Jenis Olahraga Hipertensi untuk Bantu Turunkan Darah Tinggi
Terdapat berbagai macam jenis olahraga hipertensi yang bisa membantu Anda menurunkan tekanan darah tinggi, di antaranya jalan kaki, joging, berdansa, hingga bersepeda.Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak ditangani dapat memicu masalah serius, seperti serangan dan gagal jantung, stroke, hingga masalah pada ginjal. Selain dengan obat-obatan, terdapat sejumlah olahraga hipertensi yang bisa membantu Anda menurunkan tekanan darah tinggi.
Daftar olahraga hipertensi untuk bantu turunkan tekanan darah
Pengaruh olahraga terhadap tekanan darah tinggi sangatlah besar.
Sebab, berolahraga secara rutin dapat memperkuat jantung dan membuatnya memompa lebih banyak darah dengan sedikit usaha.
Dengan demikian, tekanan pada arteri berkurang dan tekanan darah pun menurun.
Maka dari itu, berikut adalah beberapa jenis olahraga untuk hipertensi yang bisa Anda lakukan.
1. Jalan kaki
Meskipun terkesan sepele, jalan kaki adalah salah satu olahraga untuk hipertensi yang dipercaya ampuh menurunkan tekanan darah tinggi.
Berdasarkan studi dalam Official Journal of The Japanese Society of Hypertension, berjalan kaki sebanyak 10 ribu langkah per hari, terlepas dari intensitasnya, membantu mengurangi tekanan darah tinggi dan meningkatkan kapasitas olahraga.
Cobalah cari tempat favorit Anda untuk berjalan kaki, entah itu di taman, sekitaran rumah, atau tempat-tempat lain yang meningkatkan semangat untuk berolahraga.
2. Joging
Olahraga untuk darah tinggi selanjutnya adalah joging atau lari lambat.
Sebuah penelitian dalam jurnal Sports Medicine menyatakan bahwa joging secara rutin berintensitas sedang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi pada pasien hipertensi.
Jika memungkinkan, Anda dapat melakukannya di luar rumah. Jika tidak ada waktu, Anda bisa menggunakan treadmill untuk joging di rumah.
3. Berdansa
Siapa sangka kalau berdansa dianggap sebagai olahraga hipertensi yang ampuh?
Dilansir dari riset dalam International Journal of Cardiology, terapi dansa (dance therapy) berpotensi memiliki efek positif dalam menurunkan tekanan darah tinggi.
Alasannya, berdansa tergolong sebagai olahraga aerobik sehingga bisa meningkatkan sirkulasi darah, meredakan stres, dan mengasah keseimbangan serta koordinasi tubuh.
Bagi Anda yang sebelumnya tidak pernah berdansa atau melakukan gerakan tarian, cobalah memulainya dengan intensitas yang lambat terlebih dahulu.
Apabila sudah terbiasa, tidak ada salahnya bergabung dengan komunitas dansa yang didedikasikan bagi penderita hipertensi.
Namun, jika Anda hendak melakukan gerakan-gerakan dansa yang intens, ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mencobanya.
4. Bersepeda
Selain bisa menurunkan berat badan dan membentuk otot-otot di tubuh bagian bawah, ternyata bersepeda juga dipercaya mampu menurunkan tekanan darah tinggi.
Sebuah studi yang dimuat Journal of Clinical & Diagnostic Research menyebutkan, pasien diabetes yang bersepeda secara rutin mengalami penurunan tekanan darah yang signifikan.
Tertarik untuk mulai bersepeda? Pilihlah jalur yang aman dan tidak dilalui oleh banyak kendaraan.
Jika tidak bisa bersepeda di luar rumah, Anda dapat menggunakan sepeda statis yang bisa di-gowes dalam ruangan.
5. Senam
Ingin melakukan olahraga hipertensi tanpa harus keluar dari rumah? Anda bisa menjajal senam hipertensi.
Senam hipertensi adalah senam ringan yang bisa dilakukan sambil bersantai tanpa harus mempraktikkan gerakan yang banyak menguras tenaga.
Gerakan senam hipertensi umumnya menargetkan bagian-bagian tubuh, seperti tangan, kaki, dan pinggang.
Agar lebih aman, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum melakukan senam.
Dengan begitu, dokter bisa merekomendasikan gerakan-gerakan senam yang aman bagi penderita hipertensi.

