{"id":2550,"date":"2022-07-08T15:00:12","date_gmt":"2022-07-08T08:00:12","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2550"},"modified":"2022-07-07T15:02:55","modified_gmt":"2022-07-07T08:02:55","slug":"manfaat-bihun-bagi-kesehatan-tubuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/07\/08\/manfaat-bihun-bagi-kesehatan-tubuh\/","title":{"rendered":"Manfaat Bihun bagi Kesehatan Tubuh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Bihun adalah makanan yang memiliki kalori sedang, rendah lemak, dan gluten free. Ini 5 manfaat bihun untuk kesehatan yang sayang Anda lewatkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bihun termasuk makanan yang cukup populer di Indonesia, bahkan Asia. Selain bisa menjadi alternatif sumber karbohidrat, bihun juga memiliki potensi manfaat bagi kesehatan tubuh.<\/p>\n<h2 id=\"apa-manfaat-bihun\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Apa manfaat bihun?<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan kandungan nutrisinya, bihun memiliki beberapa potensi manfaat bagi kesehatan, antara lain:<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Sumber energi\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebagaimana\u00a0sumber karbohidrat\u00a0lain, konsumsi bihun juga bisa meningkatkan dan mempertahankan tingkat energi tubuh. Ini karena sebagian besar kalori bihun berasal dari karbohidrat.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Alternatif makanan bebas gluten\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Hampir sebagian besar bihun termasuk makanan bebas gluten (<em>gluten free<\/em>) karena terbuat dari tepung beras.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Gluten adalah protein yang memicu respons kekebalan sehingga menyebabkan kerusakan usus dan gangguan pencernaan dengan gejala seperti kram, diare, atau perut kembung. Gluten biasanya terdapat dalam gandum (<em>wheat<\/em>), jelai (<em>barley<\/em>), atau gandum hitam (<em>rye<\/em>).<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dengan rasa dan tekstur yang mirip dengan produk gandum, bihun bisa menjadi alternatif makanan bebas gluten bagi orang yang menderita\u00a0penyakit celiac, sensitif terhadap gluten non-celiac, atau sedang menjalani diet\u00a0<em>gluten free.<\/em><\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Namun, tetap perhatikan informasi pada kemasan. Pasalnya, bisa saja produk bihun yang Anda beli memiliki kontaminasi silang dengan gluten.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Memelihara sistem kardiovaskular dan ginjal\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bihun termasuk makanan yang rendah natrium atau sodium. Kelebihan natrium dalam asupan sehari-hari dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan penyakit ginjal.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Itulah sebabnya, bihun bisa menjadi pilihan makanan rendah natrium yang baik untuk menjaga kesehatan\u00a0sistem kardiovaskular\u00a0dan ginjal.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Meski begitu, hindari penggunaan kecap atau garam berlebih dalam mengolah hidangan bihun. Pasalnya, hal tersebut bisa meningkatkan kandungan natrium di dalamnya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pastikan asupan natrium per hari tidak melebihi 2.300 mg atau sekitar satu sendok teh.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Menjaga kesehatan tiroid dan sistem imun\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bihun termasuk\u00a0makanan tinggi kandungan mineral selenium. 176 gram bihun bahkan dapat memenuhi 14% kebutuhan harian selenium.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selenium merupakan mineral penting dalam tubuh untuk menjaga fungsi hormon tiroid. Dikutip dari jurnal\u00a0<em>Molecules<\/em><em>,\u00a0<\/em>selenium juga bersifat antioksidan yang mampu menjaga sistem kekebalan tubuh.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Mendukung kesehatan tulang dan gigi<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bihun juga kaya akan kandungan fosfor. 56 gram bihun mengandung 87 mg fosfor, yang dapat memenuhi lebih dari 9% kebutuhan harian bagi orang dewasa.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya kalsium, fosfor juga dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Itulah sebabnya, konsumsi bihun dengan jumlah yang tepat bisa membantu tulang dan gigi Anda tetap sehat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bihun adalah makanan yang memiliki kalori sedang, rendah lemak, dan gluten free. Ini 5 manfaat bihun untuk kesehatan yang sayang Anda lewatkan. Bihun termasuk makanan yang cukup populer di Indonesia, bahkan Asia. Selain bisa menjadi alternatif sumber karbohidrat, bihun juga &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2550","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2550","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2550"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2550\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2551,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2550\/revisions\/2551"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2550"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2550"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2550"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}