{"id":2595,"date":"2022-07-25T14:38:25","date_gmt":"2022-07-25T07:38:25","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2595"},"modified":"2022-07-25T14:38:25","modified_gmt":"2022-07-25T07:38:25","slug":"jenis-sayuran-untuk-penambah-darah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/07\/25\/jenis-sayuran-untuk-penambah-darah\/","title":{"rendered":"Jenis Sayuran untuk Penambah Darah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mencegah dan mengatasi anemia, Anda bisa mengubah pola makan. Salah satunya dengan mengonsumsi jenis sayuran penambah darah. Mulai dari jamur, tomat, hingga kentang.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berbagai sayuran untuk menambah darah ini mengandung berbagai nutrisi, seperti zat besi, vitamin C, hingga folat yang fungsinya membantu tubuh memproduksi sel darah merah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Anda juga bisa mengubah pola makan dengan mengonsumsi\u00a0makanan penambah darah.\u00a0Ini dilakukan untuk mencegah sekaligus mengatasi jenis\u00a0anemia defisiensi zat besi\u00a0dan\u00a0anemia defisiensi vitamin, seperti jenis sayuran di bawah ini:<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Bayam<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bayam adalah sayuran penambah darah yang sudah tak asing lagi di lidah orang Indonesia. Siapa sangka, dalam 100 gram bayam terdapat 2,7 miligram zat besi. Jika Anda rajin mengonsumsinya, ini bisa membantu menjaga produksi sel darah merah di dalam tubuh.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ditambah lagi,\u00a0bayam juga dilengkapi dengan vitamin C, yang bisa membantu tubuh menyerap zat besi lebih baik. 100 gram juga bayam mengandung 1,1 lebih banyak zat besi dibandingkan daging merah. Jadi, jangan remehkan sayuran penambah darah ini, ya!<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Kale<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Walaupun tidak mengandung zat besi sebanyak bayam, kale tidak boleh diremehkan. Sayuran penambah darah ini\u00a0 mengandung vitamin A, yang juga membantu tubuh memproduksi sel darah merah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dalam 100 gram kale yang direbus, terdapat 1 miligram zat besi yang bisa membantu tubuh memproduksi lebih banyak sel darah merah untuk mencegah dan\u00a0mengatasi anemia.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Collard<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Masih dari keluarga sayuran hijau, kali ini ada collard yang masuk dalam golongan sayuran penambah darah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dalam satu cangkir collard rebus, terdapat 2,2 miligram zat besi di dalamnya. Luar biasa, bukan? Tidak hanya itu, collard juga mengandung vitamin C sebanyak 34,6 miligram, yang ampuh membantu tubuh menyerap zat besi.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Kentang<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sayuran penambah darah selanjutnya sering kali dijadikan sebagai pengganti nasi, karena mengandung karbohidrat cukup tinggi. Ya, kentang mengandung 3,2 miligram zat besi di setiap 295 gram-nya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya itu, sayuran penambah darah ini juga bisa memenuhi 46% kebutuhan harian vitamin C Anda, sehingga tubuh mampu menyerap zat besi lebih baik.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Jamur<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Beberapa jenis jamur mengandung zat besi, contohnya jamur putih yang mengandung 2,7 miligram zat besi setiap satu cangkirnya. Selain itu,\u00a0jamur tiram\u00a0bahkan mengandung dua kali lebih banyak zat besi dibandingkan jamur putih.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Wortel<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain zat besi,\u00a0tubuh juga membutuhkan vitamin A\u00a0agar kadar sel darah merah terjaga. Salah satu jenis sayuran untuk menambah darah yang mengandung vitamin A adalah wortel.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Setengah cangkir wortel mengandung 459 mikrogram vitamin A atau setara dengan 184% kebutuhan harian Anda.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>7. Ubi jalar<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tembaga adalah zat nutrisi yang dapat membantu sel darah merah mendapatkan akses ke zat besi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kandungan tembaga inilah yang menjadi alasan mengapa ubi jalar dipercaya sebagai sayuran penambah darah. Dalam 100 gram ubi jalar, terdapat 0,3 miligram tembaga. Ditambah lagi, sayuran ini juga mengandung zat besi sebanyak 2,1 miligram.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>8. Paprika merah<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Paprika merah adalah sayuran penambah darah yang mengandung vitamin A. Alasannya, karena kandungannya dapat membantu penyerapan zat besi dari sumber makanan lainnya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebenarnya, vitamin A yang terkandung dalam paprika merah masih berbentuk beta karoten. Namun saat masuk ke dalam tubuh, beta karoten akan diubah menjadi vitamin A.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>9. Brokoli<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Brokoli\u00a0mengandung banyak nutrisi, seperti serat, vitamin C, vitamin K, zat besi, folat, dan juga kalium. Selain itu, brokoli juga mengandung lebih banyak protein daripada sayuran lainnya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kandungan vitamin C dan zat besi inilah yang membuat brokoli berfungsi sebagai sayuran untuk menambah darah. Transportasi oksigen dalam sel darah pun menjadi lancar.<\/p>\n<div class=\"css-hsw2c8\">\n<p class=\"chakra-text css-mox14a\" style=\"text-align: justify;\">Baca Juga<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk mencegah dan mengatasi anemia, Anda bisa mengubah pola makan. Salah satunya dengan mengonsumsi jenis sayuran penambah darah. Mulai dari jamur, tomat, hingga kentang. Berbagai sayuran untuk menambah darah ini mengandung berbagai nutrisi, seperti zat besi, vitamin C, hingga folat &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2595","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2595","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2595"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2595\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2596,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2595\/revisions\/2596"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2595"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2595"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2595"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}