{"id":2697,"date":"2022-08-24T11:12:31","date_gmt":"2022-08-24T04:12:31","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2697"},"modified":"2022-08-31T11:19:36","modified_gmt":"2022-08-31T04:19:36","slug":"bagian-daging-sapi-yang-bisa-dikonsumsi-menjadi-masakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/08\/24\/bagian-daging-sapi-yang-bisa-dikonsumsi-menjadi-masakan\/","title":{"rendered":"Bagian Daging Sapi yang Bisa Dikonsumsi Menjadi Masakan!!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Jenis daging sapi memiliki ciri khas tersendiri, antara lain has luar, has dalam, sandung lamur, iga, hingga buntut. Bagaimana cara memasak yang direkomendasikan?Jenis daging sapi ternyata ada beragam, tergantung potongan. Beda potongan bagian daging sapi, beda juga harganya, begitu pula rekomendasi cara masaknya, demi memaksimalkan rasa dan tekstur dari jenis daging itu sendiri.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Daging sapi merupakan salah satu\u00a0sumber protein hewani\u00a0yang baik bagi tubuh. Dengan kandungan protein (16-22%), lemak (1,5-13%), mineral, serta vitamin A dan B di dalamnya, daging sapi termasuk sumber protein hewani istimewa. Apalagi dibanding protein nabati.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebagai sumber pangan dari hewan,\u00a0daging sapi\u00a0pun mengandung asam-asam amino esensial yang lengkap, seimbang, dan lebih mudah dicerna oleh tubuh manusia.<\/p>\n<h2 id=\"jenis-bagian-daging-sapi-berdasarkan-potongannya\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Jenis bagian daging sapi berdasarkan potongannya<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pemotongan bagian daging sapi di setiap negara berbeda-beda, tergantung pemakaian atau permintaan dari pasar setempat. Namun pada dasarnya, jenis daging sapi memiliki bagian yang disebut potongan utama\u00a0<em>(primal cuts),<\/em>\u00a0antara lain has dalam, has luar, sampil, dan sandung lamur.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Di Indonesia, orang juga mengenal potongan bagian buntut<em>\u00a0(oxtail)<\/em>\u00a0yang tidak banyak digunakan di negara-negara Eropa atau Amerika.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berikut ini beberapa jenis daging sapi yang lazim dikenal dan dimasak di Tanah Air.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Has dalam (tenderloin)<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Para pecinta\u00a0<em>steak<\/em>\u00a0pasti tidak asing dengan jenis potongan daging sapi khas dalam.\u00a0 Nama lain daging has dalam yang terkenal adalah tenderloin.\u00a0\u00a0Tenderloin alias daging has dalam\u00a0terkenal dengan kandungan lemaknya yang sedikit dan tekstur bagian daging sapi yang empuk, bahkan paling empuk di antara potongan daging sapi di bagian lain sehingga harganya relatif mahal.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bagian daging sapi untuk steak tenderloin diambil dari bagian tengah sirloin dan biasanya berbentuk bulan dengan diameter 8 cm. Selain dibuat steak, daging ini sangat cocok diolah menjadi berbagai masakan, seperti rendang, semur, maupun daging panggang.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Has luar (sirloin)<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sirloin atau has luar\u00a0adalah bagian daging yang terletak persis di belakang\u00a0<em>shortloin<\/em>\u00a0dan di atas tenderloin. Jenis daging sapi ini juga banyak diolah menjadi\u00a0<em>steak<\/em>\u00a0atau daging panggang karena tekstur dagingnya juga lunak, meski tidak selembut tenderloin.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Tanjung<em>\u00a0(rump)<\/em><\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bagian daging ini berada persis di belakang sirloin, tapi di posisi yang tidak banyak digerakkan sehingga dagingnya lebih empuk dari sirloin biasa. Tanjung juga banyak diolah menjadi\u00a0<em>steak<\/em>, meski kadang kandungan lemaknya cukup tebal sehingga butuh waktu lama untuk memasaknya.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Sandung lamur (brisket)<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Brisket adalah jenis daging sapi yang berasal dari potongan bagian dada, sehingga agak berlemak dibanding tenderloin atau sirloin. Sandung lamur biasanya dibagi lagi menjadi dua potongan, yakni sandung lamur bagian pangkal\u00a0<em>(brisket naval end)<\/em>\u00a0dan sandung lamur bagian ujung\u00a0<em>(brisket point end).