{"id":2530,"date":"2022-06-30T15:47:27","date_gmt":"2022-06-30T08:47:27","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2530"},"modified":"2022-06-30T15:47:27","modified_gmt":"2022-06-30T08:47:27","slug":"apakah-diabetes-melitus-bisa-diturunkan-dari-genetik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/06\/30\/apakah-diabetes-melitus-bisa-diturunkan-dari-genetik\/","title":{"rendered":"Apakah Diabetes Melitus Bisa Diturunkan dari Genetik?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Diabetes Melitus (DM) atau yang akrab dikenal sebagai penyakit gula adalah penyakit kronis yang menyebabkan gangguan pada proses pengolahan gula darah menjadi energi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">DM ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah atau dikenal dengan istilah hiperglikemia. Bila tidak ditangani sedini mungkin, hiperglikemia dapat merusak organ seperti jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan serabut saraf.\u00a0 Ada banyak faktor yang menyebabkan penyakit gula, salah satunya adalah faktor genetik atau keturunan. Tapi benarkah demikian?<\/p>\n<h3 id=\"benarkah-genetik-memengaruhi-kondisi-diabetes\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Benarkah genetik memengaruhi kondisi diabetes?<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebelum mengetahui apakah diabetes disebabkan oleh faktor keturunan, ada baiknya mengetahui jenis-jenis diabetes yang dapat terjadi pada seseorang.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Diabetes terbagi menjadi beberapa tipe, yaitu tipe 1, tipe 2, serta diabetes tipe lain seperti Gestational Diabetes Mellitus (GDM), Maturity-Onset Diabetes of the Young (MODY), dan beberapa jenis lainnya. Diabetes yang paling umum terjadi di masyarakat adalah diabetes tipe 2.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Diabetes tipe 1<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">DM tipe 1 merupakan penyakit yang terjadi karena tubuh kekurangan insulin. Hal ini bisa terjadi karena seseorang memiliki kelainan genetik yang menyebabkan kerusakan dari sel pankreas, organ yang memproduksi insulin.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Insulin sendiri merupakan hormon alami tubuh yang berperan menjaga kadar gula darah tetap normal. Saat\u00a0pankreas rusak\u00a0maka tubuh tidak dapat memproduksi cukup insulin untuk menjaga kadar gula di dalam darah tetap normal.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Oleh karena itu, faktor genetik sangat besar pengaruhnya dalam menyebabkan diabetes tipe 1.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Diabetes tipe 2<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Diabetes tipe 2 adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh tubuh yang tidak dapat menggunakan insulin dengan normal. Diabetes jenis ini menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah. Diabetes melitus tipe 2 sebelumnya lebih sering terjadi pada orang dewasa. Namun sekarang penyakit ini juga kerap ditemukan pada anak-anak akibat kegemukan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jika dibandingkan dengan diabetes tipe 1, penyebab diabetes tipe 2 lebih beragam. Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2 adalah:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Gaya hidup yang jarang bergerak (<em>sedentary<\/em>)<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Pola makan yang tidak sehat (sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula)<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Memiliki kondisi kolesterol tinggi dan hipertensi<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Gangguan pada pankreas<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mengonsumsi alkohol<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Stres<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Gangguan tidur<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Menderita diabetes saat kehamilan<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu faktor genetik atau keturunan bisa memengaruhi terjadinya diabetes tipe 2. Jika seseorang memiliki anggota keluarga dengan riwayat diabetes tipe 2 maka ia akan memiliki risiko lebih besar mengalaminya juga. Namun hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.<\/p>\n<h3 id=\"cara-mencegah-diabetes-melitus\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Cara mencegah diabetes melitus<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pencegahan DM terdiri dari beberapa sisi, yaitu pengaturan pola makan dan aktivitas fisik.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>1. Menjaga pola makan<\/strong><\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Agar mencegah diabetes pola makan yang dianjurkan adalah cukup kalori, memiliki rasio atau perbandingan yang seimbang antara karbohidrat, protein dan lemak, serta menghindari makanan-makanan tinggi kalori seperti makanan cepat saji.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>2. Olahraga<\/strong><\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Aktivitas fisik yang dianjurkan untuk mencegah diabetes adalah olahraga dengan tingkat intensitas ringan-sedang (lari pagi, bersepeda, berenang, dan sebagainya) paling sedikit 30 menit per hari atau 150 menit per minggu.\u00a0Di samping kedua hal tersebut, pastikan evaluasi pola makan dan aktivitas fisik melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) guna menghindari obesitas.<\/p>\n<h3 id=\"penanganan-diabetes\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Penanganan diabetes<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Untuk menangani diabetes, menjaga pola makan yang sehat serta berolahraga adalah hal yang wajib dilakukan. Di samping itu dokter dapat memberikan pengobatan yang membantu menjaga kadar gula darah. Pastikan juga untuk rutin memeriksa kadar gula darah Anda dan berkonsultasi dengan dokter. Hal ini akan membantu memantau kadar gula Anda tetap normal.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bila mengalami gejala diabetes, segeralah berkonsultasi dengan dokter agar dapat ditangani dengan cepat. Berikut beberapa gejalanya:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Pandangan kabur<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Sering nyeri dada (indikasi penyumbatan pada pembuluh darah)<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Kesemutan atau baal di tangan atau kaki<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Lemas dan lelah<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Cepat haus<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Cepat lapar<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Sering buang air kecil<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Penurunan berat badan yang tidak disebabkan oleh penyakit lain atau diet<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Luka yang sulit sembuh<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Sering mengalami infeksi jamur<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Sakit kepala<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sampai saat ini, diabetes belum dapat disembuhkan. Hanya saja, kondisi ini dapat dikendalikan lewat menjaga pola hidup yang sehat. Oleh karena itu, pencegahan terhadap diabetes menjadi hal yang penting.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diabetes Melitus (DM) atau yang akrab dikenal sebagai penyakit gula adalah penyakit kronis yang menyebabkan gangguan pada proses pengolahan gula darah menjadi energi. DM ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah atau dikenal dengan istilah hiperglikemia. Bila tidak ditangani sedini &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2530","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2530","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2530"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2530\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2532,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2530\/revisions\/2532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2530"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2530"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2530"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}