{"id":2475,"date":"2022-06-07T15:55:26","date_gmt":"2022-06-07T08:55:26","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2475"},"modified":"2023-01-03T11:24:34","modified_gmt":"2023-01-03T04:24:34","slug":"manfaat-punya-teman-yang-baik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/06\/07\/manfaat-punya-teman-yang-baik\/","title":{"rendered":"Manfaat Punya Teman yang Baik"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Bukan sekadar asumsi, beragam manfaat persahabatan ini terbukti secara ilmiah. Apa saja manfaat yang bisa Anda dapatkan dari persahabatan dengan sahabat Anda?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbeda dengan menikmati waktu seorang diri yang bisa membawa banyak manfaat, kesepian justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Oleh sebab itu, penting memiliki sosok teman yang baik. Bahkan, manfaat persahabatan dapat menjauhkan dari risiko masalah kecemasan berlebih.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bukan sekadar asumsi, beragam manfaat ini terbukti secara ilmiah. Jadi, mulai sekarang tak ada salahnya menginvestasikan waktu dan sifat baik untuk mendapatkan sosok teman sejati.<\/p>\n<h2 id=\"manfaat-persahabatan\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Manfaat persahabatan<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Meski seseorang mengaku bisa menjalani hidup ini seorang diri, tetap ada banyak sekali manfaat persahabatan yang terbukti secara ilmiah. Apa saja?<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Panjang umur<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jika harapan Anda saat berulang tahun salah satunya adalah panjang umur, sosok teman yang baik bisa menjadi cara mencapainya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dalam sebuah studi terhadap 7.000 partisipan pada tahun 1979, orang yang tidak memiliki teman berisiko meninggal dunia 2 kali lebih tinggi daripada mereka yang punya teman dekat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bahkan meski partisipan menjalani gaya hidup tidak sehat seperti jarang bergerak dan merokok, orang dengan koneksi sosial dekat bisa hidup lebih lama. Menariknya, ini adalah perbandingan dengan orang yang hidup sehat namun tidak memiliki teman satupun.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Mencegah penyakit akibat kesepian<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Telah terkonfirmasi dari penelitian bahwa ada hubungan antara rasa kesepian dan buruknya kondisi kesehatan. Risikonya mulai dari\u00a0depresi, penyalahgunaan zat terlarang, penyakit jantung, bahkan kanker<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dalam sebuah studi tahun 2010 dengan data dari 309.000 orang, mereka yang memiliki hubungan pertemanan kuat berisiko 50% lebih rendah meninggal terlalu cepat akibat penyakit yang disebutkan di atas.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Memicu perilaku positif<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Manfaat persahabatan lainnya yang sangat masuk akal adalah adanya perilaku positif. Tidak berlebihan bahwa kebiasaan baik teman seperti rajin berolahraga atau makan sayur bisa menular dengan cepat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bahkan, adanya sosok teman juga bisa ikut mengawasi dan memberi peringatan apabila gaya hidup mulai melenceng. Contohnya seperti ketika merokok atau\u00a0minum alkohol berlebihan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Fenomena ini pula yang menjadi alasan mengapa seseorang bisa lebih taat komitmen saat menjalani diet atau berolahraga apabila dilakukan bersama teman. Akan jauh lebih mudah untuk tetap aktif ketika ada teman yang menemani.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Berani keluar zona nyaman<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Adanya sosok teman yang baik juga bisa membuat Anda lebih berani keluar dari zona nyaman. Bisa jadi, teman justru mengajak melakukan aktivitas yang belum pernah terlintas sebelumnya. Tentunya, aktivitas yang masih dalam koridor positif.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Keberanian keluar dari zona nyaman ini akan memberikan tantangan tersendiri bagi kemampuan mental. Bagi orang yang punya kecenderungan merasa cemas berlebih, melakukan hal ini akan menjadi hal menarik untuk dijajal.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Memberi dukungan emosional<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Di masa krisis, kehadiran teman dan sahabat sangatlah krusial. Dengan adanya mereka, proses transisi ketika limbung menghadapi situasi sulit bisa jadi lebih mudah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Menurut penelitian, rasa bahagia juga menular antara satu orang dan temannya. Hasil dari studi menunjukkan bahwa remaja yang mengalami depresi dua kali lipat lebih mudah sembuh apabila dikelilingi teman yang bahagia.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tak hanya itu, remaja yang memiliki teman dengan\u00a0<em>mood\u00a0<\/em>stabil berisiko 50% lebih rendah mengalami depresi. Namun, bukan berarti hal sebaliknya juga berlaku. Tidak seperti kebahagiaan, teman yang depresi tidak akan menular ke lingkungan sekitarnya.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Membangun kepercayaan diri<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sangat wajar jika seseorang mengalami krisis percaya diri. Namun, memiliki sosok teman yang baik merupakan faktor kunci untuk kembali membangun kepercayaan diri. Orang jadi lebih mudah memberikan apresiasi serta membangun\u00a0<em>self-love.<\/em><\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sosok teman bisa meningkatkan rasa percaya diri dengan meyakinkan saat merasa ragu. Bahkan, bisa jadi orang-orang terdekat inilah yang bisa menggali potensi yang tidak disadari diri sendiri.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>7. Mengusir stres<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Menghabiskan waktu bersama teman-teman bisa mengurangi rasa stres. Koneksi sosial yang mengusir stres ini juga mengurangi risiko mengalami masalah pada jantung, pencernaan, pengendalian insulin, dan juga sistem imun.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Lebih jauh lagi, teman-teman juga membantu menghadapi situasi yang memicu stres. Menurut studi, anak yang bermain bersama teman-temannya saat situasi memicu stres terbukti memproduksi lebih sedikit hormon kortisol. Ini adalah hormon yang diproduksi ketika tubuh merasa stres.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tak kalah penting, sosok teman juga membantu seorang individu menjadi versi terbaik dari dirinya. Ini terjadi karena adanya pengaruh positif dari mereka.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>8. Mencegah demensia<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dilansir dari Livescience, manfaat persahabatan ternyata dapat mencegah kedatangan kondisi medis demensia. Sebab, memiliki sahabat dipercaya bisa mengusir rasa kesepian di dalam diri kita.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Di dalam sebuah studi yang dimuat dalam\u00a0<em>The Journal of Neurology, Neurosurgery and Psychiatry<\/em>, sejumlah ahli mencoba meneliti sekitar 2.000 partisipan berusia 65 tahun ke atas selama tiga tahun.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Di awal penelitian, tidak ada partisipan yang mengidap demensia. Namun, sekitar 13,4 persen partisipan yang merasa kesepian, mengidap demensia saat studi tengah berlangsung.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ini menjadi salah satu alasan mengapa kesepian berpotensi bisa mengundang demensia. Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan klaim tersebut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bukan sekadar asumsi, beragam manfaat persahabatan ini terbukti secara ilmiah. Apa saja manfaat yang bisa Anda dapatkan dari persahabatan dengan sahabat Anda? Berbeda dengan menikmati waktu seorang diri yang bisa membawa banyak manfaat, kesepian justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan. &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2475","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2475","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2475"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2475\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2931,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2475\/revisions\/2931"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2475"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2475"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2475"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}