{"id":2487,"date":"2022-06-13T14:07:28","date_gmt":"2022-06-13T07:07:28","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2487"},"modified":"2022-06-13T14:07:28","modified_gmt":"2022-06-13T07:07:28","slug":"beberapa-tingkatan-stres-dan-ciri-ciri-fisik-yang-ditimbulkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/06\/13\/beberapa-tingkatan-stres-dan-ciri-ciri-fisik-yang-ditimbulkan\/","title":{"rendered":"Beberapa Tingkatan Stres dan Ciri-Ciri Fisik yang Ditimbulkan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Efek stres yang dialami oleh masing-masing individu berbeda satu sama lain, bergantung pada tingkatan stres mereka. Tingkatan stres sendiri wajib menjadi perhatian supaya Anda dapat melakukan langkah penanganan yang tepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap orang pasti pernah mengalami stres. Efek stres pada masing-masing individu berbeda-beda, mulai dari mengakibatkan gangguan psikologis, mudah emosi, hingga tidak bisa tidur (insomnia) karena terlalu banyaknya pikiran di kepala. Selain itu, efek yang ditimbulkan juga bergantung pada tingkatan stres.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Maka dari itu, setiap orang diharapkan untuk mengetahui pada tingkatan stres manakah mereka sedang berada. Hal ini perlu menjadi perhatian agar Anda dapat menentukan langkah apa yang harus dilakukan selanjutnya untuk mengatasi rasa stres tersebut.<\/p>\n<h2 id=\"tanda-tanda-anda-mengalami-stres\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Tanda-tanda Anda mengalami stres<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ada sejumlah tanda yang menunjukkan bahwa Anda sedang mengalami stres. Tanda-tanda itu bisa saja muncul secara fisik maupun emosional. Berikut sejumlah pertanda yang menunjukkan bahwa Anda tengah mengalami stres:<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Fisik<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Stres dapat ditunjukkan melalui beberapa pertanda fisik. Namun, kebanyakan orang lebih sering mengabaikannya karena mengira masalah tersebut muncul akibat penyakit lain. Padahal, stres bisa memengaruhi kinerja jaringan, organ, bahkan hampir semua sistem dalam tubuh. Beberapa pertanda fisik yang menunjukkan bahwa Anda tengah stres, di antaranya:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Muncul persepsi nyeri pada kepala, dada, perut, dan otot.\u00a0<\/strong>Ketika stres, otot akan menjadi tegang, lalu menyebabkan sakit kepala hingga\u00a0gangguan muskuloskeletal.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Gangguan pencernaan.\u00a0<\/strong>Stres dapat memengaruhi pergerakan makanan dalam sistem pencernaan serta penyerapan nutrisi oleh usus. Gangguan pencernaan yang muncul saat stres adalah diare, sembelit, mual, maupun muntah. Kelainan ini dikenal dengan\u00a0<em>irritable bowel syndrome<\/em>.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Gangguan reproduksi.\u00a0<\/strong>Pada wanita, stres dapat membuat jadwal menstruasi jadi tidak teratur. Sementara itu, pria yang sedang stres berisiko mengalami impotensi dan turunnya kualitas sperma. Stres juga dapat mengakibatkan hasrat seksual pria dan wanita berkurang.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Jantung berdetak lebih cepat dan tekanan darah naik.\u00a0<\/strong>Saat stres, tubuh akan melepaskan hormon kortisol dan adrenalin yang lebih banyak dari biasanya. Hal ini pun kemudian membuat detak jantung lebih cepat dan tekanan darah naik.\u00a0Sebuah studi\u00a0meta analisis di tahun 2018 menunjukkan adanya kaitan kondisi mental\/stres psikologis dengan meningkatnya risiko jantung koroner.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Emosional<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain fisik, tanda-tanda stres juga dapat dilihat secara emosional. Dalam beberapa kasus, stres bahkan bisa berpengaruh terhadap perilaku dan membuat orang-orang beralih ke obat-obatan, alkohol, atau hal lain yang dapat menenangkan perasaan mereka. Beberapa tanda emosional yang menunjukkan bahwa Anda mengalami stres, antara lain:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Depresi atau kecemasan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mudah marah, tersinggung, atau gelisah<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Sering merasa kewalahan, tidak punya motivasi, sulit untuk fokus<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Sulit tidur atau terlalu banyak tidur<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Kesulitan untuk berkonsentrasi<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Gegabah dalam mengambil keputusan<\/li>\n<\/ul>\n<h2 id=\"cara-mengukur-tingkatan-stres\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Cara mengukur tingkatan stres<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berbeda-beda tolak ukurnya, tingkatan stres dibagi ke dalam tiga fase. Ketiga fase tersebut meliputi tingkatan stres awal, tingkatan stres menengah, dan tingkatan stres berat. Dalam masing-masing fase, sejumlah hal dapat dijadikan tolak ukur pada tingkatan manakah stres yang sedang Anda alami.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>1. Tingkatan stres awal<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pada fase ini, bagian otak yang disebut hipotalamus akan menerima sinyal peringatan, sebelum kemudian melepaskan hormon glukokortikoid. Glukokortikoid lalu memicu pelepasan hormon stres, kortisol dan adrenalin. Alhasil, orang yang mengalami stres pada tahap ini akan mengalami percepatan detak jantung dan peningkatan tekanan darah.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>2. Tingkatan stres menengah<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dalam fase ini, tubuh akan terus memproduksi\u00a0hormon stres\u00a0karena masalah tidak kunjung selesai. Hal ini kemudian akan membuat Anda mudah tersinggung serta kesulitan untuk berkonsentrasi.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>3. Tingkatan stres berat<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dikenal sebagai fase kelelahan, stres yang terjadi secara terus-menerus membuat energi dalam tubuh habis. Tidak ada lagi benteng yang bisa menghadapi rasa stres. Anda akan menjadi mudah lelah, merasa gagal, depresi, hingga gelisah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Menurut ahli, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi stres, salah satunya dengan berolahraga. Olahraga dapat membuat tubuh melepaskan\u00a0hormon endorfin. Hormon tersebut dapat memperbaiki suasana hati dan meningkatkan kualitas tidur. Selain itu, aktivitas yang dapat dilakukan untuk menghilangkan stres di antaranya:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Meditasi<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Yoga dan\u00a0tai chi<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mandi untuk relaksasi<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Menulis jurnal pribadi<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Berbagi cerita dengan orang-orang yang dipercaya<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ketika stres tidak kunjung berakhir, Anda disarankan untuk segera mengunjungi ahli kesehatan mental. Sejumlah kondisi yang menjadi pertanda bahwa Anda memerlukan bantuan ahli, antara lain:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Prestasi kerja maupun sekolah mengalami penurunan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Mengonsumsi narkoba, alkohol, hingga tembakau untuk mengatasi stres<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Kebiasaan tidur dan makan berubah secara signifikan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Sering melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Mempunyai rasa takut dan cemas yang berlebihan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Merasa kesulitan untuk menjalani aktivitas<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Menarik diri dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitar<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Berpikir untuk melampiaskan rasa stres dengan menyakiti orang lain atau bunuh diri<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Efek stres yang dialami oleh masing-masing individu berbeda satu sama lain, bergantung pada tingkatan stres mereka. Tingkatan stres sendiri wajib menjadi perhatian supaya Anda dapat melakukan langkah penanganan yang tepat. Setiap orang pasti pernah mengalami stres. Efek stres pada masing-masing &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2487","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2487","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2487"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2487\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2489,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2487\/revisions\/2489"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2487"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2487"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2487"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}