{"id":2536,"date":"2022-07-02T10:33:17","date_gmt":"2022-07-02T03:33:17","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2536"},"modified":"2022-07-02T10:33:17","modified_gmt":"2022-07-02T03:33:17","slug":"aturan-dan-jadwal-minum-air-putih-yang-benar-untuk-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/07\/02\/aturan-dan-jadwal-minum-air-putih-yang-benar-untuk-kesehatan\/","title":{"rendered":"Aturan dan Jadwal Minum Air Putih yang Benar untuk Kesehatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Anjuran minum air putih yang tepat harus dipatuhi. Sebab, kekurangan maupun kelebihan asupan air putih, sama-sama dapat menyebabkan gangguan kesehatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cairan merupakan salah satu komponen penting yang sangat dibutuhkan tubuh. Untuk memenuhi asupan cairan tubuh, Anda dapat menyiasatinya dengan rutin minum air putih secara teratur dengan jumlah yang cukup. Selain memerhatikan jadwal minum air putih, terdapat juga aturan minum air putih yang perlu Anda ketahui.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pasalnya, kekurangan maupun kelebihan asupan air putih sama-sama dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Maka dari itu, simak dan terapkan aturan minum air putih berikut ini demi tubuh yang senantiasa sehat.<\/p>\n<h3 id=\"aturan-minum-air-putih-yang-benar\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Aturan minum air putih yang benar<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Anda mungkin terbiasa mendengar anjuran minum air putih minimal 8 gelas air per hari. Padahal, aturannya tidak seperti itu, lho. Jadi, seperti apa jadwal minum air putih yang sebaiknya dijalankan untuk menjaga kesehatan tubuh?<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Kebutuhan air putih bukan 8 gelas per hari<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tak banyak yang menyadari, minimal minum air putih sehari sebanyak 8 gelas\u00a0 tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat. Justru aturan minum air putih yang tepat menurut\u00a0Institute of Medicine\u2019s Food and Nutrition Board\u00a0adalah 2,7 liter per hari bagi wanita atau setara dengan 11.5 gelas air. Sementara itu, kebutuhan air minum per hari untuk pria adalah 3,7 liter air putih atau setara dengan 15.5 gelas air putih sehari.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Minum air putih setelah bangun tidur<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kemudian,\u00a0jadwal\u00a0minum air putih yang dianjurkan adalah minum air putih 1-2 gelas setiap harinya setelah bangun tidur.\u00a0Minum air putih setelah bangun tidur dapat membantu mengisi ulang kembali cairan yang hilang ketika Anda terlelap selama 7-8 jam. Selain itu, minum air putih setelah bangun tidur dapat membantu proses metabolisme tubuh serta membuang racun dari dalam tubuh.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Minum air putih sebelum makan<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Minum air putih sekitar 30 menit sebelum makan dapat membantu melancarkan proses pencernaan. Namun, jumlahnya juga perlu diperhatikan. Berapa gelas minum air putih sehari yang dianjurkan sebelum makan? Anda cukup minum air putih 1 gelas.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebab, kadar air putih yang berlebihan dapat mengganggu proses pelarutan makanan dan fungsi enzim yang diperlukan\u00a0saluran pencernaan\u00a0dalam mencerna makanan. Inilah yang menjadi anjuran minum air putih selanjutnya.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Minum air putih ketika merasa lelah<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Lebih dari 60% fungsi tubuh bergantung pada air, tak terkecuali otak dan sistem saraf. Kekurangan air dapat menyebabkan tubuh mengalami kelelahan, kehilangan konsentrasi, sakit kepala, depresi, kesulitan tidur dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Oleh sebab itu, waktu minum air putih yang baik untuk kesehatan adalah dengan membiasakan untuk selalu minum air putih ketika merasa lelah.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Minum air putih sebelum dan sesudah berolahraga<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Salah satu kegiatan yang dapat menyebabkan tubuh mengalami kekurangan cairan adalah berolahraga. Sebab ketika berolahraga, banyak cairan di dalam tubuh yang dikeluarkan melalui keringat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Maka dari itu, anjuran minum air putih untuk mencegah dehidrasi dan meningkatkan kekuatan otot tubuh adalah Anda disarankan minum air putih sebelum dan sesudah berolahraga.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Minum air putih sebelum tidur<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Setelah lelah menjalani aktivitas sepanjang hari, anjuran minum air putih lainnya adalah mengonsumsi air putih sebelum tidur. Langkah sederhana ini juga dapat meningkatkan kualitas tidur. Dengan demikian, tidur pun menjadi lebih nyenyak.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>7. Minum air putih ketika sakit<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Anjuran minum air putih yang tak kalah penting, yaitu jadwal minum air putih ketika sakit. Ternyata, air putih dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menyeimbangkan kadar cairan dalam tubuh yang diperlukan ketika sakit.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>8. Tidak minum air putih berlebihan<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jika kekurangan cairan dapat mengganggu fungsi organ tubuh, kelebihan cairan atau overhidrasi juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Overhidrasi terjadi akibat tubuh mengalami keracunan air atau hiponatremia.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Saat hal ini terjadi, kadar natrium dalam aliran darah menurun akibat kelebihan air. Pada kasus yang lebih parah, overhidrasi dapat menyebabkan tubuh mengalami kejang dan koma bahkan berujung pada kematian.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Individu yang mengalami overhidrasi akan merasakan gejala berupa sakit kepala, kram otot, mual, muntah dan diare. Hal ini terjadi karena ginjal menampung begitu banyak air.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu,\u00a0minum air putih secara berlebihan\u00a0juga dapat menyebabkan konsentrasi garam dalam darah berkurang. Akibatnya, terjadi pembengkakan di beberapa bagian tubuh.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Untuk menghindari bahaya overhidrasi, pastikan Anda mengikuti cara menghitung kebutuhan air minum per hari dengan cukup serta mengenali waktu merasa haus dan benar-benar saat membutuhkan air putih.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anjuran minum air putih yang tepat harus dipatuhi. Sebab, kekurangan maupun kelebihan asupan air putih, sama-sama dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Cairan merupakan salah satu komponen penting yang sangat dibutuhkan tubuh. Untuk memenuhi asupan cairan tubuh, Anda dapat menyiasatinya dengan rutin &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2536","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2536","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2536"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2536\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2537,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2536\/revisions\/2537"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2536"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2536"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2536"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}