{"id":2495,"date":"2022-06-16T08:50:30","date_gmt":"2022-06-16T01:50:30","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2495"},"modified":"2022-06-18T08:53:14","modified_gmt":"2022-06-18T01:53:14","slug":"mengenal-gejala-skizofrenia-hebefrenik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/06\/16\/mengenal-gejala-skizofrenia-hebefrenik\/","title":{"rendered":"Mengenal Gejala Skizofrenia Hebefrenik"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Skizofrenia hebefrenik umumnya digejalai dengan emosi yang tidak sesuai dan juga halusinasi yang singkat. Kondisi juga biasa disebut skizofrenia disorganisasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Istilah\u00a0skizofrenia\u00a0mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Skizofrenia sendiri merupakan gangguan mental serius yang paling sering terjadi.<\/p>\n<h2 id=\"mengenali-skizofrenia-hebefrenik\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Mengenali skizofrenia hebefrenik<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Salah satu tipe skizofrenia yang ada adalah skizofrenia hebefrenik. Tipe ini dicirikan dengan kelakuan liar atau konyol, emosi yang tidak sesuai, dan waham juga halusinasi yang singkat. Skizofrenia hebefrenik juga disebut skizofrenia disorganisasi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tipe skizofrenia ini seringkali menampilkan adanya perubahan perilaku ke arah primitif, kekanak-kanakan, dan tidak terstruktur. Biasanya skizofrenia hebefrenik mulai muncul sebelum usia 25 tahun.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Penderita skizofrenia hebefrenik juga tergolong aktif (tidak diam), tetapi tidak memiliki tujuan dan tidak terstruktur. Gangguan berpikir mereka terlihat jelas dan kontak mereka terhadap realita tergolong buruk.<\/p>\n<h2 id=\"gejala-umum-pada-penderita-skizofrenia-hebefrenik\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Gejala umum pada penderita Skizofrenia Hebefrenik<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Skizofrenia hebrefrenik adalah salah satu jenis skizofrenia yang ditandai dengan pola pikir tidak teratur. Skizofrenia ini diyakini sebagai bentuk yang paling parah. Skizofrenia sendiri pada umumnya akan memiliki gejala sebagai berikut:<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Delusi<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Delusi\u00a0adalah keyakinan yang salah terhadap suatu hal yang tidak didasari oleh kenyataan. Misalnya, Anda merasa sedang dirugikan atau dilecehkan, Anda merasa dilecehkan akibat komentar negatif yang ditujukan kepada Anda, Anda memiliki kemampuan atau ketenaran yang luar biasa, merasa orang lain jatuh cinta pada Anda. Delusi terjadi pada kebanyakan orang dengan skizofrenia.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Halusinasi<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Halusinasi\u00a0umumnya membuat Anda melihat atau mendengar hal-hal yang tidak nyata. Namun bagi penderita skizofrenia, mereka memiliki kekuatan dan pengaruh penuh dari pengalaman normal. Halusinasi dapat terjadi pada indera mana saja, namun mendengar suara adalah halusinasi yang paling umum ditemukan.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3.\u00a0<em>Disorganized thinking<\/em>\u00a0(pidato)<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Menurut\u00a0ahli, pemikiran yang tidak teratur umumnya juga turut disimpulkan dari ucapan yang tidak teratur. Komunikasi yang seharusnya efektif justru dapat terganggu, dan jawaban atas pertanyaan yang mungkin ingin diketahui menjadi tidak terkait. Terkadang, pidato mungkin akan mencakup kata-kata atau kalimat-kalimat yang tidak berarti dan sulit untuk dipahami.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Perilaku motorik yang sangat tidak teratur atau tidak normal<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kondisi ini mungkin terlihat dalam beberapa cara, dari kekonyolan seperti anak kecil hingga agitasi yang tak terduga. Perilaku ini tidak terfokus pada tujuan, sehingga sulit untuk melakukan suatu tugas. Perilaku dapat mencakup penolakan terhadap instruksi, postur tubuh yang tidak tepat, kurangnya respons, atau gerakan yang tidak berguna dan berlebihan.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Gejala negatif<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ini mengacu pada berkurangnya kemampuan untuk berkegiatan secara normal. Misalnya, penderita gejala negatif tersebut mungkin mengabaikan kebersihan pribadinya atau tampak kurang emosi (tidak melakukan kontak mata, tidak mengubah ekspresi wajah, atau berbicara dengan nada datar).<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, orang tersebut juga mungkin kehilangan minat dalam aktivitas sehari-hari, menarik diri secara sosial, atau tidak memiliki kemampuan untuk mengalami kesenangan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kemungkinan seseorang menderita skizofrenia hebefrenik jika didapati beberapa gejala di atas dalam waktu 2-3 bulan. Skizofrenia tipe ini pun dapat disembuhkan seperti\u00a0skizofrenia pada umumnya. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mengembalikan kondisi penderita bahkan sampai dapat kembali melakukan aktivitas sehari-hari seperti orang pada umumnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Skizofrenia hebefrenik umumnya digejalai dengan emosi yang tidak sesuai dan juga halusinasi yang singkat. Kondisi juga biasa disebut skizofrenia disorganisasi. Istilah\u00a0skizofrenia\u00a0mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Skizofrenia sendiri merupakan gangguan mental serius yang paling sering terjadi. Mengenali skizofrenia &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2495","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2495","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2495"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2495\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2496,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2495\/revisions\/2496"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2495"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2495"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2495"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}