{"id":2555,"date":"2022-07-12T10:54:07","date_gmt":"2022-07-12T03:54:07","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2555"},"modified":"2022-07-14T11:02:25","modified_gmt":"2022-07-14T04:02:25","slug":"apa-itu-psikotropika-kenali-golongan-dan-dampaknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/07\/12\/apa-itu-psikotropika-kenali-golongan-dan-dampaknya\/","title":{"rendered":"Apa Itu Psikotropika? Kenali Golongan dan Dampaknya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Psikotropika adalah zat ataupun obat yang dapat memicu halusinasi, ilusi, gangguan berpikir, perubahan perasaan secara tiba-tiba, hingga kecanduan pada penggunanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan psikotropika? Penggunaannya sering kali disalahgunakan sehingga bisa menyebabkan efek kecanduan bahkan kematian. Penyalahgunaan obat-obatan tersebut juga dapat membuat Anda terancam hukuman penjara. Supaya tidak keliru, simak penjelasan berikut ini.<\/p>\n<h3 id=\"apa-itu-psikotropika\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Apa itu psikotropika?<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pengertian psikotropika adalah zat ataupun obat yang dapat memicu\u00a0halusinasi, ilusi, gangguan berpikir, perubahan perasaan secara tiba-tiba, hingga kecanduan pada penggunanya. Obat ini bekerja dengan cara menurunkan fungsi otak dan merangsang susunan saraf pusat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jika digunakan dalam dosis yang tepat, psikotropika dapat membantu mengatasi beragam kondisi atau masalah kesehatan. Namun, karena risiko konsumsi dan efek samping yang cukup besar, obat ini tidak dapat dibeli secara bebas dan harus menggunakan resep dokter.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Psikotropika biasanya digunakan untuk mengobati kondisi yang berkaitan dengan kejiwaan. Sayangnya, tidak sedikit pengguna yang mengonsumsi obat-obatan tersebut tanpa izin dokter.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Perasaan senang dan ketenangan yang muncul sebagai efeknya sering kali disalahgunakan. Padahal hal tersebut bisa menyebabkan kecanduan, ketergantungan, bahkan kematian jika sudah parah.<\/p>\n<h3 id=\"golongan-obat-psikotropika\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Golongan obat psikotropika<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Di Indonesia, obat psikotropika dibagi menjadi empat golongan. Masing-masing golongan memiliki ciri khas dan jenis-jenisnya sendiri.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jenis obat yang masuk ke setiap golongan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia terbaru yaitu Nomor 23 tahun 2020 tentang\u00a0Penetapan dan Perubahan Penggolongan Psikotropika.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berikut adalah penjelasan dari jenis-jenis psikotropika yang perlu Anda ketahui.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Psikotropika golongan 1<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Obat yang masuk sebagai psikotropika golongan 1 memiliki kemungkinan tinggi menyebabkan kecanduan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, obat yang masuk ke dalam golongan ini termasuk sebagai obat-obatan terlarang yang penyalahgunaannya akan dijerat sanksi hukum.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Psikotropika golongan 1 bukanlah obat yang digunakan untuk pengobatan, melainkan murni obat terlarang dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Penyalahgunaannya bisa menyebabkan halusinasi dan membuat perasaan berubah secara drastis. Jika kecanduan yang terjadi sudah tergolong parah, maka penggunaan obat ini bisa mengarah pada kematian.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Contoh psikotropika\u00a0golongan I adalah:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Deskloroketamin dan semua isomer serta bentuk stereo kimianya<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">2F-deskloroketamin.<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Nama populer yang digunakan untuk menyebut obat-obatan golongan ini, antara lain\u00a0ekstasi, DOM, dan\u00a0LSD.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Psikotropika golongan 2<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Obat atau zat psikotropika golongan 2 juga bisa memicu kecanduan, tapi tidak separah golongan I.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Golongan obat ini dapat digunakan untuk pengobatan, tetapi hanya dengan pengawasan ketat dokter.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Contoh psikotropika\u00a0golongan 2 adalah amineptina, metilfenidat, sekobarbital, etilfenidat, etizolam, dan diclazepam.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Psikotropika golongan III<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Psikotropika golongan 3 bisa menimbulkan kecanduan tingkat sedang, di bawah golongan 1 dan 2. Obat ini sering digunakan dalam dunia medis untuk mengobati berbagai penyakit.