{"id":2420,"date":"2022-05-10T14:41:07","date_gmt":"2022-05-10T07:41:07","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2420"},"modified":"2022-05-11T14:45:47","modified_gmt":"2022-05-11T07:45:47","slug":"macam-tanaman-hias-beserta-contoh-dan-penjelasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/05\/10\/macam-tanaman-hias-beserta-contoh-dan-penjelasannya\/","title":{"rendered":"Macam Tanaman Hias Beserta Contoh dan Penjelasannya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Tanaman hias bunga\u00a0didefinisikan sebagai tumbuhan yang mempunyai bunga berpesona cantik dengan satu atau banyak warna. Tanaman hias bunga dapat menambah keindahan suatu ruangan atau lingkungan di sekitarnya serta membuatnya terlihat lebih asri. Anda bisa menanam tanaman hias bunga di dalam pot atau pada lahan tanah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada banyak jenis tanaman hias bunga yang bisa Anda tanam di dalam ataupun luar (sekitaran) rumah. Berikut ini beberapa contoh tanaman hias bunga beserta gambar dan penjelasannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Bunga Anggrek<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anggrek\u00a0merupakan tanaman hias bunga yang cukup populer di Indonesia. Bunga anggrek sering dipergunakan sebagai ungkapan rasa cinta, simbol kemewahan dan keindahan selama ratusan tahun. Bunga yang masuk ke dalam suku\u00a0<em>Orchidaceae<\/em>\u00a0ini mempunyai banyak sekali varietas dengan keindahan yang dibawa masing-masing variasinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Indonesia, ada sekitar 5.000 \u2013 6.000 jenis bunga anggrek yang sengaja dibudidayakan atau tumbuh secara liar. Kita juga bisa dengan mudah menemukan tanaman anggrek yang dijual di dalam pot pada toko-toko tanaman. Anggrek juga biasa digunakan sebagai bunga potong. Pesona dari bunga anggrek telah menjadikannya bunga nasional Singapura dan Thailand.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Bunga Mawar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bunga mawar\u00a0diberi julukan sebagai \u201cRatu Bunga\u201d dikarenakan mempunyai keindahan dan keunikan yang khas. Bentuk yang indah pada kelopak bunga mawar didukung dengan aromanya yang menarik. Selain anggrek, tanaman hias bunga mawar juga diindentikan dengan simbol perasaan cinta terhadap seseorang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bunga mawar memilik iwarna-warna yang terang, mulai dari putih, merah, pink, dan ungu. Bunga mawar sendiri dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan tempat tumbuhnya, mulai dari\u00a0<em>Hybrid Tea, Floribunda, Polyantha, Grandiflora<\/em>, dan\u00a0<em>Climbing Rose<\/em>. Mawar termasuk sebagai tanaman hias bunga yang mempunyai nilai ekonomi tinggi karena harga jual dari satu set tanaman, bunga potong, hingga bunga taburnya bisa mencatut angka jutaan rupiah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Bunga Melati<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melati\u00a0digolongkan sebagai tumbuhan perdu yang termasuk ke dalam macam-macam tanaman hias bunga. Tanaman merambat yang terdiri dari sekitar 200 spesies ini tumbuh dengan subur di daerah beriklim tropis dan hangat seperti Eurasia, Australasia, Oseania, dan Indonesia. Melati terkenal akan aroma wangi yang khas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembudidayaan bunga melati di Indonesia sudah dilakukan sejak lama. Bahkan, ada salah satu jenis melati yang dijadikan simbol nasional atau \u201cpuspa bangsa\u201d yakni melati putih (<em>Jasminum sambac<\/em>) yang melambangkan kesucian, kemurahan, dan punya kaitan kuat dengan berbagai tradisi di banyak suku di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Bunga Kembang Sepatu<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Hibiscus rosa-sinensis<\/em>\u00a0alias\u00a0kembang sepatu\u00a0adalah bunga dengan kelopak cantik berwarna merah terang yang tergabung dalam suku\u00a0<em>Malvaceae<\/em>. Kembang sepatu adalah tanaman semak yang berasal dari Asia Timur. Di daerah dengan iklim tropis seperti Indonesia, kembang sepatu lebih sering ditanam sebagai tanaman hias.