Ketahui Manfaat Saling Memaafkan untuk Kesehatan Tubuh
Ada banyak manfaat saling memaafkan. Mulai dari menurunkan risiko serangan jantung hingga membuat pikiran jadi tenang. Cari tahu tips saling memaafkan!
Aktivitas saling memaafkan selalu identik dengan lebaran. Namun, seharusnya Anda melakukan itu kapan pun dan dengan siapa pun. Pasalnya, manfaat saling memaafkan bisa menurunkan risiko terserang penyakit jantung hingga depresi. Di sisi lain, memaafkan kesalahan orang lain bukanlah hal yang mudah dilakukan.
Mengapa kita harus saling memaafkan? Jika Anda mampu melakukannya, tak hanya ketenangan batin yang dirasakan. Selain itu, Anda pun bisa menjaga hubungan baik lebih lama.
Manfaat saling memaafkan dengan orang lain
Sebuah penelitian yang dimuat dalam John Hopkins Medicine menyebutkan bahwa memaafkan kesalahan orang lain membawa manfaat besar bagi kesehatan secara menyeluruh, beberapa di antaranya adalah:
- Menurunkan risiko serangan jantung
- Menjaga kadar kolesterol dalam tubuh
- Memperbaiki kualitas tidur
- Mengurangi rasa nyeri
- Menurunkan tekanan darah
- Membuat pikiran lebih tenang
- Mencegah kecemasan, stres, dan depresi
- Menjaga silaturahmi dengan orang lain
- Membangun rasa keberhargaan diri sendiri (self esteem)
Melihat banyaknya manfaat di atas, saling memaafkan tentunya perlu dipraktikkan setiap hari di dalam hidup, tak hanya saat Idulfitri. Dokter Karen Swartz, direktur dari Mood Disorders Adult Consultation Clinic di John Hopkins, menyatakan bahwa dendam atau kekesalan yang terus disimpan akan membuat seseorang merasa tertekan dan stres.
Meski berhubungan dengan masalah psikologis, stres nyatanya dapat memengaruhi kondisi sistem imun seseorang.
Pasalnya, saat stres tubuh mengeluarkan hormon stres, yakni kortisol, yang dapat menekan sistem kekebalan tubuh. Itu sebabnya, tubuh jadi rentan terhadap berbagai serangan penyakit.
Tips saling memaafkan dengan orang lain
Terkadang, seseorang menganggap saling memaafkan adalah tradisi Lebaran belaka tanpa benar-benar meresapinya. Akibatnya, masih ada perasaan marah yang tertinggal.
Memaafkan berarti menawarkan kebaikan dan empati kepada orang yang berbuat salah kepada Anda.
Berikut ini adalah beberapa tips untuk lebih mudah memaafkan kesalahan orang lain.
1. Merefleksikan dan memikirkan kembali
Cobalah refleksikan kembali kejadian tersebut. Pikirkan ulang, apakah Anda akan melakukan hal yang sama jika berada dalam posisinya?
Ingat kembali cara Anda bereaksi terhadap perbuatan orang yang bersalah kepada Anda.
2. Berempati
Tanamkan empati terhadap orang yang berbuat kesalahan kepada Anda. Cobalah untuk melihat masalah dari sudut pandang yang ia miliki, beserta latar belakang, dan pengalaman yang pernah dialaminya.
3. Menenangkan diri
Kemarahan yang muncul membuat Anda emosional. Itu sebabnya, untuk dapat memaafkan kesalahan orang lain, Anda perlu menenangkan diri.
Terdapat beberapa cara menenangkan diri, seperti menulis jurnal, berdoa, meditasi, atau bahkan bercerita kepada orang lain.
Namun, jika Anda memutuskan bercerita kepada orang lain, pastikan mereka dapat memberikan opini yang netral, yang tidak membangkitkan amarah Anda. Carilah mereka yang bijak.
Anda juga bisa berkonsultasi dengan tenaga medis, seperti psikolog, jika memang itu yang dibutuhkan.
4. Jangan berekspektasi
Kesalahan yang dibuat oleh orang lain ataupun kita bisa jadi merusak hubungan yang telah terjalin. Beberapa dari mereka menganggap bahwa memaafkan bisa mendatangkan manfaat baik untuk hubungan.
Sayangnya, tidak demikian. Memaafkan, ataupun meminta maaf kepada orang lain, tidak menjamin hubungan akan kembali seperti semula. Terlebih, jika pihak lainnya menolak untuk berkomunikasi.
Tidak berekspektasi menjadi jalan untuk “melindungi” diri dari rasa sakit yang muncul jika yang kita harapkan tak terjadi. Namun, tak perlu berkecil hati. Hal yang perlu Anda ingat, memaafkan dan meminta maaf adalah tentang berdamai dengan diri sendiri.
5. Berdamai dengan diri sendiri
Memaafkan kesalahan orang lain juga berarti memaafkan diri sendiri. Kesalahan yang dilakukan orang lain tidak membuat diri Anda menjadi tidak bernilai.
Pahami bahwa setiap orang memiliki ketidaksempurnaan dalam hidupnya dan tak ada yang salah dengan itu. Ketimbang terus menyesalinya, Anda bisa membuat daftar hikmah yang bisa diambil dan mempraktikkannya di masa mendatang.

