{"id":2444,"date":"2022-05-23T14:52:47","date_gmt":"2022-05-23T07:52:47","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2444"},"modified":"2022-05-24T14:57:35","modified_gmt":"2022-05-24T07:57:35","slug":"sejarah-dan-teknik-lempar-cakram","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/05\/23\/sejarah-dan-teknik-lempar-cakram\/","title":{"rendered":"Sejarah dan Teknik Lempar Cakram"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Lempar cakram adalah cabang olahraga atletik yang dimainkan perorangan menggunakan piringan atau cakram seberat 2 kg untuk pria dan 1 kg untuk wanita. Pemain yang melempar cakram terjauh keluar sebagai pemenang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lempar cakram adalah salah satu cabang olahraga atletik yang dimainkan dengan cara melempar cakram atau piringan sejauh mungkin di dalam lingkaran yang dituju. Cara melempar cakram tidak bisa dilakukan sembarangan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ada empat tahap dasar yang perlu dikuasai agar seorang pemain dapat melakukan lemparan dengan baik.<br \/>\nOlahraga ini rutin dipertandingkan dalam berbagai ajang olahraga, baik itu dalam skala nasional maupun internasional. Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai lempar cakram yang perlu Anda ketahui.<\/p>\n<h2 id=\"teknik-dasar-lempar-cakram\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Teknik dasar lempar cakram<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Agar bisa melempar cakram dengan baik, ada empat teknik dasar yang perlu diperhatikan, yaitu:<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Teknik memegang cakram<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Untuk memegang cakram, tempatkan ibu jari di permukaan cakram dan keempat jari lainnya di bagian pinggir cakram. Persebaran keempat jari ini harus rata dan sisa cakram yang ada akan ditahan oleh sendi-sendi yang paling dekat dengan ujung jari.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Untuk memastikan Anda sudah memegang cakram dengan benar, lakukan tes dengan menggoyangkan lengan ke depan dan belakang seperti pendulum.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Apabila cakram tidak terlepas meski tidak menggenggamnya terlalu erat, maka kemungkinan besar Anda teknik yang dilakukan sudah benar. Sebab dengan teknik yang tepat, gaya sentrifugal yang ada di lingkaran cakram akan membantu piringan tersebut tetap berada di tempat.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Teknik membidik<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Setelah bisa memegang cakram dengan benar, kini saatnya Anda mempersiapkan untuk membidik lemparan dengan cara berikut ini.<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Posisikan tubuh tegak dengan bahu kiri menghadap ke titik yang ditargetkan.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Buka kaki selebar bahu.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Posisikan lutut sedikit ditekuk<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Pegang cakram di depan dengan posisi telapak tangan menghadap ke bawah.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Tangan yang tidak memegang cakram menahan dari bawah agar cakram tidak jatuh.<\/li>\n<\/ul>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Teknik persiapan melempar<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Setelah selesai membidik, sudah saatnya Anda melempar cakram. Sebelum melempar, para atlet lempar cakram biasanya akan melakukan putaran badan sambil mengayunkan tangan sebanyak satu setengah kali.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Putaran ini lah yang disebut sebagai perisapan. Berikut ini caranya.<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Ayunkan lengan pemegang cakram ke belakang dengan telapak tangan masih menghadap ke bawah.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Setelah ayunan ke belakang mencapai titik maksimal, ayunkan kembali lengan tersebut ke depan.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Sambil melakukan ayunan ini, Anda disarankan untuk sembari memutar pinggul dan mendorong tubuh menggunakan kaki kanan agar tenaga bisa terkumpul maksimal.<\/li>\n<\/ul>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Teknik melempar cakram<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Setelah mengumpulkan kekuatan dengan berputar, maka saatnya cakram dilempar. Pastikan posisi tangan sudah berada di sudut yang tepat sesuai sasaran saat cakram dilepaskan dari genggaman.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Untuk melepas cakram dari genggaman, Anda perlu sedikit menekan cakram sehingga porosnya bisa berputar di jari telunjuk. Semakin stabil banyak putaran yang terjadi, maka cakram pun akan semakin stabil saat dilempar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lempar cakram adalah cabang olahraga atletik yang dimainkan perorangan menggunakan piringan atau cakram seberat 2 kg untuk pria dan 1 kg untuk wanita. Pemain yang melempar cakram terjauh keluar sebagai pemenang. Lempar cakram adalah salah satu cabang olahraga atletik yang &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2444","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2444","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2444"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2444\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2445,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2444\/revisions\/2445"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2444"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2444"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2444"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}