{"id":2547,"date":"2022-07-07T14:57:33","date_gmt":"2022-07-07T07:57:33","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2547"},"modified":"2022-07-07T14:57:33","modified_gmt":"2022-07-07T07:57:33","slug":"manfaat-permen-karet-untuk-kesehatan-gigi-dan-tubuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/07\/07\/manfaat-permen-karet-untuk-kesehatan-gigi-dan-tubuh\/","title":{"rendered":"Manfaat Permen Karet untuk Kesehatan Gigi dan Tubuh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Permen karet diyakini memiliki potensi manfaat untuk menjaga kesehatan gigi. Namun, di samping itu mengunyah permen karet rendah gula ini juga baik untuk kesehatan tubuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengunyah permen memang menyenangkan, tidak hanya dari segi rasa tetapi juga teksturnya yang kenyal. Di samping itu, banyak orang yang merasa lebih konsentrasi ketika mengunyah permen karet saat beraktivitas. Sayangnya, kebanyakan permen karet mengandung gula yang cukup tinggi sehingga membuat Anda rentan terkena diabetes jika mengonsumsinya terlalu sering.<\/p>\n<h3 id=\"apa-manfaat-permen-karet-bebas-gula\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Apa manfaat permen karet?<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Permen karet merupakan jenis permen karet yang tidak menggunakan gula sebagai pemanisnya melainkan menggunakan pemanis buatan atau alami lain yang lebih rendah kalori.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pemanis dalam permen karet bebas gula biasanya terbuat dari stevia, aspartam, atau alkohol gula yang diambil dari buah-buahan. Alkohol gula yang sering digunakan dalam permen karet bebas gula adalah\u00a0xylitol, sorbitol, dan isomalt.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Permen karet bebas gula dapat menjadi pilihan Anda untuk menjaga kesehatan tubuh. Tidak adanya kandungan gula dalam permen karet bebas gula bukanlah satu-satunya daya tarik yang dapat memikat Anda.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Menurunkan berat badan<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Siapa sangka, hanya benda kecil seperti permen karet bebas gula dapat membantu Anda meraih berat ideal Anda.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi, permen karet bebas gula yang mengandung pemanis xylitol atau sorbitol dapat menimbulkan efek laksatif atau\u00a0melancarkan BAB\u00a0dengan meningkatkan kadar air dalam usus besar.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Namun, efek melancarkan pencernaan ini hanya bisa dirasakan ketika Anda mengunyah permen karet bebas gula dengan pemanis xylitol atau sorbitol dalam jumlah banyak. Tapi, hal ini jangan mendorong Anda untuk mengonsumsi permen karet bebas gula terlalu banyak. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik untuk kesehatan.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Mencegah gigi berlubang<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Mengunyah permen karet bebas gula bukan hanya membantu mengurangi konsumsi gula Anda, tetapi juga melindungi gigi dari potensi mengalami kerusakan dan lubang di gigi, khususnya jika permen karet bebas gula tersebut menggunakan pemanis xylitol.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Permen karet biasa mengandung gula yang tinggi yang dapat menjadi \u2018makanan\u2019 bagi bakteri jahat perusak gigi. Sementara itu, kandungan xylitol di permen karet bebas gula bisa menghambat pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang dan juga pemicu bau mulut.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ditambah lagi, saat mengunyah permen karet, produksi air liur yang berperan untuk membersihkan gigi akan bertambah. Hal ini juga dapat mencegah kondisi mulut kering.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Mengurangi plak gigi<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain tidak menyediakan makanan untuk bakteri perusak gigi, permen karet juga mampu mengurangi kemunculan dan pembentukan plak di gigi yang bisa berkembang menjadi karies atau karang gigi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Beberapa permen karet bebas gula diklaim dapat memutihkan gigi. Memang, sisa kotoran yang menempel pada gigi, seperti akibat kebiasaan merokok atau minum kopi dapat diatasi dengan mengunyah permen karet. Namun, hal ini tidak akan berdampak pada peningkatan warna alami gigi Anda.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kunyahlah permen karet bebas gula sesaat setelah makan selama 20 menit untuk merasakan manfaat ini.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Menguatkan enamel gigi<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Meskipun terdengar sederhana, nyatanya mengunyah permen karet bebas gula atau permen karet biasanya dapat menguatkan enamel atau lapisan terluar gigi dengan cara meningkatkan produksi air liur yang mengandung fosfat dan kalsium yang baik untuk gigi.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Menurunkan sensitivitas gigi akibat proses pemutihan gigi<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Memutihkan gigi berguna untuk menambah kecantikan saat tersenyum, tetapi salah satu efek samping sementaranya adalah peningkatan sensitivitas pada gigi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Mengunyah permen karet bebas gula mampu mengurangi sensitivitas gigi sehabis proses pemutihan gigi.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Membantu Anda berhenti merokok<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Permen karet bebas gula dengan nikotin dapat menjadi alternatif sehat Anda dalam mencapai tujuan menghentikan perilaku merokok Anda.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>7. Mencegah infeksi telinga pada anak-anak<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kandungan pemanis xylitol yang terkandung dalam beberapa permen karet bebas gula ditemukan dapat\u00a0mencegah infeksi telinga\u00a0bagian tengah pada anak-anak. Meski begitu, memberikan permen karet untuk dikonsumsi anak di bawah 7 tahun tidak direkomendasikan oleh ahli.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain 7 manfaat yang telah disebutkan di atas, sebuah\u00a0studi\u00a0juga menunjukkan bahwa khasiat permen karet bebas gula untuk asam lambung cukup efektif dalam mencegah naiknya asam lambung.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Permen karet diyakini memiliki potensi manfaat untuk menjaga kesehatan gigi. Namun, di samping itu mengunyah permen karet rendah gula ini juga baik untuk kesehatan tubuh. Mengunyah permen memang menyenangkan, tidak hanya dari segi rasa tetapi juga teksturnya yang kenyal. Di &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2547","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2547","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2547"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2547\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2549,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2547\/revisions\/2549"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2547"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2547"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2547"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}