Fungsi Tulang Betis Serta Bagian-bagiannya
Fungsi tulang betis untuk tubuh adalah sebagai tulang penyangga yang sekaligus memperluas kemampuan gerak pergelangan kaki. Tulang ini sering juga disebut sebagai fibula, terletak di samping atau sebelah lateral dari tulang tibia.
Keberadaan tulang betis seringkali tidak disadari, karena tertutup oleh lapisan otot dan lemak yang tidak sedikit dalam anatomi tulang.
Ukurannya memang tidak sebesar tulang kering atau tibia, tetapi fungsi tulang betis untuk menjaga keseimbangan tubuh tidak kalah penting.
Bahkan, tulang ini juga bisa menjadi sumber jaringan bagi seseorang yang membutuhkan cangkok tulang di bagian tubuh lainnya.
Sebab, tulang betis umumnya memiliki kepadatan yang tepat, sehingga cocok untuk dijadikan “bibit” untuk menumbuhkan tulang di bagian tubuh jika cedera atau rusak.
Tulang betis (fibula) terletak di bagian samping atau lateral tulang kering (tibula). Fibula memiliki panjang yang hampir sama dengan tibia, tapi ketebalannya jauh lebih tipis.
Perbedaan ketebalan inilah yang membuat tibia bertindak sebagai tulang utama di kaki bagian bawah yang menahan berat badan.
Sedangkan tulang betis fungsinya adalah sebagai pendukung tibia. Selain sebagai pendukung tulang kering, fungsi tulang betis yang utama adalah untuk menjaga keseimbangan kaki bagian bawah.
Selain itu, tulang ini juga befungsi sebagai pengikat untuk menopang berat tubuh dan memberikan kekuatan pada otot saat bergerak.
Ini dapat memperluas kemampuan pergerakan pergelangan kaki. Terutama pergerakan ke arah samping atau lateral dan medial.

Dalam anatomi tubuh, tulang manusia dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu tulang panjang, tulang pendek, tulang pipih, dan tulang tidak beraturan.
Tulang betis atau fibula, termasuk ke dalam kelompok tulang panjang. Mengutip dari Verywell Health, ada tiga jenis bentuk tulang fibula, seperti segitiga, segiempat, dan tidak beraturan.
Ukuran tulang betis setiap orang bisa berbeda. Namun, rata-rata pada pria panjang tulang betis adalah 390 mm dan 360 mm bagi wanita.
Berikut ini adalah ciri khas anatomi tulang betis yang berfungsi menjaga keseimbangan tubuh, yaitu:
1. Kepadatan tulang betis
Umumnya, tulang yang termasuk ke dalam kelompok tulang panjang memiliki perbedaan konsistensi kepadatan di dua bagiannya.
Yaitu, padat di bagian tengah dan memiliki tekstur seperti spons di bagian ujung-ujungnya. Hal ini juga merupakan ciri tulang betis.
Tak hanya itu saja, di tengah-tengah tulang betis juga terdapat suatu saluran yang berisi sumsum tulang.
2. Bagian-bagian tulang betis
Secara garis besar, tulang betis sebagai sistem gerak bisa dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
Bagian kepala atau ujung proksimal
Di bagian atas tulang betis ada tonjolan tulang yang akan menyatu dengan tulang tibia. Tulang tibia berada lebih ke dalam dibandingkan dengan fibula.
Itulah sebabnya, ujung kepala dari tulang betis dinamakan sebagai ujung proksimal. Proksimal adalah sebutan anatomis untuk suatu organ tubuh yang letaknya mendekati garis tengah tubuh.
Bagian tengah atau batang
Bagian tengah tulang fibula bisa juga disebut dengan batang tulang. Bagian tengah tulang betis memiliki tiga permukaan, yaitu depan (anterior), samping (lateral), dan bawah (posterior).
Bagian bawah atau ujung distal
Sama seperti di ujung atasnya, tulang betis bagian bawah juga memiliki bagian yang menonjol. Namun, kali ini tonjolan tersebut mengarah ke distal atau menjauhi garis tengah tubuh.
Kalau Anda meraba pergelangan kaki, di bagian samping luar akan terasa bagian yang menonjol, maka itulah ujung distal dari fibula.
Perlu Anda ketahui pula bahwa fungsi tulang betis atau fibia terhubung ke tibia melalui jaringan ikat yang membentang hampir sepanjang batang fibula.

