{"id":2544,"date":"2022-07-06T14:13:41","date_gmt":"2022-07-06T07:13:41","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2544"},"modified":"2022-07-06T14:13:41","modified_gmt":"2022-07-06T07:13:41","slug":"manfaat-sayur-gambas-untuk-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/07\/06\/manfaat-sayur-gambas-untuk-kesehatan\/","title":{"rendered":"Manfaat Sayur Gambas untuk Kesehatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Manfaat sayur gambas memang tidak sepopuler sayuran lain, padahal sayur gambas ini tinggi vitamin dan mineral yang bisa mengatasi asam urat, bersifat antiradang, hingga mengatasi sinusitis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Manfaat sayur gambas (<em>Luffa acutangula<\/em>) untuk kesehatan cukup beragam. Namun sayang, masih banyak orang yang menyepelekan sayuran berwarna hijau dan lonjong ini.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dilihat dari bentuknya, oyong terlihat sangat mirip dengan\u00a0okra. Tidak heran, di Amerika Serikat dan Kanada, sayuran ini juga disebut sebagai okra Tiongkok.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Meski kebanyakan orang sudah familiar dengan oyong, tidak banyak orang yang tahu akan manfaatnya. Oleh karena itu, mari kenali beragam manfaat sayur oyong\u00a0 untuk kesehatan yang sayang jika dilewatkan.<\/p>\n<h3 id=\"manfaat-oyong-atau-gambas-untuk-kesehatan\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Manfaat Sayur gambas untuk kesehatan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain mirip okra, oyong juga mirip dengan mentimun. Hal ini tidak mengherankan karena kedua sayuran ini masih satu keluarga. Orang Asia, terutama di Indonesia, sudah tak asing lagi dengan rasa oyong yang lezat ketika dimasak menjadi sup. Tidak hanya itu, oyong juga kerap muncul di berbagai menu makanan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Meski kaya akan nutrisi, jarang yang tahu bahwa manfaat gambas baik untuk kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat oyong atau gambas bagi tubuh Anda:<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\">1. Bersifat antiradang<\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dipercaya, biji dari sayur oyong dapat digunakan sebagai\u00a0obat antiradang alami. Beberapa penelitian membuktikan, sifat antiradang itu datang dari kandungan flavonoid dan asam fenolik yang dikandung bijinya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ditambah lagi, biji sayur oyong juga bersifat analgesik (pereda nyeri). Itulah mengapa, para ahli percaya kalau biji oyong yang sudah diekstrak dapat meredakan rasa nyeri akibat penyakit peradangan.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Bisa melawan mikroba<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dalam dunia pengobatan tradisional India atau Ayurveda, manfaat oyong juga dipercaya dapat melawan berbagai mikroba penyebab penyakit, seperti infeksi jamur, bakteri, dan virus.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Para ahli menemukan, sayur oyong yang sudah dijadikan bubuk ternyata mengandung metanol dan etil asetat. Keduanya dipercaya mampu melawan bakteri, seperti\u00a0<em>E. Coli<\/em>,\u00a0<em>B. subtilis<\/em>,\u00a0<em>P. aeruginosa<\/em>, dan\u00a0<em>S. aureus<\/em>.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Mengatasi alergi<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berbagai studi menjelaskan bahwa semprotan hidung homeopati yang mengandung ekstrak sayur oyong,\u00a0<em>Galphimia<\/em>\u00a0<em>glauca<\/em>, histamin, dan sulfur dapat mengatasi berbagai gejala rhinitis alergi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dalam penelitian itu, para penderita rhinitis alergi menggunakan semprotan hidung homeopati sebanyak empat kali, selama 42 hari. Efek ini serupa dengan semprotan hidung yang mengandung obat cromolyn sodium.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Mengatasi sinusitis<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebuah penelitian menyatakan, penggunaan produk homeopati yang mengandung ekstrak oyong, lungmoss, dan kalium selama dua minggu, mampu mengatasi berbagai\u00a0gejala sinusitis.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Namun tentu saja, penelitian lebih lanjut masih diperlukan guna membuktikan manfaat oyong atau gambas yang satu ini.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Melangsingkan tubuh<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\">Manfaat sayur oyong selanjutnya adalah menurunkan berat badan. Sama seperti mentimun, oyong juga mengandung kadar air yang cukup tinggi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya itu, oyong juga\u00a0mengandung tinggi serat\u00a0dan rendah lemak jenuh. Itu artinya, mengonsumsi sayur oyong dapat mempertahankan rasa kenyang yang lebih lama.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Mengobati berbagai macam penyakit<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Manfaat sayur gambas dipercaya dapat mengobati berbagai macam penyakit. Namun, belum banyak penelitian yang membuktikan manfaat oyong yang satu ini.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berikut ini adalah berbagai macam penyakit atau keluhan medis yang dianggap bisa diobati dengan sayur oyong:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Nyeri<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Masalah menstruasi<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Pilek<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mengangkat\u00a0sel kulit mati\u00a0(dengan spons yang terbuat dari oyong)<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, belum banyak penelitian yang dapat membuktikan manfaat oyong di atas. Selain itu, masih belum ditemukan juga penjelasan mengenai bentuk oyong (pil, ekstrak atau bubuk) yang dapat digunakan dalam mengobati berbagai macam penyakit ini.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Itulah sebabnya Anda harus berkonsultasi pada dokter sebelum mencoba menggunakan sayur oyong untuk mengobati penyakit tertentu. Sebab, dokter bisa memberikan obat-obatan medis yang jauh lebih ampuh dibandingkan oyong.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>7. Mengatasi asam urat<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Khasiat oyong untuk asam urat dikenal ampuh karena kandungan karbohidrat, vitamin B1, vitamin C, kalsium, zat besi, dan fosfor di dalamnya. Oyong juga bisa mengatasi peradangan, sehingga kadar asam urat berlebih yang disebabkan oleh bengkak dan bisa mencegah nyeri otot serta sendi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manfaat sayur gambas memang tidak sepopuler sayuran lain, padahal sayur gambas ini tinggi vitamin dan mineral yang bisa mengatasi asam urat, bersifat antiradang, hingga mengatasi sinusitis. Manfaat sayur gambas (Luffa acutangula) untuk kesehatan cukup beragam. Namun sayang, masih banyak orang &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2544","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2544","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2544"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2544\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2546,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2544\/revisions\/2546"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2544"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2544"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2544"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}