{"id":2561,"date":"2022-07-14T11:16:24","date_gmt":"2022-07-14T04:16:24","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2561"},"modified":"2022-07-14T11:16:24","modified_gmt":"2022-07-14T04:16:24","slug":"perbedaan-darah-rendah-hipotensi-dan-kurang-darah-anemia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/07\/14\/perbedaan-darah-rendah-hipotensi-dan-kurang-darah-anemia\/","title":{"rendered":"Perbedaan Darah Rendah (hipotensi) dan Kurang Darah (anemia)"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Meski gejalanya sepintas mirip, ada perbedaan antara kurang darah (anemia) dan darah rendah (hipotensi). Darah rendah berhubungan dengan tekanan darah yang berada di bawah normal. Sementara itu, kurang darah adalah kondisi saat sel darah merah, khususnya hemoglobin, kurang dari normal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pucat, pusing dengan sensasi berputar adalah beberapa gejala yang muncul jika Anda mengalami tekanan darah rendah ataupun kurang darah. Meski punya gejala yang mirip, darah rendah dan kurang darah punya perbedaan yang sangat jelas.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Darah rendah (hipotensi) adalah kondisi ketika tekanan darah seseorang di bawah normal, yaitu 90\/60 mmHg. Sementara, kurang darah adalah kondisi yang merujuk pada anemia, yaitu kurangnya hemoglobin di dalam darah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Mengingat keduanya adalah kondisi yang berbeda, penyebab dan cara pengobatannya pun sangat berbeda. Simak ulasan lengkap tentang perbedaan darah rendah dan kurang darah dalam artikel berikut ini.<\/p>\n<h3 id=\"berbagai-perbedaan-darah-rendah-dan-kurang-darah\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Berbagai perbedaan darah rendah dan kurang darah<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Darah rendah\u00a0berhubungan dengan tekanan darah, dan disebut juga sebagai hipotensi. Sedangkan kurang darah adalah anemia. Kondisi saat hemoglobin seseorang berada di bawah normal.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Gejalanya memang bisa jadi mirip. Akan tetapi, keduanya berbeda. Berikut ini adalah perbedaan antara kurang darah dan darah rendah.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Penyebab kurang darah dan darah rendah<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kurang darah (anemia) umumnya disebabkan oleh penurunan produksi sel darah merah dan kondisi tertentu yang dapatt menyebabkan sel darah merah rusak ataupun bermasalah produksinya. Beberapa penyebab yang dapat berisiko menurunkan produksi sel darah merah, antara lain:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Kurangnya produksi sel darah merah karena kerusakan sumsum tulang<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Kekurangan zat gizi tertentu, seperti zat besi, vitamin B12, atau folat<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Hipotiroidisme<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kekurangan zat besi\u00a0adalah satu penyebab anemia alias kurang darah yang sangat umum. Selain itu, beberapa hal lain yang dapat menyebabkan anemia, antara lain perdarahan, haid, penyakit kronis (seperti kanker dan penyakit ginjal), kelainan genetik, dan prosedur pembedahan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, melansir\u00a0Mayo Clinic, penyebab tekanan darah rendah (hipotensi) bisa bervariasi, dari dehidrasi sampai kondisi kesehatan tertentu. Beberapa hal yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah, yaitu:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Dehidrasi<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Kehamilan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Gangguan jantung<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Gangguan endokrin<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Infeksi berat (septikemia)<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Reaksi alergi parah (anafilaksis)<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Konsumsi obat-obatan yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah.<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kehilangan darah dalam jumlah banyak bisa menyebabkan anemia, yang berujung pada menurunnya tekanan darah secara drastis. Walau anemia berat bisa menyebabkan tekanan darah turun. Tekanan darah yang rendah bukanlah penyebab anemia.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Perbedaan gejala darah rendah dan kurang darah<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Darah rendah dan kurang darah sama-sama menyebabkan kepala pusing kliyengan dan kelelahan. Namun, tekanan darah rendah lebih mungkin menyebabkan sakit kepala ketimbang anemia.\u00a0Ciri kurang darah\u00a0yang khas biasanya cenderung ke pusing dengan sensasi berputar, meski tak menutup kemungkinan sakit kepala mungkin saja terjadi.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Pengobatan darah rendah dan kurang darah<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Mengingat penyebabnya berbeda, cara mengatasi darah rendah dan pengobatan anemia pun punya perbedaan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Anemia disebabkan oleh kurangnya sel darah merah. Untuk\u00a0mengatasi kurang darah, kita harus tahu dulu apa yang menyebabkan anemia. Misalnya, jika anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi,\u00a0vitamin B12, dan folat, cara mengatasi kurang darah yang umumnya dianjurkan dokter adalah memberikan suplemen dan perubahan pola makan yang tepat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Makan makanan penambah darah, seperti hati ayam, bayam, dan jeruk bisa jadi salah satu caranya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Apabila produksi sel darah merah kurang karena adanya kerusakan sumsum tulang, dokter mungkin menyarankan operasi tertentu.\u00a0Transfusi darah\u00a0juga bisa diberikan pada pasien yang mengalami anemia berat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, darah rendah yang terhitung ringan biasanya tidak membutuhkan pengobatan. Bahkan, tak ada gejala yang muncul juga.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Seperti halnya anemia, darah rendah juga perlu ditangani sesuai penyebabnya. Beberapa cara mengatasi darah rendah yang umumnya dilakukan, antara lain:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Konsumsi lebih banyak garam karena natrium dapat meningkatkan tekanan darah<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Minum lebih banyak air<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Kenakan stoking kompresi<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Pemberian obat-obatan darah rendah<\/li>\n<\/ul>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Perbedaan cara mengetahui darah rendah dan kurang darah<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Perbedaan lain yang cukup kentara antara darah rendah dan kurang darah adalah cara pemeriksaannya. Untuk memastikan Anda mengalami anemia atau tidak, Anda perlu melakukan tes darah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Beberapa tes darah untuk pemeriksaan anemia adalah\u00a0tes darah lengkap dan pemeriksaan bentuk sel darah merah. Sementara itu, untuk mengetahui apakah Anda mengalami tekanan darah rendah, Anda hanya membutuhkan tensimeter untuk mengukur tekanan darah Anda. Cara ini cenderung lebih praktis.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Beberapa pemeriksaan penunjang lain untuk mengetahui tekanan darah rendah (hipotensi), antara lain:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Tes darah: untuk memeriksa beberapa\u00a0penyebab darah rendah, seperti hipoglikemia, hiperglikemia, atau anemia.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">EKG: untuk mengukur aktivitas kelistrikan di jantung serta mengetahui seberapa cepat atau lambat jantung berdetak.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\"><em>Tilt table test<\/em>\u00a0(tes meja miring): tes ini bertujuan untuk melihat reaksi tubuh terhadap perubahan posisi. Sebab, perubahan posisi bisa memengaruhi tekanan darah. Detak jantung dan tekanan darah akan dipantau selama tes.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meski gejalanya sepintas mirip, ada perbedaan antara kurang darah (anemia) dan darah rendah (hipotensi). Darah rendah berhubungan dengan tekanan darah yang berada di bawah normal. Sementara itu, kurang darah adalah kondisi saat sel darah merah, khususnya hemoglobin, kurang dari normal. &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2561","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2561","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2561"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2561\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2562,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2561\/revisions\/2562"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2561"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2561"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2561"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}