{"id":2584,"date":"2022-07-21T11:09:52","date_gmt":"2022-07-21T04:09:52","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2584"},"modified":"2022-07-25T11:16:21","modified_gmt":"2022-07-25T04:16:21","slug":"cara-menghindari-dan-mengatasi-computer-vision-syndrome","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/07\/21\/cara-menghindari-dan-mengatasi-computer-vision-syndrome\/","title":{"rendered":"Cara Menghindari dan Mengatasi Computer Vision Syndrome"},"content":{"rendered":"<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jika aktivitas di depan komputer tak mungkin dihindari karena tuntutan pekerjaan, kabar baiknya ada cara untuk menghindari CVS<em>.\u00a0<\/em>Mulai dari\u00a0posisi duduk yang benar\u00a0hingga mengatur pencahayaan komputer, ini beberapa cara menghindari\u00a0<em>computer vision syndrome:<\/em><\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Atur monitor komputer<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jika sehari-hari Anda menghabiskan waktu berjam-jam di depan\u00a0<em>computer screen<\/em>, pastikan pengaturan monitor sudah tepat. Jarak ideal monitor dengan mata adalah 50\u201360 cm. Ketinggian monitor pun harus diatur agar bisa melihat dengan mudah ke bagian tengah layar.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Pencahayaan monitor<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebaiknya gunakan filter untuk mereduksi cahaya yang memantul dan membuat sulit melihat ke layar. Atur pula\u00a0<em>refresh rate\u00a0<\/em>komputer antara 70\u201385 Hz agar tidak menyebabkan\u00a0<em>flicker\u00a0<\/em>di layar. Sementara, untuk pencahayaan monitor, pastikan agar tidak terlalu terang atau gelap.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Cahaya ruangan<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Lokasi komputer di ruangan sebaiknya tidak membelakangi atau berada di depan jendela. Semakin menyilaukan cahaya yang masuk, rentan menyebabkan mata menjadi kering dan lelah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jika komputer berada di depan jendela, sebaiknya gunakan tirai untuk mengurangi cahaya yang masuk. Jika Anda menggunakan lampu meja, pastikan cahayanya tidak langsung mengarah ke wajah. Arah lampu yang ideal adalah ke bawah, yaitu ke arah meja komputer.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Senam mata<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Aturan 20-20-20 harus dilakukan terutama jika harus beraktivitas seharian di depan layar untuk menghindari\u00a0<em>computer vision syndrome.\u00a0<\/em>Artinya, setiap 20 menit lihatlah menjauh dari layar hingga 20 kaki (6 meter) selama 20 detik. Lihat benda yang berada sekitar 6 meter dari tempat duduk.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Senam mata\u00a0ini dapat mengurangi rasa lelah pada otot mata. Selain itu, lakukan juga latihan melihat objek yang jauh selama 10\u201315 detik, lalu bergantian ke objek yang dekat untuk membuat mata lebih rileks dan kembali fokus.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Kualitas udara ruangan<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Udara di ruangan tempat Anda bekerja juga berpengaruh terhadap seberapa rentannya mata menjadi kering atau lelah. Jika udara cenderung kering, gunakan\u00a0<em>humidifier\u00a0<\/em>untuk melembapkan udara. Sebisa mungkin, jangan berada di lokasi dengan arah angin dari kipas atau jendela langsung ke arah mata.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ruangan juga sebaiknya steril dari asap rokok maupun residu\u00a0<em>thirdhand smoke<\/em><em>.\u00a0<\/em>Adanya asap rokok ini bisa menyebabkan iritasi mata dalam waktu cepat.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Ambil jeda<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jika harus seharian berada di depan layar komputer, ambil waktu untuk jeda sesering mungkin. Tak perlu lama, hanya perlu waktu beberapa menit asalkan konsisten. Jeda bisa dimanfaatkan untuk\u00a0<em>stretching,\u00a0<\/em>berjalan kaki singkat, atau melakukan gerakan lain agar tubuh tidak terasa lelah.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>7. Jaga asupan cairan<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Mengantisipasi\u00a0<em>computer vision syndrome\u00a0<\/em>juga bisa dilakukan dengan menjaga asupan cairan tetap terpenuhi.\u00a0Dehidrasi\u00a0dapat membuat gejala mata kering kronis menjadi semakin buruk. Menatap layar komputer berlama-lama tanpa mendapat asupan cairan yang cukup pun bisa menyebabkan CVS<em>.<\/em><\/p>\n<h3 id=\"cara-mengatasi-computer-vision-syndrome\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Cara mengatasi\u00a0<\/strong><strong><em>computer vision syndrome<\/em><\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain menerapkan cara menghindari CVS di atas, Anda juga bisa ke dokter mata untuk memeriksakan kondisi mata Anda dengan berbagai tes dan pemeriksaan. Terlebih jika gejala\u00a0<em>computer eye strain\u00a0<\/em>tak kunjung hilang atau semakin memburuk.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dikutip dari\u00a0<em>American Optometric Association<\/em>\u00a0beberapa cara mengatasi CVS yang direkomendasikan dokter antara lain:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Menggunakan kacamata atau lensa kontak khusus<\/strong>\u00a0yang diresepkan oleh dokter. Alat ini bertujuan memaksimalkan kemampuan dan kenyamanan visual Anda selama menatap layar digital, bahkan bagi Anda yang tidak menggunakan kacamata bantu sehari-hari.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Terapi penglihatan atau pelatihan visual<\/strong>\u00a0yang disarankan dokter. Ini merupakan program aktivitas visual terstruktur yang bertujuan meningkatkan kemampuan visual. Terapi ini melatih agar mata dan otak bekerja sama lebih efektif.<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Seberapa genting dan pentingnya pekerjaan, tetap kesehatan mata lebih krusial. Cegah\u00a0<em>computer vision syndrome\u00a0<\/em>dengan melakukan cara menghindari CVS saat menggunakan\u00a0<em>gadget\u00a0<\/em> yang sudah dibahas di atas. Langkah-langkah di atas sangat mudah dilakukan dan efektif untuk melindungi mata dari kelelahan, kondisi terlalu kering, hingga iritasi. Jika gejala CVS tak kunjung hilang, segera periksakan diri ke dokter mata untuk memastikan kondisi dan pengobatan yang tepat untuk Anda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika aktivitas di depan komputer tak mungkin dihindari karena tuntutan pekerjaan, kabar baiknya ada cara untuk menghindari CVS.\u00a0Mulai dari\u00a0posisi duduk yang benar\u00a0hingga mengatur pencahayaan komputer, ini beberapa cara menghindari\u00a0computer vision syndrome: 1. Atur monitor komputer Jika sehari-hari Anda menghabiskan waktu &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2584","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2584","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2584"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2584\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2586,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2584\/revisions\/2586"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2584"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2584"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2584"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}