{"id":2209,"date":"2022-03-02T15:25:19","date_gmt":"2022-03-02T08:25:19","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2209"},"modified":"2022-03-02T15:25:19","modified_gmt":"2022-03-02T08:25:19","slug":"kalori-dan-nutrisi-yang-terkandung-pada-nasi-putih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/03\/02\/kalori-dan-nutrisi-yang-terkandung-pada-nasi-putih\/","title":{"rendered":"Kalori dan Nutrisi yang Terkandung Pada Nasi Putih"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Seperti yang kita tahu, sudah banyak orang yang meninggalkan nasi putih dan menggantinya dengan nasi merah atau roti gandum utuh karena kalori dan karbohidratnya yang tinggi.<\/p>\n<div class=\"ads-wrapper mid-banner\" style=\"text-align: justify;\">\n<div class=\"ads-box\">\n<div id=\"div-gpt-ad-oop\" data-google-query-id=\"CNayv53-pvYCFe2IZgIdH_EA9Q\">\n<div id=\"google_ads_iframe_\/93581981\/Hipwee_Desktop\/Tips_6__container__\">Kalori nasi putih 1 mangkok yang adalah 204 kalori dianggap cukup tinggi dan berpotensi menyebabkan kegemukan. Jika dibandingkan antara kalori nasi putih dan nasi merah, per satu mangkuknya memang sedikit lebih banyak yang dikandung oleh nasi merah, tapi kandungan serat dan vitaminnya juga lebih banyak ketimbang nasi putih.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses pengolahan beras putih pada umumnya telah menghilangkan serat, vitamin, dan mineral yang terkandung di dalamnya. Tujuannya untuk meningkatkan rasa, memperpanjang usia penyimpanannya, serta meningkatkan kualitasnya, seperti dilansir\u00a0GoodDoctor.<\/p>\n<div id=\"ATS_res_autoads\" style=\"text-align: justify;\">\n<div id=\"ats-insert_ads-1-wrapper\" class=\"insert_ads insert_ads-2 show_advertisement rendered\">\n<div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div>\n<div class=\"flying_carpet_div\">\n<section class=\"box-shadow-new li_wrap_flying_carpet\">\n<div id=\"wrap_flying_carpet\" class=\"wrap_flying_carpet\">\n<div class=\"flying_carpet_show\">\n<div class=\"flying_carpet_show_inner\">\n<div class=\"flying_carpet_show_fix\">\n<div id=\"carpet-check\" class=\"flying_carpet_show_banner\">Tapi bukan berarti nasi putih itu nggak baik untuk dikonsumsi. Sebelum memutuskan untuk diet tanpa nasi, ketahui dulu berapa kalori nasi putih dan kandungan gizi yang terkandung di dalamnya sebagai berikut:<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">1. Jumlah kalori nasi putih pada tiap-tiap takarannya<\/h2>\n<div id=\"sliderBox\" style=\"text-align: justify;\">\n<div id=\"sliderDiv\">\n<div id=\"ats-insert_ads-2-wrapper\" class=\"insert_ads insert_ads-4 show_advertisement rendered\">\n<div><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Kalori nasi putih 1 sendok makan = 24 kalori<\/li>\n<li>Kalori nasi putih 1 centong (setara dengan kalori nasi putih 100 gram) = 129 kalori<\/li>\n<li>Kalori nasi putih 2 centong = 258 kalori<\/li>\n<li>Kalori nasi putih 3 centong = 387 kalori<\/li>\n<li>Kalori nasi putih 1 mangkok = 204 kalori<\/li>\n<li>Kalori nasi putih KFC = 268 kalori<\/li>\n<li>Kalori nasi putih dan ayam geprek sedang = 392 kalori<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melihat jumlah kalori satu porsi nasi putih dari restoran kenamaan KFC, bisa disimpulkan bahwa rupanya semakin pulen dan lengket nasi putih yang kamu konsumsi, maka semakin banyak pula kalorinya. Begitu juga dengan indeks glikemiknya.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">2. Karbohidrat dalam nasi putih<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada banyak jenis beras yang jumlah karbohidratnya berbeda-beda yang memengaruhi tekstur dan daya cernanya masing-masing. Semakin halus tekstur nasi putih, maka semakin tinggi indeks glikemiknya, contohnya nasi putih pulen yang lengket dan bubur nasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu akan merasa lebih cepat berenergi, tapi juga mudah lapar. Dalam secangkir atau seporsi nasi putih dengan bulir pendek mengandung 53 gram karbohidrat.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">3. Serat dalam nasi putih<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Serat yang terkandung di dalam nasi putih nggak sebanyak nasi merah. Hal ini terjadi karena proses pengolahan yang menghilangkan kandungan dedak atau kulit bijinya. Padahal bagian tersebutlah yang mengandung sebagian besar serat. Jumlah serat dalam 100 gram nasi putih adalah 0,9 gram.