• BERANDA
  • TENTANG
    • Profil
    • Visi Misi Pusat Jurnal Ilmiah Internasional
    • Tugas Pokok dan Fungsi
    • Struktur Organisasi
  • BERITA KEGIATAN
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • Layanan Aplikasi
      • Webmail Sign In
      • Penjaminan Mutu UMA
      • Himpunan Aplikasi Online
      • Jurnal Ilmiah Dosen UMA
      • Jurnal Ilmiah Mahasiswa UMA
      • Repository UMA
      • Open Access Public Catalog
    • ARSIP digital
      • Daftar Nama Sitasi Dosen
  • Help Desk
  • Artikel
Pusat Jurnal Ilmiah Universitas Medan Area - Pusat Jurnal Ilmiah Terbaik di Sumatera Utara
    • BERANDA
    • TENTANG
      • Profil
      • Visi Misi Pusat Jurnal Ilmiah Internasional
      • Tugas Pokok dan Fungsi
      • Struktur Organisasi
    • BERITA KEGIATAN
    • LAYANAN DAN INFORMASI
      • Layanan Aplikasi
        • Webmail Sign In
        • Penjaminan Mutu UMA
        • Himpunan Aplikasi Online
        • Jurnal Ilmiah Dosen UMA
        • Jurnal Ilmiah Mahasiswa UMA
        • Repository UMA
        • Open Access Public Catalog
      • ARSIP digital
        • Daftar Nama Sitasi Dosen
    • Help Desk
    • Artikel

    News

    • Home
    • Blog
    • News
    • Psychological Well-Being pada Korban Kekerasan Seksual

    Psychological Well-Being pada Korban Kekerasan Seksual

    • Date May 9, 2025

    Kekerasan seksual merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang berdampak sangat dalam, tidak hanya pada fisik, tetapi juga pada kondisi psikologis korban. Efek jangka panjang dari kekerasan seksual sering kali menimbulkan trauma yang kompleks, mengganggu berbagai aspek kehidupan korban, termasuk perasaan aman, harga diri, kepercayaan terhadap orang lain, dan harapan terhadap masa depan.

    Di tengah luka yang mendalam tersebut, penting untuk membahas dan memahami psychological well-being atau kesejahteraan psikologis korban — bukan hanya dalam konteks pulih dari trauma, tetapi juga sebagai upaya memulihkan kembali kendali dan makna hidup mereka.

    Apa Itu Psychological Well-Being?

    Psychological well-being (PWB) adalah kondisi mental yang mencerminkan sejauh mana seseorang merasa puas, memiliki tujuan hidup, dan mampu berfungsi secara optimal secara emosional dan sosial. Menurut Carol Ryff, PWB terdiri dari enam dimensi utama:

    1. Penerimaan Diri (Self-Acceptance)

    2. Hubungan Positif dengan Orang Lain (Positive Relations)

    3. Otonomi (Autonomy)

    4. Penguasaan Lingkungan (Environmental Mastery)

    5. Tujuan Hidup (Purpose in Life)

    6. Perkembangan Pribadi (Personal Growth)

    Bagi korban kekerasan seksual, pencapaian kembali kesejahteraan psikologis adalah proses panjang yang membutuhkan dukungan, perlindungan, dan intervensi yang sensitif terhadap trauma.

    Dampak Kekerasan Seksual terhadap PWB

    Kekerasan seksual dapat mengguncang fondasi kesejahteraan psikologis korban:

    • Self-acceptance dapat runtuh karena korban sering menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi.

    • Hubungan interpersonal terganggu karena korban mungkin merasa takut, curiga, atau kesulitan mempercayai orang lain.

    • Otonomi dan kontrol diri bisa hilang akibat pengalaman pemaksaan dan ketidakberdayaan.

    • Tujuan hidup dan harapan masa depan menjadi kabur atau tidak lagi terasa berarti.

    • Perkembangan pribadi terhambat karena trauma dapat menghambat proses pembelajaran dan pertumbuhan.

    Upaya Meningkatkan Psychological Well-Being Korban

    1. Dukungan Psikologis yang Berbasis Trauma

    Psikoterapi, terutama terapi yang berbasis trauma seperti EMDR, CBT, atau terapi naratif, sangat membantu dalam proses pemulihan. Terapi ini mendampingi korban untuk memaknai ulang pengalaman traumatis dan membangun kembali kepercayaan terhadap diri sendiri dan dunia.

    2. Lingkungan yang Aman dan Mendukung

    Korban perlu merasa aman secara fisik dan emosional. Dukungan keluarga, teman, komunitas, serta layanan yang responsif terhadap trauma sangat penting untuk membangun kembali rasa aman.

    3. Pemberdayaan dan Reclaiming Control

    Memberikan ruang bagi korban untuk mengambil keputusan dalam hidupnya — sekecil apa pun — membantu membangun kembali rasa otonomi dan kontrol diri.

    4. Penerimaan Diri dan Penguatan Identitas Positif

    Proses ini mencakup penyadaran bahwa pengalaman kekerasan tidak mendefinisikan siapa mereka. Korban perlu didukung untuk memisahkan identitas mereka dari pengalaman traumatis.

    5. Membangun Koneksi Sosial yang Sehat

    Interaksi yang positif dengan orang lain dapat membantu korban merasakan kembali koneksi sosial, yang penting untuk pemulihan hubungan interpersonal.

    6. Pengembangan Diri dan Harapan Masa Depan

    Melalui kegiatan yang bermakna, pendidikan, atau keterlibatan dalam aktivitas sosial, korban dapat mulai melihat masa depan yang lebih cerah dan kembali menemukan tujuan hidup.

    Penutup

    Pemulihan psychological well-being pada korban kekerasan seksual bukan sekadar “melupakan” trauma, tetapi proses kompleks yang melibatkan pengakuan terhadap luka, dukungan berkelanjutan, serta pemulihan makna dan kontrol hidup. Setiap korban memiliki perjalanan uniknya, dan penting bagi masyarakat, keluarga, dan penyedia layanan untuk hadir tanpa menghakimi, dengan empati dan pemahaman yang mendalam.

    Kesejahteraan psikologis adalah hak setiap individu, termasuk mereka yang pernah mengalami kekerasan. Dengan menciptakan ruang aman untuk penyembuhan, kita ikut berkontribusi membangun masyarakat yang lebih adil dan manusiawi.

    • Share:

    Artikel Sebelumnya

    Fakultas Psikologi UMA Jalin Kolaborasi Riset Internasional dengan UMFRDC University of Malaya
    May 9, 2025

    Artikel Selanjutnya

    Pengaruh Komunikasi Organisasi Terhadap Motivasi Kerja Pegawai
    May 10, 2025

    KAITAN UMA

    Penjaminan Mutu Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Himpunan Aplikasi Online Universitas Medan area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Jurnal Imiah Dosen Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Database Jurnal Mahasiswa Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Repository Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    OPAC (Open Access Public Catalog) Digital library Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.

    INSTAGRAM PJII UMA

    MEDIA KAMPUS

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. Green Metric

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. Green Metric

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. PTS-Sehat

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. PTS-Sehat

    logo-lke-uma

    0811-6121-412

    [email protected]

    Kampus I

    Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
    (061) 7360168. CALL CENTER : 0811-6013-888 Whatsapp
    Fax : (061) 7368012
    [email protected]

    Kampus II

    Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
    (061) 42402994
    Fax : (061) 8226331
    [email protected]

    © Copyright 2026 Pusat Jurnal Ilmiah Internasional | Universitas Medan Area.

    Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2025/2026