Lari setiap hari apakah baik untuk kesehatan?
Lari bisa meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Namun, lari berlebihan juga bisa menyebabkan cedera. Lari merupakan olahraga aerobik yang praktis untuk dilakukan di tengah kesibukan harian. Bisa dibilang, lari menjadi bagian dari gaya hidup yang menyehatkan bagi sebagian masyarakat.
Meski bermanfaat, lari setiap hari apakah baik untuk kesehatan? Untuk mengetahui jawabannya, simak ulasan berikut ini.
Lari setiap hari apakah baik untuk kesehatan?
Lari setiap hari memiliki manfaat untuk menunjang kesehatan tubuh. Sebuah penelitian menyatakan bahwa lari 5–10 menit setiap hari dengan kecepatan sedang bisa mengurangi risiko kematian akibat serangan jantung, stroke, atau penyakit umum lainnya.
Namun, hal ini tergantung pada tujuan olahraga, tingkat kebugaran fisik, dan kondisi kesehatan tiap individu. Tidak semua orang mampu dan sanggup untuk lari setiap hari. Hal terpenting adalah mengenali kondisi dan kemampuan fisik, serta tidak memaksakan diri.
Terlebih, lari merupakan high-impact exercise yang juga berisiko terhadap kesehatan jika dilakukan secara berlebihan. Sebuah penelitian pun menunjukkan bahwa lari berlebihan tidak memberikan manfaat lebih untuk kesehatan tubuh.
Manfaat lari setiap hari
Berikut ini beberapa manfaat lari setiap hari yang bisa Anda pertimbangkan dan diskusikan lebih lanjut dengan dokter:
- Meningkatkan kualitas tidur
- Memperbaiki suasana hati
- Mengurangi kecemasan dan depresi
- Meningkatkan konsentrasi dan fungsi kognisi
- Meningkatkan asupan oksigen ke dalam tubuh
- Menurunkan massa tubuh
- Menurunkan rasio lemak tubuh
- Mempertahankan berat badan ideal
- Meningkatkan kepadatan tulang dan kekuatan otot
- Meningkatkan kekebalan tubuh
- Mengurangi risiko sindrom metabolik dan diabetes tipe 2
- Menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi, penyakit jantung, dan stroke
- Menurunkan risiko kanker
- Menurunkan risiko gangguan saraf seperti penyakit Parkinson dan Alzheimer
- Menurunkan risiko kematian akibat penyakit degeneratif dan memperpanjang usia
Penelitian dalam American Journal of Epidemiology menyatakan bahwa lari 2,5 jam per minggu atau 30 menit lima hari seminggu bisa meningkatkan kelangsungan hidup dan memperpanjang usia pada pria dan wanita.
Risiko lari setiap hari
Lari setiap hari juga bisa meningkatkan risiko cedera, apalagi jika dilakukan secara berlebihan. Anda yang tidak memiliki kondisi fisik yang mumpuni juga lebih berisiko mengalami cedera saat lari. Belum lagi, teknik berlari yang salah juga turut meningkatkan risiko cedera.
Lari bukanlah olahraga yang cocok untuk semua orang. Sebelum memilih lari setiap hari menjadi aktivitas rutin, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terkait kondisi fisik dan kesehatan Anda.
Kemungkinan cedera atau gangguan kesehatan bisa lebih rentan terjadi pada orang dengan kondisi berikut ini:
- Gangguan pernapasan
- Keterbatasan fisik, yang meningkatkan risiko terjatuh atau mengganggu mobilitas
- Cedera pada otot, sendi, atau tulang
- Lanjut usia
- Memiliki riwayat penyakit kronis, seperti penyakit kardiovaskular
Tips aman lari setiap hari
Berikut ini beberapa tips aman saat berlari untuk menghindari cedera:
- Gunakan sepatu khusus lari dengan ukuran yang pas dan nyaman. Jangan lupa untuk sering mengganti sepatu lari Anda.
- Jangan terburu-buru, cobalah tingkatkan jarak dan kecepatan lari secara bertahap setiap minggunya.
- Kombinasikan olahraga lari dengan olahraga lain seperti bersepeda atau berenang.
- Selalu lakukan pemanasan sebelum berlari dan peregangan setelahnya.
- Pastikan Anda memahami teknik lari yang aman, misalnya postur tubuh saat berlari.
Jika terjadi cedera saat berlari, berhenti sejenak. Sebagai pertolongan pertama cedera, Anda bisa melakukan RICE, yaitu:
- Rest, yaitu beristirahat sejenak dari aktivitas yang sedang Anda lakukan.
- Ice, yaitu mengompres dingin area yang cedera untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Gunakan kompres es yang telah ditutupi dengan handuk selama 15-20 menit.
- Compression, yaitu memberikan tekanan dengan perban elastis untuk memberi dukungan, serta mengurangi pembengkakan. Namun, hindari memasangnya terlalu ketat karena dapat mengganggu aliran darah.
- Elevation, yaitu menaikkan area yang cedera lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi pembengkakan.
Anda juga bisa menemui dokter untuk mendapatkan penanganan dan saran pemulihan yang tepat, terutama jika Anda mengalami kondisi seperti merasa lemah, kesemutan, atau mati rasa, sakit kepala, kesulitan bernapas, atau kelelahan ekstrem.