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warna merah dengan ukuran kelopak yang besar melebar menjadi ciri khas dari kembang sepatu. Selain warna merah tunggal, ada juga kembang sepatu dengan warna lain seperti kuning, oranye, putih, merah tua, dan merah jambu. Bunga kembang sepatu di daerah Sumatera dan Malaysia disebut sebagai bunga raya. Sementara di Malaysia, tepat tanggal 28 Juli 1960 kembang sepatu disahkan sebagai bunga nasional Malaysia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Bunga Kamboja<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ditemukan oleh seorang botanis berkebangsaan Perancis, Charles Plumier, menjadikan bunga kamboja menyandang nama latin\u00a0<em>Plumeria<\/em>. Keberadaan bunga kamboja di Indonesia menjadikan tempat tumbuhnya mendapatkan anggapan sebagai tempat keramat, semisal di pemakaman atau tempat-tempat untuk sebagian orang yang masih menjalankan ritual-ritual tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun mendapatkan kesan horor, kamboja termasuk ke dalam macam-macam tanaman hias bunga dengan keindahan yang tak mungkin bisa untuk ditampik. Bunga kamboja bisa dimanfaatkan sebagai tanaman obat dikarenakan menyimpan sejumlah senyawa berkhasiat, seperti\u00a0<em>triterprenoid amirin, lupeol,<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>fulvoplumierin<\/em>. Zat-zat tersebut bisa membantu meredakan demam, mengatasi radang, dan mengurangi rasa sakit.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">6. Bunga Kemuning<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemuning\u00a0(<em>Murraya paniculata<\/em>) adalah tumbuhan tropis yang bisa berbunga sepanjang tahun dengan ketinggian pohon mencapai 7 meter. Kemuning kerap ditanam sebagai tanaman hias atau tanaman pagar. Bentuk daunnya yang kecil dengan bunga terminal yang wangi menjadikan kemuning makin digandrungi banyak pecinta tanaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanaman hias bunga kemuning merupakan salah satu tumbuhan yang banyak tumbuh (karena ditanam) di halaman Rumah Gadang di Minangkabau yang dijadikan sebagai pautan kuda. Pada kemuning terdapat senyawa terisolasi dari golongan kumarin seperti\u00a0<em>murremeranzin, isopropylidene murrangatin, murralonginal<\/em>, dan\u00a0<em>pranferin<\/em>. Oleh masyarakat Indonesia dan Filipina, daun kemuning biasa dipakai untuk obat diare dan disentri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>7. Bunga Alamanda<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Allamanda cathartica<\/em>\u00a0yang umum disebut sebagai\u00a0bunga alamanda\u00a0atau bunga terompet emas, bunga lonceng kuning, atau bunga buttercup adalah tanaman hias yang berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Selain dua tempat tersebut, bunga alamanda juga banyak ditemukan tumbuh di Brazil yang umum digunakan oleh masyarakatnya sebagai hiasan karena mempunyai bentuk yang indah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pesona pada alamanda tidak hanya bisa dinikmati oleh mata, tetapi tubuh juga. Diketahui berdasarkan hasil penelitian bahwa bunga alamanda mempunyai beberapa fungsi medis, seperti getah tanamannya yang mempunyai sifat antibakteri dan antibiotik terhadap bakteri\u00a0<em>Staphylococcus<\/em>. Bunga alamanda juga sering digunakan untuk mencegah komplikasi dari malaria dan pembengkakan limpa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanaman hias bunga\u00a0didefinisikan sebagai tumbuhan yang mempunyai bunga berpesona cantik dengan satu atau banyak warna. Tanaman hias bunga dapat menambah keindahan suatu ruangan atau lingkungan di sekitarnya serta membuatnya terlihat lebih asri. Anda bisa menanam tanaman hias bunga di dalam &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2420","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2420","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2420"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2420\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2421,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2420\/revisions\/2421"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2420"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2420"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2420"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}