{"id":2448,"date":"2022-05-25T15:20:48","date_gmt":"2022-05-25T08:20:48","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2448"},"modified":"2022-05-25T15:20:48","modified_gmt":"2022-05-25T08:20:48","slug":"tahukah-anda-penyebab-sering-lupa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/05\/25\/tahukah-anda-penyebab-sering-lupa\/","title":{"rendered":"Tahukah Anda penyebab sering lupa?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Sering lupa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu, apalagi jika terjadi pada anak muda. Jika hal ini sering terjadi, tentunya akan mengganggu kehidupan dan membuat penderitanya menjadi khawatir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski kebiasaan sering lupa dikaitkan dengan\u00a0penuaan, namun hal tersebut tidak selalu benar. Sebab, bukan hanya terjadi pada lansia, sering lupa juga bisa terjadi pada anak muda. Penyebab sering lupa ada bermacam-macam, bukan cuma faktor umur saja.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebagian orang mungkin sering lupa di mana menaruh kunci rumah, tanggal ulang tahun pasangan, rute jalan, nama orang yang baru dikenal, ataupun hal lainnya. Jika kondisi ini terjadi, tentu Anda bisa merasa kesal atau bahkan khawatir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lupa merupakan hal wajar yang mungkin pernah dialami oleh setiap orang. Namun, jika Anda sering lupa, terdapat beberapa kondisi yang dapat mendasarinya:<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Mengonsumsi obat-obatan tertentu<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Obat-obatan tertentu, seperti antidepresan, antihistamin, antikecemasan, pelemas otot, obat penenang, obat tidur, dan obat pereda nyeri pascaoperasi dapat mengganggu atau menyebabkan hilangnya memori. Kondisi tersebut menyebabkan seseorang sering lupa karena sulit mengingat memori yang hilang.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Mengonsumsi\u00a0alkohol secara berlebihan\u00a0dapat menyebabkan hilangnya memori. Hal ini bisa membuat Anda sering lupa dalam mengingat sesuatu. Selain minuman beralkohol, penggunaan obat-obatan terlarang juga bisa menyebabkan seseorang sering lupa. Obat-obatan tersebut dapat mengubah senyawa kimia yang ada dalam otak sehingga membuat seseorang sulit mengingat sesuatu.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Sering merokok<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Merokok dapat merusak memori dengan mengurangi jumlah oksigen yang masuk ke otak. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang memiliki kebiasaan\u00a0merokok\u00a0lebih sulit mengingat nama daripada orang yang tidak merokok. Oleh sebab itu, sebaiknya hentikan kebiasaan Anda untuk merokok.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Kurang tidur<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Durasi tidur dan kualitas tidur yang baik tentu sangat penting untuk ingatan. Waktu tidur yang sedikit dan sering terbangun di malam hari dapat mengganggu kemampuan otak Anda untuk mengingat karena kelelahan. Semakin sering Anda begadang, akan membuat Anda sering lupa. Tidurlah dengan waktu yang cukup dan hindari begadang untuk menjaga kesehatan memori Anda.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Depresi atau stres<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ketika Anda mengalami depresi atau stres, maka kondisi tersebut dapat menghalangi perhatian, fokus, dan konsentrasi Anda. Bukan hanya itu,\u00a0depresi\u00a0atau stres juga dapat memengaruhi daya ingat sehingga kemampuan Anda dalam mengingat menjadi lemah. Jika Anda mengalami depresi atau stres yang mengganggu, segera berkonsultasi pada psikiater.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Kekurangan vitamin B12<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Vitamin B12 sangat penting untuk fungsi otak yang sehat. Kekurangan vitamin B12 dapat memengaruhi daya ingat sehingga mampu membuat Anda sering lupa. Bahkan, pada kasus yang parah\u00a0kekurangan vitamin B12\u00a0bisa menyebabkan kerusakan permanen otak. Cobalah mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B12, seperti salmon, daging, tuna, sarden, susu, dan produk susu untuk mengatasi masalah ini.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>7. Dehidrasi<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ketika seseorang tidak mendapat asupan cairan yang cukup, maka ia akan mudah terkena dehidrasi. Dehidrasi parah dapat menyebabkan kebingungan, mengantuk, lupa, dan sulit konsentrasi. Oleh sebab itu, minumlah air putih sebanyak 8-12 gelas sehari agar Anda tetap terhidrasi dan tidak sering lupa.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\">8. Cedera kepala<\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Cedera kepala akibat jatuh atau kecelakaan dapat melukai otak, serta menyebabkan hilangnya memori jangka pendek atau panjang. Kondisi ini bisa membuat Anda sering lupa ketika mengingat sesuatu. Akan tetapi, ingatan akan membaik jika\u00a0cedera kepala\u00a0Anda pulih seiring berjalannya waktu. Apabila Anda mengalami cedera kepala, segera periksakan ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\">9. Masalah tiroid<\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jika kelenjar tiroid kurang aktif atau terlalu aktif, maka dapat menyebabkan masalah pada memori otak, seperti menjadi sering lupa dan sulit berkonsentrasi. Selain itu, masalah tiroid juga bisa membuat metabolisme tubuh menjadi terlalu cepat ataupun terlalu lambat. Penggunaan obat tiroid biasanya dapat memperbaiki keadaan ini. Dokter mungkin akan meresepkan obat tiroid untuk mengatasi masalah tiroid yang Anda alami.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\">10.\u00a0<strong>Stroke<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Stroke\u00a0terjadi ketika suplai darah ke otak terhenti karena adanya penyumbatan pembuluh darah ke otak atau kebocoran pembuluh darah ke otak. Penyakit ini dapat menyebabkan hilangnya memori jangka pendek sehingga Anda sering lupa dengan apa yang baru terjadi, misalnya lupa menu sarapan pagi tadi. Dalam mengatasi masalah ini, terapi dan obat-obatan dari dokter diperlukan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sering lupa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu, apalagi jika terjadi pada anak muda. Jika hal ini sering terjadi, tentunya akan mengganggu kehidupan dan membuat penderitanya menjadi khawatir. Meski kebiasaan sering lupa dikaitkan dengan\u00a0penuaan, namun hal tersebut tidak selalu benar. &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2448","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2448","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2448"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2448\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2449,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2448\/revisions\/2449"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2448"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2448"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2448"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}