{"id":2597,"date":"2022-07-26T15:07:18","date_gmt":"2022-07-26T08:07:18","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2597"},"modified":"2022-07-26T15:07:18","modified_gmt":"2022-07-26T08:07:18","slug":"apa-itu-disabilitas-dan-difabel-yang-penting-anda-ketahui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/07\/26\/apa-itu-disabilitas-dan-difabel-yang-penting-anda-ketahui\/","title":{"rendered":"Apa itu Disabilitas dan Difabel yang Penting Anda Ketahui!!!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Perbedaan difabel dan disabilitas penting Anda ketahui. Meskipun keduanya sama-sama menggambarkan kondisi seseorang yang mengalami kekurangan baik dari fisik atau pun mental, difabel lebih sopan untuk Anda gunakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda pasti sudah sering mendengar istilah disabilitas dan difabel. Faktanya walaupun terdengar sama, tetapi kedua istilah ini memiliki arti yang berbeda. Kedua istilah ini lah yang saat ini digunakan untuk menggantikan istilah penyandang cacat untuk menjelaskan kondisi seseorang tidak bisa melakukan aktivitas seperti orang normal dan sehat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini dikarenakan, penyandang cacat terdengar cenderung kasar, tidak sopan, dan merendahkan bagi penderitanya. Oleh karena itu, istilah difabel dan disabilitas hadir untuk menggantikan penyandang cacat. Kedua istilah ini memiliki perbedaan makna yang cukup jelas. Supaya tidak salah dalam penyebutannya, ini perbedaan istilah disabilitas dan difabel.<\/p>\n<h3 id=\"apa-yang-dimaksud-disabilitas\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Apa yang dimaksud disabilitas?<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Disabilitas merupakan kondisi pembatasan aktivitas dikarenakan adanya keterbatasan fisik, intelektual, mental atau sensorik dalam jangka waktu yang lama. Penderita disabilitas akan mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan lingkungan sekitar berdasarkan kesamaan hak.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Terdapat empat jenis disabilitas yaitu:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Disabilitas fisik: Amputasi, lumpuh, paraplegi,\u00a0stroke, disabilitas akibat kusta, cerebral palsy (CP).<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Disabilitas intelektual: Down syndrome, kretinisme, mikrosefali, makrosefali, dan skafosefali.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Disabilitas mental:\u00a0Skizofrenia, demensia, afektif bipolar, retardasi mental.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Disabilitas sensori: disabilitas netra, disabilitas rungu, dan\u00a0disabilitas wicara.<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pengertian disabilitas ini memang cukup kompleks dan menggambarkan interaksi antara gerakan tubuh seseorang dengan orang lain yang berada di lingkungan sekitarnya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebagai contoh, seseorang menderita\u00a0cerebral palsy\u00a0(kelainan gerakan otot) mengalami kesulitan berjalan dan bergerak karena kakinya kaku dan terasa kencang. Kondisi inilah yang disebut sebagai disabilitas. Namun kondisi disabilitas ini bisa dikurangi dengan alat bantu berjalan dan juga terapi fisik.<\/p>\n<h3 id=\"apa-itu-difabel\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Apa itu difabel?<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Secara umum istilah difabel merupakan bentuk yang lebih halus dan sopan untuk menggambarkan kondisi seseorang yang mengalami disabilitas. Difabel merupakan kondisi seseorang yang bermasalah dengan struktur atau organ tubuh seperti, kecacatan yang mengakibatkan adanya batasan fungsional yang berkaitan dengan aktivitas penderitanya. Difabel juga lebih mengacu pada keterbatasan peran dalam kehidupan sehari-harinya di dalam masyarakat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Contohnya, seseorang penderita cerebral palsy tadi tetap dapat memenuhi perannya seperti orang normal. Ia tetap bisa menjadi murid di sekolah, warga yang baik di lingkungan masyarakat, dan seorang anak di rumah, meski memiliki keterbatasan fisik.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Karena melakukan terapi fisik dan dengan bantuan alat bantu kondisinya perlahan membaik dan bisa beraktivitas dengan normal seperti teman-teman dan orang di sekitarnya. Orang-orang dengan keterbatasan fisik yang menjalani peran selayaknya orang normal inilah yang disebut sebagai difabel.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perbedaan difabel dan disabilitas penting Anda ketahui. Meskipun keduanya sama-sama menggambarkan kondisi seseorang yang mengalami kekurangan baik dari fisik atau pun mental, difabel lebih sopan untuk Anda gunakan. Anda pasti sudah sering mendengar istilah disabilitas dan difabel. Faktanya walaupun terdengar &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2597","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2597","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2597"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2597\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2598,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2597\/revisions\/2598"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2597"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2597"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2597"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}