Waspada Minum Kopi Saat Berbuka Puasa
Buka puasa pasti ditunggu oleh para pencinta kopi karena mereka bisa kembali meminumnya. Sayangnya, kamu perlu hati-hati saat buka puasa menggunakan kopi. Minuman yang satu memiliki tingkat keasaman yang tinggi yang bisa mengganggu pencernaan apalagi kalau diminum saat perut kosong.
Kopi digolongkan sebagai minuman yang asam jika diukur dengan skala pH (power of hydrogen). Skala ini juga digunakan untuk mengukur tingkat asam dan basa yang dimiliki tubuh. Dalam skala pH, angka 7 adalah pH netral dan angka di atas 7 dinyatakan sebagai pH basa.
Di sisi lain, angka 0—6 digolongkan sebagai asam, dan semakin rendah angkanya berarti semakin tinggi tingkat keasamannya. Kopi memiliki rata-rata tingkat keasaman sekitar 4,85—5,10.
Tingginya tingkat keasaman ini dapat membawa pengaruh buruk terhadap keseimbangan pH tubuh. Ditambah lagi, perut juga dalam kondisi kosong karena seharian berpuasa sehingga pH tubuh menjadi semakin asam. Atas dasar inilah, kebiasaan buka puasa dengan kopi sebaiknya dikurangi.
Kadar pH tubuh yang asam dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh yang berkaitan dengan sistem imun. Kondisi ini dapat memicu respons sistem imun yang berlebihan sehingga malah membuatnya menjadi lemah dan memicu peradangan. Hasilnya, tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit.
Ditambah lagi, berbagai virus dan bakteri yang menyebabkan pilek, flu, serta berbagai masalah lainnya dapat berkembang dengan leluasa dalam kondisi tubuh yang asam.
Bahaya buka puasa pakai kopi
Puasa membuat perut kosong lebih dari 13 jam. Lalu, kamu “guyur” dengan kopi. Berikut sejumlah bahaya yang bisa muncul:
1. Meningkatkan risiko dehidrasi
Kopi merupakan minuman yang bersifat diuretik atau merangsang untuk buang air kecil. Biarpun ada penelitian yang bilang bahwa kafein kopi hanya memberikan efek diuretik ringan, kamu tetap perlu waspada. Pasalnya, kondisi ini mungkin bertahan saat menjalankan puasa di kemudian hari. Karena itu, kamu perlu jaga asupan cairan dengan konsumsi air putih lebih banyak.
2. Masalah sistem pencernaan
Kopi bisa membantu merangsang kerja usus besar dalam mengelola makanan di dalamnya. Sejumlah pendapat menyarankan minum kopi untuk membantu mempercepat pencernaan hingga pada urusan buang air besar. Sayangnya, hal tersebut bisa jadi masalah kalau tidak ada makanan yang harus cepat-cepat dibuang. Bisa jadi, pencernaan kamu malah terganggu hingga diare menyerang.
3. Meningkatkan masalah lambung
Minum kopi saat perut kosong setelah buka puasa juga meningkatkan risiko GERD (Gastroesophageal reflux). Hal ini disebabkan oleh tingkat keasaman kopi yang tinggi yang bertemu dengan keasaman dari lambung. Kondisi serupa juga bisa terjadi saat kamu minum teh, soda, dan cokelat saat perut kosong Biarpun begitu, kondisi ini bisa berbeda pada setiap orang. Kalau memang kamu salah satu orang yang memiliki risiko GERD, ya hindari minum kopi saat buka puasa.
4. Gangguan tidur
Waktu berbuka puasa lebih dekat dengan jam tidur ketimbang aktivitas lainnya. Hal ini memungkinkan munculnya masalah tidur pada malam hari. Ingat, kamu tetap harus bangun pagi untuk melaksanakan sahur. Alih-alih lebih segar, minum kopi setelah berbuka puasa malah akan membuat kamu lemas dan tidak bertenaga keesokan harinya.
5. Meningkatkan gangguan kecemasan
Dampak buruk lain yang bisa muncul saat minum kopi adalah rasa cemas yang meningkat. Pasalnya, kopi akan membuat kerja jantung lebih cepat. Hal ini akan lebih cepat terjadi saat perut kosong. Kamu bisa jadi lebih gugup, gemetar, atau gangguan kecemasan lainnya.

