Yang Harus diperhatikan dari konsumsi kacang merah
Di samping manfaat kacang merah, serta nutrisinya yang memukau, Anda harus berhati-hati dalam mengonsumsinya. Sebab, kacang merah memiliki sifat racun, kandungan antinutriennya, serta berisiko menyebabkan perut kembung.
1. Sifat racun kacang merah mentah
Kacang merah mentah mengandung racun, yang disebut phytohaemagglutinin. Kandungan ini ditemukan juga pada jenis kacang lain, tapi kadarnya sangat tinggi di kacang merah.
Walau begitu, merendam dan memasak bahan makanan ini, dapat menghilangkan sebagian besar racun tersebut. Sehingga, sebelum mengonsumsinya, Anda harus merendam kacang merah minimal 5 jam. Kemudian, rebuslah kacang merah pada suhu 100 derajat Celcius, setidaknya selama 10 menit.
2. Kandungan antinutrien pada kacang merah
Antinutrien adalah kandungan yang dapat menghambat penyerapan zat gizi lain. Walau terkadang bermanfaat, kandungan nutrien juga dapat menjadi masalah, terlebih bagi masyarakat yang menyantap kacang-kacangan sebagai makanan pokok.
Beberapa contoh antinutrisi dalam kacang merah yaitu:
- Asam fitat, antinutrisi yang mengganggu penyerapan mineral seperti zat besi dan zinc.
- Penghambat protease atau penghambat tripsin, antinutrisi yang mengganggu fungsi enzim di saluran pencernaan dan menghambat penyerapan zat besi.
- Penghambat pati. Sesuai namanya, penghambat pati dapat mengganggu penyerapan karbohidrat di saluran cerna.
Merendam dan memasaknya, juga menjadi cara yang ampuh, untuk menonaktifkan zat-zat antinutrien tersebut.
3. Risiko perut kembung
Bagi beberapa orang, kacang merah dapat menimbulkan efek tidak menyenangkan. Efek tidak menyenangkan tersebut dapat berupa perut kembung hingga diare. Merendam dan memasaknya dengan benar, dapat menyingkirkan zat pemicu perut kembung dan diare tersebut, walau sifatnya hanya sebagian.

