Mengenal Istilah Eccedentesiast dan Dampaknya untuk Kesehatan
Eccedentesiast adalah istilah populer yang diartikan sebagai seseorang yang menyembunyikan kesedihan di balik senyuman. Ini bukan istilah medis, namun dalam ilmu kesehatan jiwa, kebiasaan pura-pura bahagia bisa memicu dampak negatif bagi kesehatan mental.
Pernahkah Anda pura-pura tersenyum untuk menyembunyikan kesedihan yang sebenarnya sedang dirasakan? Jika jawabannya ya, maka ada istilah yang sering digunakan untuk menyebut kebiasaan tersebut, yaitu eccedentesiast. Pada dasarnya, eccedentesiast bukanlah istilah medis. Eccedentesiast adalah istilah populer yang diartikan sebagai seseorang yang menyembunyikan kesedihan di balik senyuman.
Secara medis, kebiasaan pura-pura tersenyum atau sering mengembangkan senyum palsu rupanya juga bisa berdampak pada kesehatan mental. Lantas apakah ada dampak dari eccedentesiast?
Dampak sering memberikan senyum palsu untuk kesehatan mental
Anda mungkin sering mendengar bahwa pura-pura tersenyum akan mendorong Anda untuk merasa senang. Namun, beberapa penelitian ternyata tidak selalu mendukung pernyataan tersebut.
Ini beberapa dampak yang bisa dirasakan oleh orang yang sering pura-pura tersenyum:
1. Menghindari kenyataan
Selalu tersenyum palsu pada saat menghadapi masalah atau kesedihan ternyata berdampak tidak baik. Hal ini bisa menjadi bagian dari pola menghindari perasaan yang sesungguhnya.
Jika Anda tidak mengakui kondisi Anda yang sesungguhnya, maka hal ini bisa membuat Anda lebih sulit lagi mengatasi permasalahan yang Anda hadapi.
2. Memperpanjang masalah
Jika Anda selalu pura-pura tersenyum saat memiliki masalah bahkan pada orang terdekat sekalipun, ini dapat membuat mereka tidak menyadari situasi yang sesungguhnya.
Kondisi ini akan menghambat Anda mendapatkan bantuan dari orang-orang sekitar yang bisa mendukung untuk menyelesaikan masalah Anda dengan lebih cepat.
3. Merasa lebih tertekan
Afirmasi adalah bagian penting untuk menolong diri sendiri atau self help. Tetapi, seorang eccedentesiast menyadari bahwa afirmasi yang mereka lakukan tidak sesuai dengan kenyataan.
Berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja justru dapat membalik keadaan dan juga perasaan menjadi negatif.
Alam bawah sadar Anda malah akan menolak afirmasi palsu yang diberikan dan Anda bisa merasa semakin tertekan.
4. Meningkatkan risiko mengembangkan kebiasaan buruk
Terbiasa memaksakan diri membentuk senyum palsu di wajah juga akan memberi dampak buruk.
Sebuah studi menunjukkan bahwa karyawan di bidang jasa yang terpaksa memasang senyum palsu sepanjang hari selama bekerja memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk minum alkohol dalam porsi sangat banyak setelah pulang kerja.
5. Merasa semakin sedih
Anda mungkin pura-pura tersenyum hanya untuk menyenangkan hati orang di sekitar Anda atau agar mereka tidak merasa khawatir. Tetapi tindakan ini sebenarnya bisa lebih banyak menghabiskan energi Anda.
Anda dapat merasa kecewa kenapa orang-orang terdekat tidak ada yang bisa mengerti keadaan Anda yang sesungguhnya. Padahal, Anda sebenarnya lelah berpura-pura dan ingin bersikap apa adanya.
Kondisi yang serba salah ini malah bisa membuat Anda merasa lebih sedih dan kecewa. Sebab otak akan bereaksi secara berbeda ketika Anda melakukan senyum secara pura-pura dibanding secara alami terutama dalam hal meningkatkan suasana hati.
6. Membahayakan hubungan
Menyembunyikan masalah dari orang-orang terdekat dengan senyum palsu juga dapat menjadi ancaman tersendiri bagi hubungan Anda. Saat Anda menutupi sesuatu dari orang lain, hal ini dapat membuat perubahan dari cara Anda bersikap terhadap mereka.
Terlebih lagi, jika orang terdekat menyadari bahwa Anda selama ini telah menyembunyikan sesuatu, mereka mungkin akan merasa kecewa pada diri mereka sendiri karena gagal membantu Anda dan juga merasa Anda tidak memercayai mereka.

