{"id":2602,"date":"2022-07-28T15:27:20","date_gmt":"2022-07-28T08:27:20","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2602"},"modified":"2022-07-28T15:27:20","modified_gmt":"2022-07-28T08:27:20","slug":"kandungan-dan-manfaat-semangka-kuning","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/07\/28\/kandungan-dan-manfaat-semangka-kuning\/","title":{"rendered":"Kandungan dan Manfaat Semangka Kuning?"},"content":{"rendered":"<p>Semangka kuning sama seperti semangka merah, hanya saja tidak mengandung likopen, zat yang membuat semangka berwarna merah. Meski demikian, warna semangka ini tidak menentukan rasanya. Bahkan ada kalanya semangka kuning memiliki rasa lebih manis dibandingkan dengan semangka merah, dengan sedikit rasa seperti madu.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Semangka kuning adalah semangka merah yang sangat sedikit mengandung pigmen dan\u00a0likopen. Kandungan kedua substansi inilah yang membuat semangka berwarna merah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Meski demikian, warna semangka ini tidak menentukan rasanya. Bahkan ada kalanya semangka kuning memiliki rasa lebih manis dibandingkan dengan semangka merah, dengan sedikit rasa seperti madu.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Menengok sejarahnya, semangka kuning pertama kali ditanam di Afrika. Berdasarkan penelitian dalam Journal of Food Composition and Analysis, memang benar bahwa semangka kuning tidak mengandung likopen.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Rupanya, substansi seperti likopen tak hanya memberi warna merah pada semangka saja tapi juga pada buah dan sayur lain seperti tomat.<\/p>\n<h3 id=\"kandungan-nutrisi-semangka-kuning\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\"><strong>Kandungan nutrisi semangka kuning<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Sama seperti\u00a0semangka merah, semangka kuning juga mengandung banyak nutrisi. Hanya saja, ada sedikit perbedaan. Berdasarkan penelitian, kandungan nutrisi dari semangka kuning adalah:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Vitamin A: 18% kebutuhan harian<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Vitamin C: 21% kebutuhan harian<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Kalori: 50<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Potasium<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Sodium<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Beta-karoten<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Meski semangka kuning tidak mengandung likopen, namun semangka ini mengandung\u00a0beta-karoten\u00a0yang juga merupakan antioksidan. Jenis antioksidan seperti ini sama seperti yang ada pada wortel dan kentang.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Semangka termasuk salah satu buah populer dan mudah ditemukan. Namun seringkali, ada saja yang salah dalam menyimpan atau mengolahnya sehingga kualitasnya berkurang.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Untuk itu, simak beberapa tip menyimpan semangka berikut ini:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Semangka bisa disimpan di kulkas selama 2-3 minggu sebelum dipotong<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Setelah dipotong, tutup bagian yang sudah terbuka<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Sebelum memotong semangka kuning, cuci terlebih dahulu untuk menghindari residu pestisida dan zat kimia lainnya<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Setelah 3-5 hari di kulkas, rasa manis dari semangka kuning bisa berkurang<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Pastikan wadah atau tempat menyimpan semangka benar-benar kering<\/li>\n<\/ul>\n<h3 id=\"manfaat-semangka\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\"><strong>Manfaat semangka<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Beberapa manfaat semangka untuk kesehatan di antaranya:<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>Menurunkan tekanan darah<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Semangka adalah sumber sitrulina, asam amino yang membuat pembuluh darah lebih rileks. Dengan demikian, semangka dapat membantu mengurangi tekanan darah terutama bagi penderita hipertensi.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>Menurunkan kadar gula darah<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Kandungan arginine dalam semangka bisa berpengaruh terhadap insulin. Artinya, risiko naiknya gula darah hingga diabetes tipe 2 juga bisa dikurangi.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>Mengurangi pegal setelah berolahraga<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Seusai kegiatan fisik atau olahraga cukup berat, terkadang muncul rasa pegal atau\u00a0nyeri otot. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa jus semangka dapat mengurangi rasa pegal setelah berolahraga.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Perlu diingat pula bahwa semangka termasuk buah dengan kandungan fruktosa cukup tinggi. Pada orang tertentu, fruktosa bisa menyebabkan rasa tidak nyaman pada sistem pencernaan, seperti mual, begah, kram, diare, hingga konstipasi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Selain itu, penderita gangguan usus besar atau\u00a0<em>irritable bowel syndrome\u00a0<\/em>disarankan tidak mengonsumsi semangka karena kandungan yang bisa jadi dirasa sensitif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semangka kuning sama seperti semangka merah, hanya saja tidak mengandung likopen, zat yang membuat semangka berwarna merah. Meski demikian, warna semangka ini tidak menentukan rasanya. Bahkan ada kalanya semangka kuning memiliki rasa lebih manis dibandingkan dengan semangka merah, dengan sedikit &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2602","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2602","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2602"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2602\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2604,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2602\/revisions\/2604"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2602"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2602"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2602"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}