<\/em><\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Iga (rib)<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\"><em>Rib eye<\/em>\u00a0atau iga adalah potongan daging yang berasal sekitar tulang rusuk. Daging tulang iga termasuk daging yang lunak karena terdapat butir-butir lemak di dalamnya. Di Indonesia, iga banyak dimasak untuk sop, kuah kaldu bakso, maupun dijadikan iga bakar.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Sampil\u00a0<em>(chuck)<\/em><\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jenis daging sapi ini didapat dari daging paha atas, bahu, dan punuk. Sampil merupakan daging yang kurang lunak karena ototnya digunakan sapi untuk beraktivitas. Namun bagian ini juga kaya rasa karena\u00a0kandungan kolagen\u00a0yang cukup tinggi.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>7. Sancam<em>\u00a0(flank)<\/em><\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sancam alias\u00a0<em>flank<\/em>\u00a0adalah jenis daging sapi yang berasal dari otot perut\u00a0sapi dan berbentuk panjang serta datar. Kekurangan daging di bagian ini adalah lebih keras dibanding daging has atau iga. Namun bagian ini mengandung lemak sehingga cocok dijadikan semur atau masakan lain yang memerlukan lemak.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>8. Daging kelapa\u00a0<em>(knuckle)<\/em><\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jenis daging sapi ini disebut kelapa karena bentuk potongannya memang mirip kelapa. Daging ini dikategorikan sebagai daging murni karena bentuknya yang padat dan permukaan dagingnya terbungkus oleh kulit luar yang tipis, sehingga cocok diolah menjadi rendang, dendeng, oseng-oseng, dan masakan daging lainnya.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>9. Gandik<em>\u00a0(eye round)<\/em><\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Daging gandik\u00a0 adalah daging berbentuk seperti mata dan memiliki ciri khas berupa warna daging yang paling merah muda dibanding potongan bagian lain. Daging jenis ini juga terbungkus oleh kulit luar halus dengan serabut otot yang lurus serta banyak diolah menjadi empal, rendang, dendeng, oseng-oseng, dan masakan lainnya.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>10. Sengkel atau betis\u00a0<em>(shin shank)<\/em><\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jenis daging sengkel berasal dari betis yang digunakan sapi untuk bergerak. Sengkel mengandung banyak sekali urat sehingga dagingnya alot dan tidak bisa dijadikan steak. Bagian shank pada daging sapi muda biasanya digunakan untuk membuat sop, soto, atau campuran bakso.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bagian lain dari sengkel yang terkenal kelezatannya adalah bagian tulang kaki itu sendiri. Tulang ini mengandung sumsum di bagian tengahnya dengan rasa khas serta mengandung berbagai nutrisi yang baik bagi kesehatan.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>11. Buntut\u00a0<em>(oxtail)<\/em><\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Buntut adalah jenis daging sapi non-karkas yang banyak diolah menjadi sop oleh orang Indonesia. Selain dijadikan sup, buntut juga sering dijadikan sebagai bahan baku dalam membuat kaldu sapi.<\/p>\n<p>Dengan mengetahui macam-macam daging sapi tersebut, kini Anda pun tak lagi bingung untuk membelinya ketika hendak memasak hidangan tertentu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jenis daging sapi memiliki ciri khas tersendiri, antara lain has luar, has dalam, sandung lamur, iga, hingga buntut. Bagaimana cara memasak yang direkomendasikan?Jenis daging sapi ternyata ada beragam, tergantung potongan. Beda potongan bagian daging sapi, beda juga harganya, begitu pula &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2697","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2697","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2697"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2697\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2698,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2697\/revisions\/2698"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2697"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2697"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2697"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}