{"id":2723,"date":"2022-09-10T10:35:18","date_gmt":"2022-09-10T03:35:18","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2723"},"modified":"2022-09-10T10:35:18","modified_gmt":"2022-09-10T03:35:18","slug":"perbedaan-iq-dan-eq-yang-perlu-anda-ketahui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/09\/10\/perbedaan-iq-dan-eq-yang-perlu-anda-ketahui\/","title":{"rendered":"Perbedaan IQ dan EQ yang Perlu Anda Ketahui"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Perbedaan IQ dan EQ terletak pada beberapa aspek. IQ adalah kemampuan seseorang dalam berpikir dan bernalar, sedangkan EQ merupakan kemampuan dalam mengontrol emosi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tidak banyak orang yang mengetahui tentang\u00a0perbedaan IQ dan EQ. Dalam menilai kecerdasan seseorang, selama ini orang-orang kerap terpaku pada\u00a0<em>intelligent quotient<\/em>\u00a0alias IQ saja.<\/p>\n<div class=\"css-1chqh44\">\n<div class=\"css-ldo4d5\">\n<div id=\"inilah-perbedaan-iq-dan-eq-yang-mungkin-perlu-anda-ketahui-gpt-ad-middleleaderboard\" class=\"css-4aach6\" data-google-query-id=\"CKajmp-kifoCFZi5dwodSjcP_w\">\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Padahal\u00a0<em>emotional quotient<\/em>\u00a0atau EQ juga merupakan faktor yang penting dalam mengidentifikasi kecerdasan yang dimiliki seseorang.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kedua jenis kecerdasan ini juga sangatlah berbeda. Lantas, apa saja perbedaan di antara keduanya?<\/p>\n<h2 id=\"perbedaan-iq-dan-eq\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Perbedaan IQ dan EQ<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berikut adalah sejumlah perbedaan\u00a0IQ\u00a0dan EQ\u00a0yang dapat Anda identifikasi.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. IQ berkaitan dengan logika, EQ berkaitan dengan emosi<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bagi Anda yang belum tahu apa itu IQ, pengertian\u00a0IQ adalah\u00a0kemampuan seseorang dalam bernalar dan memecahkan masalah dengan menggunakan unsur-unsur matematis dan logika.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kecerdasan intelektual ini juga mewakili kemampuan dalam pemrosesan visual dan spasial, pengetahuan tentang dunia, serta kekuatan ingatan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, pertanyaan seputar apa itu EQ mungkin lebih sering diutarakan ketimbang IQ. EQ adalah kemampuan seseorang dalam memahami, mengendalikan, mengevaluasi, dan mengekspresikan emosi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kecerdasan\u00a0emosional ini juga berpusat pada kemampuan, seperti mengidentifikasi emosi, mengevaluasi perasaan orang lain, mengontrol emosi sendiri, membayangkan perasaan orang lain, komunikasi sosial, dan berhubungan dengan orang lain.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. IQ dibawa sejak lahir, EQ bisa diajarkan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Faktor genetik berperan dalam pembentukan IQ sehingga dapat dibawa sejak lahir. Namun, faktor lingkungan juga dianggap berpengaruh dan dapat dikembangkan dengan ilmu pengetahuan yang didapat dalam proses akademik.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, EQ dapat diajarkan, diasah, atau diperkuat kapan saja, terutama sejak dini dengan memberi\u00a0pendidikan karakter, memodelkan perilaku positif, mendorong untuk berpikir mengenai perasaan orang lain, dan menemukan cara untuk lebih berempati terhadap orang lain.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. IQ pandai angka, EQ pandai mengelola emosi<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, perbedaan IQ dan EQ adalah di kepandaiannya. Anak yang memiliki IQ tinggi umumnya unggul dalam mengerjakan persoalan yang berkaitan dengan angka dan analisis data.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sedangkan, anak yang memiliki EQ tinggi dapat mengelola emosinya dengan baik sehingga terhindar dari\u00a0stres, kecemasan, atau depresi. Bahkan mereka mampu memahami perasaan orang lain dengan baik.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. IQ baik akademis, EQ baik bersosialisasi<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Rata-rata orang yang memiliki IQ tinggi di dalam bidang akademis cenderung memiliki nilai-nilai yang bagus dalam tes.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sayangnya, kecerdasan akademis bukan jaminan mereka dapat bersosialisasi dan membangun hubungan kerja atau pribadi dengan baik.