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain melancarkan pencernaan dan mengatasi sembelit, serat dalam nasi putih juga memiliki manfaat sebagai berikut:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Membuatmu lebih cepat kenyang sehingga nggak tergoda untuk makan lebih banyak<\/li>\n<li>Menurunkan kadar kolesterol<\/li>\n<li>Mengontrol kadar gula yang juga dapat mengurangi risiko diabetes<\/li>\n<li>Mengurangi risiko penyakit jantung<\/li>\n<li>Memelihara bakteri dalam usus<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">4.\u00a0 Asam folat dalam nasi putih<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Asam folat berfungsi membantu tubuh untuk memproduksi DNA dan bahan genetik lainnya. Selain itu, folat juga mendukung pembelahan sel.\u00a0Meskipun folat adalah nutrisi penting bagi semua orang, folat sangat penting bagi wanita yang sedang hamil atau berencana untuk hamil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada nasi putih yang telah diperkaya dengan folat, setiap cangkirnya mengandung 195 hingga 222 mikrogram (mcg) folat atau sekitar setengah dari jumlah harian yang direkomendasikan. Jumlah harian yang disarankan untuk sebagian besar orang dewasa adalah sekitar 400 mcg, sedangkan wanita hamil harus mengonsumsi minimal 600 mcg, dan wanita yang menyusui harus mendapatkan 500 mcg asam folat.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">5. Nutrisi dalam nasi putih<\/h2>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Vitamin B1 (tiamin), untuk membantu metabolisme karbohidrat.<\/li>\n<li>Magnesium, sebagai komponen penting dalam membentuk struktur tulang dan mengatur kontraksi otot.<\/li>\n<li>Mangan, untuk membantu kerja otak, sistem saraf, dan enzim-enzim di dalam tubuh.<\/li>\n<li>Vitamin B1, B2, B3, B6, protein, zat besi, fosfor, selenium, juga zink.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">6. Berpengaruh pada kegemukan<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu risiko mengonsumsi nasi putih terlalu banyak adalah terjadinya sindrom metabolik yang sering dikaitkan dengan penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan <i style=\"font-size: 16px;\">stroke<\/i><span style=\"font-size: 16px;\">.<\/span><span style=\"font-size: 16px;\">Hal ini paling dipengaruhi oleh indeks glikemik atau angka yang menunjukkan potensi peningkatan gula darah dari karbohidrat yang terkandung dalam nasi putih. Makin tinggi GI, makin cepat karbohidrat diolah menjadi gula dan produksi insulin pun semakin meningkat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain bikin cepat lapar, nasi putih yang indeks glikemiknya tinggi juga memicu obesitas karena kelebihan energi yang nggak terpakai bakal disimpan menjadi lemak. Indeks glikemik yang tinggi juga bikin pankreas bekerja keras untuk menghasilkan insulin untuk mengimbangi gula darah yang naik secara tiba-tiba. Kalau hal ini terjadi terus menerus, pankreas bisa rusak yang akhirnya memicu diabetes tipe 2.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itulah pembahasan terkait berapa kalori nasi putih dan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Nah, supaya tetap sehat, ada baiknya selalu mengontrol jumlah asupan nasi putih yang dikonsumsi setiap hari. Diet nasi putih nggak masalah, asalkan tubuhmu mendapatkan pengganti karbohidrat atau lemak yang bisa berfungsi sebagai suplai energi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seperti yang kita tahu, sudah banyak orang yang meninggalkan nasi putih dan menggantinya dengan nasi merah atau roti gandum utuh karena kalori dan karbohidratnya yang tinggi. Kalori nasi putih 1 mangkok yang adalah 204 kalori dianggap cukup tinggi dan berpotensi &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2209","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2209","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2209"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2209\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2213,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2209\/revisions\/2213"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2209"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2209"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2209"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}