atau bagian tubuh depan sebagai tumpuan harus dihindari selama Anda mengalami sakit kepala, mual, atau nyeri pada leher. Posisi ini sering kali membuat leher tegang berkepanjangan yang bisa memperburuk kondisi sakit kepala Anda.
Posisi tidur yang memicu sakit kepala
Tidur yang tidak berkualitas di malam hari sangat berhubungan dengan gangguan kesehatan, termasuk sakit kepala. Idealnya, seseorang tidur 7-9 jam sehari. Kurang tidur di malam hari juga sering menjadi penyebab sakit kepala. Selain kurang tidur, penelitian terdahulu dalam Journal of Physical Therapy Science menyatakan bahwa posisi saat tidur juga berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal pada bahu, leher, dan menimbulkan sakit kepala. Dalam jurnal yang sama, diketahui bahwa posisi leher yang buruk saat tidur dapat meningkatkan tekanan biomedik pada struktur tulang belakang dan leher. Hal ini bisa menyebabkan nyeri dan kekakuan leher, sakit kepala, dan nyeri lengan.

