{"id":2670,"date":"2022-08-16T13:59:49","date_gmt":"2022-08-16T06:59:49","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2670"},"modified":"2022-08-22T14:27:11","modified_gmt":"2022-08-22T07:27:11","slug":"kandungan-gizi-dan-manfaat-kolang-kaling-untuk-tulang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/08\/16\/kandungan-gizi-dan-manfaat-kolang-kaling-untuk-tulang\/","title":{"rendered":"Kandungan Gizi dan Manfaat Kolang-Kaling untuk Tulang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Manfaat kolang-kaling untuk tulang adalah membantu menjaga kepadatan dan mencegah osteoporosis. Konsumsi secara rutin, tapi hindari kolang-kaling dengan gula berlebih.Kolang-kaling merupakan salah satu buah yang cukup populer sebagai campuran sop buah atau kolak. Karena rasanya yang enak, kolang-kaling juga biasanya dijadikan manisan. Bentuk buahnya kecil-kecil berwarna putih bening dengan tekstur kenyal dan padat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kolang-kaling berasal dari buah pohon aren atau enau (<em>Arenga pinnata)<\/em>\u00a0yang juga dikenal sebagai buah atep. Buah ini cukup banyak ditemui di negara Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Biasanya, buah aren yang dimanfaatkan untuk kolang-kaling adalah buah yang setengah matang agar mudah diolah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Setelah dipetik, buah aren dibakar terlebih dulu untuk menghilangkan getahnya yang dapat membuat gatal. Setelah itu, daging buah aren tersebut dikeluarkan dari kulitnya dan dipipihkan satu persatu. Sebelum dikonsumsi, daging buah aren direndam untuk menghilangkan kotoran yang tersisa.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Untuk kandungan gizinya, kolang-kaling kaya akan nutrisi yang sangat baik untuk tubuh.\u00a0Kandungan gizi kolang-kaling\u00a0tersebut adalah sebagai berikut.<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Kalsium<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Fosfor<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Serat<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Protein<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Karbohidrat<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Vitamin C<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Karena kandungan gizi inilah, kolang-kaling sangat bermanfaat untuk kesehatan. Misalnya, kolang-kaling dapat melancarkan pencernaan karena kaya akan serat. Kolang-kaling juga dapat menghidrasi tubuh karena kadar airnya yang cukup tinggi. Sementara, kandungan vitamin C dalam kolang-kaling dapat berfungsi sebagai antioksidan yang dapat melindungi sel tubuh dari radikal bebas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain enak dan menyegarkan, kolang-kaling juga memiliki beragam manfaat untuk kesehatan,terutama untuk kesehatan tulang. Yuk, simak apa saja manfaat kolang-kaling untuk tulang.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Manfaat kolang-kaling untuk tulang sangat beragam. Berikut alasan Anda perlu mengonsumsi kolang-kaling<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Mencegah osteoporosis<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Salah satu manfaat kolang-kaling untuk tulang adalah mencegah osteoporosis. Osteoporosis atau pengeroposan tulang bisa terjadi seiring bertambahnya usia. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, baik orang tua maupun anak muda. Ini terjadi karena banyaknya aktivitas serta kurangnya asupan makanan dan minuman yang mengandung kalsium.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain susu murni, kalsium bisa diperoleh dari kolang-kaling. Dalam 100 gram kolang-kaling, terdapat 91 mg kalsium. Sementara, dalam susu murni terdapat 125 mg kalsium. Itu sebabnya, buah ini pun cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium sehingga dapat mencegah terjadinya osteoporosis.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Di dalam kolang-kaling juga terkandung mineral lain yang bermanfaat, yaitu fosfor. Kalsium dan fosfor berfungsi untuk menjaga kepadatan tulang, sekaligus menjaga kesehatan gigi dan gusi.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Baik dikonsumsi untuk wanita menopause<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Karena kandungan kalsium dan fosfor ini, kolang-kaling juga baik dikonsumsi untuk wanita menopause. Dalam jurnal IIOAB, sebuah hasil penelitian menunjukkan bahwa kolang-kaling dapat membantu meningkatkan kepadatan tulang pada wanita yang menopause.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Hal ini juga sebaiknya dibantu dengan senam tai chi secara rutin. Namun, masih dibutuhkan penelitian lain untuk memastikan manfaat ini.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Bagus untuk persendian<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tulang yang sehat juga butuh sendi-sendi yang baik pula. Kolang-kaling juga mengandung zat antinyeri dan antiradang. Kandungan ini baik untuk meredakan nyeri sendi yang disebabkan peradangan sendi seperti\u00a0osteoarthritis. Karena itu, kolang-kaling sangat baik untuk dikonsumsi karena memiliki manfaat untuk tulang, sendi, gigi, dan banyak manfaat kesehatan lainnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manfaat kolang-kaling untuk tulang adalah membantu menjaga kepadatan dan mencegah osteoporosis. Konsumsi secara rutin, tapi hindari kolang-kaling dengan gula berlebih.Kolang-kaling merupakan salah satu buah yang cukup populer sebagai campuran sop buah atau kolak. Karena rasanya yang enak, kolang-kaling juga biasanya &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2670","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2670","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2670"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2670\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2672,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2670\/revisions\/2672"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2670"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2670"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2670"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}