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jika digunakan tidak sesuai dengan dosis yang tepat, obat golongan ini juga bisa menyebabkan kerja sistem di tubuh menurun drastis. Bahkan pada kondisi penyalahgunaan yang parah, bisa menyebabkan kematian.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Contoh obat psikotropika golongan 3 adalah amobarbital, butalbital, flunitrazepam, glutetimida, katina, pentazosina, pentobarbital, dan siklobarbital.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Psikotropika golongan 4<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Psikotropika golongan 4 memiliki risiko kecanduan paling rendah dibandingkan dengan golongan lainnya. Meski begitu, bukan berarti obat ini aman untuk digunakan sembarangan. Anda tetap memerlukan resep dari dokter karena dosisnya harus diatur dengan ketat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ada 62 jenis obat dan zat yang masuk dalam golongan ini. Beberapa contoh psikotropika golongan 4 adalah\u00a0diazepam,\u00a0lorazepam, alprazolam, klobazam, ketazolam, fenobarbital, etil amfetamina, metiprilon, dan nitrazepam.<\/p>\n<h3 id=\"dampak-penyalahgunaan-psikotropika\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Dampak penyalahgunaan psikotropika<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sama seperti obat-obatan yang ada, obat golongan psikotropika juga bisa menyebabkan efek samping.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berikut adalah dampak psikotropika yang dapat terjadi:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Gangguan jantung<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Pusing<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Teler atau tidak sadarkan diri dan sering mengantuk<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Perubahan nafsu makan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Lemas<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Gangguan fungsi seksual<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Gangguan tidur<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Kenaikan berat badan<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dalam dosis yang tepat, obat golongan ini dapat mengatur emosi dan\u00a0suasana hati. Namun, dampak yang dihasilkan bisa menjadi sebaliknya jika digunakan secara berlebihan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Misalnya, orang yang sudah kecanduan akan kesulitan untuk menangis meski perasaannya sedang benar-benar sedih.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, penyalahgunaan obat-obatan psikotropika dapat menimbulkan:<\/p>\n<ul class=\"css-z932a4\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>Halusinogen<\/strong><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pemakai dapat mengalami perubahan persepsi dan merasakan halusinasi yang berlebihan. Hal ini bisa memicu mereka melakukan hal yang berbahaya tanpa disadari, misalnya melompat dari gedung tinggi.<\/p>\n<ul class=\"css-z932a4\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>Stimulan<\/strong><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Psikotropika juga dapat bekerja sebagai stimulan, yang jika digunakan secara berlebihan, akan mengganggu kerja organ menjadi lebih berat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Orang yang kecanduan akan merasa lemas apabila belum mengonsumsi obat tersebut sehingga rantai candu sulit diputus.<\/p>\n<ul class=\"css-z932a4\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>Depresan<\/strong><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berfungsi sebagai\u00a0obat antidepresan, efek tenang yang dihasilkan psikotropika bisa membuat penggunanya tidur lebih nyenyak.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Namun, jika dipakai berlebihan, bukan tidak mungkin penggunanya akan tidur terus-menerus hingga sulit bangun alias tidak sadarkan diri.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Oleh sebab itu, bahaya psikotropika ini harus dihindari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Psikotropika adalah zat ataupun obat yang dapat memicu halusinasi, ilusi, gangguan berpikir, perubahan perasaan secara tiba-tiba, hingga kecanduan pada penggunanya. Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan psikotropika? Penggunaannya sering kali disalahgunakan sehingga bisa menyebabkan efek kecanduan bahkan kematian. Penyalahgunaan obat-obatan &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2555","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2555","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2555"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2555\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2557,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2555\/revisions\/2557"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2555"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2555"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2555"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}