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berbeda dengan orang yang ber-EQ tinggi, meski nilai akademiknya tak cukup baik namun mereka dapat\u00a0bersosialisasi\u00a0dengan mudah dan memecahkan persoalan-persoalan sosial.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. IQ sukses secara individu, EQ bisa memimpin tim<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Orang yang ber-IQ tinggi cenderung sukses secara individual, di mana mereka dapat menggunakan nalarnya untuk mencapai apa yang diinginkan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, orang yang ber-EQ tinggi dapat bekerja dalam tim dengan baik, bahkan dapat\u00a0menjadi seorang pemimpin.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Mudah dekat dengan orang-orang di sekitarnya membuat orang yang ber-EQ tinggi cenderung dapat mencuri atensi khalayak.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Nilai IQ mengukur kemampuan logika, nilai EQ mengukur kemampuan mengenali emosi<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Fungsi nilai IQ adalah untuk mengukur kemampuan seseorang dalam bernalar dan menggunakan logika.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, nilai EQ digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam mengenali emosi dirinya dan orang lain.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Skor\u00a0EQ rata-rata berada pada kisaran 90 \u2013 100, sedangkan skor EQ sempurna adalah 160<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>7. IQ belum tentu pintar bercakap, EQ memiliki kemampuan komunikasi yang baik<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, perbedaan EQ dan\u00a0IQ adalah\u00a0kemampuan komunikasinya. Orang yang memiliki IQ tinggi belum tentu pintar bercakap.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebagian mungkin memiliki kemampuan\u00a0<em>public speaking<\/em>, tetapi sebagian lainnya tidak berani menyampaikan ide-idenya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, orang dengan EQ tinggi memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik. Kemampuan\u00a0<em>emotional quotient<\/em>\u00a0artinya dapat menyampaikan ide dan gagasan dengan jelas.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>8. IQ kemampuan logika, EQ kemampuan emosional<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">IQ berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam mempelajari, memahami, menerapkan pengetahuan, penalaran logis, dan pemikiran abstrak.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, EQ meliputi kemampuan untuk mengenali, mengendalikan, dan mengekspresikan emosi diri sendiri, maupun memahami dan menilai emosi orang lain.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>9. IQ berhasil di sekolah, EQ berhasil dalam hidup<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Keberhasilan seseorang di sekolah bergantung pada tingkat IQ-nya, sedangkan tingkat EQ seseorang mencerminkan keberhasilannya dalam kehidupan. Namun, hal tersebut juga tentu bergantung pada faktor lainnya.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>10. IQ yang tinggi dimiliki orang cerdas, EQ dimiliki seorang pemimpin<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">EQ yang tinggi dapat terlihat pada pemimpin, kapten, manajer, atau orang-orang yang memiliki kemampuan sosial baik.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, IQ yang tinggi dapat terlihat pada orang-orang dengan kecerdasan dan akal sehat yang baik.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perbedaan IQ dan EQ terletak pada beberapa aspek. IQ adalah kemampuan seseorang dalam berpikir dan bernalar, sedangkan EQ merupakan kemampuan dalam mengontrol emosi. Tidak banyak orang yang mengetahui tentang\u00a0perbedaan IQ dan EQ. Dalam menilai kecerdasan seseorang, selama ini orang-orang kerap &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2723","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2723","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2723"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2723\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2724,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2723\/revisions\/2724"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2723"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2723"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2723"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}