{"id":2533,"date":"2022-07-01T10:16:57","date_gmt":"2022-07-01T03:16:57","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2533"},"modified":"2022-07-02T10:26:47","modified_gmt":"2022-07-02T03:26:47","slug":"manfaat-daun-belimbing-untuk-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/07\/01\/manfaat-daun-belimbing-untuk-kesehatan\/","title":{"rendered":"Manfaat Daun Belimbing untuk Kesehatan"},"content":{"rendered":"<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Belimbing mungkin sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Rasanya yang asam sering dijadikan sebagai bahan masakan hingga lalapan. Tak hanya buahnya, daun belimbing juga memiliki beragam khasiat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Potensi manfaat daun belimbing antara lain mengatasi infeksi, gigi berlubang, diare, demam, nyeri, luka bakar, hipertensi, dan diabetes, hingga menghambat pertumbuhan tumor.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Apa saja manfaat daun belimbing untuk kesehatan? Simak ulasannya berikut ini.<\/p>\n<h3 id=\"manfaat-daun-belimbing-wuluh\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Manfaat daun belimbing<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Belimbing\u00a0memiliki nama ilmiah\u00a0<em>Averrhoa bilimbi.\u00a0<\/em>Buah dan daun belimbing sudah sejak lama digunakan sebagai bahan masakan dan obat tradisional.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Potensi manfaat daun belimbing wuluh untuk kesehatan berasal dari kandungan senyawa aktif di dalamnya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berikut ini beberapa khasiat daun belimbing wuluh yang perlu Anda tahu:<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Mengatasi gigi berlubang<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Daun belimbing memiliki sifat antibakteri. Sifat ini berasal dari kandungan flavonoid, tanin, sulfur, dan asam format yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Gigi berlubang atau karies gigi\u00a0merupakan salah satu masalah kesehatan yang disebabkan oleh infeksi bakteri di mulut. Kondisi ini dapat mengakibatkan sakit gigi, gigi menjadi lebih sensitif, hingga gigi terasa ngilu saat mengonsumsi makanan atau minuman panas dan dingin.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dikutip dari\u00a0<em>Medical Journal of Lampung University<\/em><em>,\u00a0<\/em>ekstrak daun belimbing wuluh efektif menghambat pertumbuhan bakteri\u00a0<em>Streptococcus mutans\u00a0<\/em>penyebab karies gigi.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Mencegah infeksi\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain infeksi bakteri penyebab karies gigi, khasiat daun belimbing wuluh lainnya adalah ampuh mengatasi berbagai infeksi akibat virus dan jamur.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Lagi-lagi, manfaat ini berasal dari kandungan senyawa fenol dalam ekstrak daun belimbing wuluh yang mampu menghambat pertumbuhan virus, bakteri, dan jamur.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Penelitian dalam\u00a0<em>Jurnal Biota<\/em>\u00a0juga menyatakan bahwa ekstrak daun belimbing wuluh efektif melawan\u00a0<em>Candida albican<\/em><em>,\u00a0<\/em>yakni jamur penyebab infeksi di rongga mulut, kulit, atau vagina.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Menghambat pertumbuhan tumor<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Siapa sangka, daun belimbing juga berpotensi menghambat pertumbuhan tumor. Manfaat daun belimbing ini berasal dari kandungan senyawa tanin di dalamnya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tanin merupakan salah satu senyawa yang memiliki sifat antioksidan dan mampu menghambat pertumbuhan\u00a0tumor.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Mengatasi diare\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Manfaat ekstrak daun belimbing selanjutnya adalah mengatasi diare. Ini juga berasal dari kandungan senyawa tanin\u00a0dalam daun\u00a0<em>Averrhoa bilimbi<\/em>. Tanin diketahui juga memiliki sifat antidiare, sehingga bisa membantu mengatasi diare.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Mengurangi demam dan nyeri\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain bersifat antidiare, kandungan senyawa tanin dalam daun belimbing juga bersifat antipiretik. Artinya, daun belimbing wuluh berpotensi menurunkan suhu tubuh pada kondisi demam\u00a0dan mengurangi nyeri.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Mengatasi luka bakar\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Satu lagi potensi khasiat daun belimbing untuk kesehatan adalah membantu mengobati luka bakar. Ini juga berasal dari kandungan tanin di dalamnya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tanin banyak digunakan masyarakat sebagai pengobatan luka bakar, bahkan digunakan untuk mencegah pembusukan pada kulit.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>7. Menurunkan tekanan darah\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tak hanya buahnya, daun belimbing juga berpotensi mampu menurunkan tekanan darah tinggi, alias hipertensi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Penelitian terdahulu dalam\u00a0<em>Journal of Pharmacy &amp; BioAllied Sciences<\/em>\u00a0menyatakan bahwa ekstrak daun\u00a0<em>Averrhoa bilimbi\u00a0<\/em>menunjukkan efek antihipertensi yang berpotensi menurunkan tekanan darah tinggi.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>8. Menurunkan risiko diabetes\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Satu lagi potensi manfaat daun belimbing adalah mampu menurunkan risiko diabetes.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain buahnya, daun belimbing juga diketahui memiliki sifat antidiabetes. Penelitian menyatakan bahwa ekstrak daun <em>Averrhoa bilimbi\u00a0<\/em>mampu menurunkan kadar gula darah dan\u00a0trigliserida\u00a0secara signifikan, serta menghambat penyerapan kolesterol.<\/p>\n<div class=\"css-1chqh44\">\n<div class=\"css-ldo4d5\">\n<div id=\"div-gpt-ad-middleleaderboard\" class=\"css-4aach6\" data-google-query-id=\"CIPcv4af2fgCFQ-DcAodYQ0LfQ\">\n<div id=\"google_ads_iframe_21904292898\/SehatQ_Desktop\/Article_HidupSehat_9__container__\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Belimbing mungkin sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Rasanya yang asam sering dijadikan sebagai bahan masakan hingga lalapan. Tak hanya buahnya, daun belimbing juga memiliki beragam khasiat. Potensi manfaat daun belimbing antara lain mengatasi infeksi, gigi berlubang, diare, demam, nyeri, &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2533","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2533","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2533"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2533\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2535,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2533\/revisions\/2535"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2533"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2533"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2533"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}