{"id":2728,"date":"2022-09-02T10:45:09","date_gmt":"2022-09-02T03:45:09","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2728"},"modified":"2022-09-10T10:48:07","modified_gmt":"2022-09-10T03:48:07","slug":"masalah-kesehatan-mental-yang-rentan-dialami-kelompok-dewasa-muda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/09\/02\/masalah-kesehatan-mental-yang-rentan-dialami-kelompok-dewasa-muda\/","title":{"rendered":"Masalah Kesehatan Mental yang Rentan Dialami Kelompok Dewasa Muda"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Dewasa muda adalah kelompok usia yang rentan mengalami masalah kesehatan mental. Kondisi bisa membahayakan kesehatan secara keseluruhan dan menyebabkan kematian.Dewasa muda merupakan salah satu kategori usia yang rentan mengalami masalah kesehatan. Masalah yang dihadapi umumnya mengganggu kesehatan orang-orang pada kelompok usia ini secara mental. Siapa yang masuk dalam kategori usia ini? Lalu, apa saja masalah yang sering dialami? Simak bahasannya di bawah ini.<\/p>\n<h2 id=\"masalah-yang-sering-dihadapi-golongan-usia-dewasa-muda\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Masalah yang sering dihadapi golongan usia dewasa muda<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Saat memasuki usia dewasa muda, Anda akan dihadapkan dengan berbagai masalah yang memengaruhi kondisi kesehatan fisik maupun mental. Berikut masalah-masalah yang paling banyak diderita kelompok usia dewasa muda:<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Kekerasan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kekerasan merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi orang-orang kelompok usia dewasa muda dan remaja. Contoh kekerasan yang kerap terjadi pada kelompok umur ini adalah\u00a0<em>bullying<\/em>\u00a0dan pelecehan seksual.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dampak yang ditimbulkan dari kekerasan di antaranya cedera, masalah kesehatan mental, kehamilan yang tidak diharapkan, gangguan reproduksi, hingga penularan penyakit\u00a0infeksi menular seksual (IMS). Untuk memulihkan kondisi korban kekerasan, dukungan perawatan perlu dilakukan secara fisik dan psikologis.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Depresi<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Depresi merupakan salah satu penyebab utama penyakit, kecacatan, dan bunuh diri pada usia remaja dan dewasa muda. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor, antara lain kekerasan, kemiskinan, hingga hidup dalam lingkungan yang rentan menyebabkan gangguan kesehatan mental.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Deteksi dan penanganan depresi pada kategori usia ini harus dilakukan tepat waktu. Jika tidak, kondisi tersebut bisa merusak kesehatan fisik dan mental, yang tentunya akan berbahaya bagi keselamatan nyawa.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Konsumsi alkohol\u00a0dan obat-obatan terlarang banyak dilakukan kelompok usia remaja serta dewasa muda. Kebiasaan tersebut dapat mengurangi pengendalian diri dan meningkatkan perilaku berisiko seperti seks bebas hingga mengemudi ugal-ugalan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Akibatnya, banyak dari mereka yang kemudian mengalami kecelakaan lalu lintas, kekerasan, dan kematian. Konsumsi narkoba dan alkohol juga dikaitkan dengan gangguan neurokognitif, yang dapat menyebabkan masalah pada emosi, perilaku, dan kemampuan sosial di kemudian hari.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Kecemasan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain depresi, kelompok usia dewasa muda juga seringkali mengalami gangguan kecemasan. Kondisi ini termasuk fobia, gangguan panik, kecemasan sosial,\u00a0gangguan stres pasca trauma (PTSD), dan gangguan obsesif kompulsif (OCD).<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Penyebabnya sendiri bermacam-macam. Sebagai contoh, PTSD disebabkan oleh peristiwa traumatis, sedangkan fobia dipicu ketakutan ekstrem terhadap orang, tempat, atau kondisi tertentu. Kecemasan membuat orang dewasa muda sering menyendiri, gelisah, emosional, takut, tidak responsif, dan tak terkendali.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Gangguan makan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Gangguan makan seperti\u00a0bulimia, anoreksia,\u00a0<em>body dysmorphic disorder<\/em>\u00a0(BDD) merupakan salah satu masalah yang sering dialami kelompok umur dewasa muda, khususnya wanita. Kondisi ini terjadi karena tekanan sosial yang berasal dari teman sebaya, industri hiburan, hingga standar mengenai berat badan ideal.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tanda-tanda Anda mengalami gangguan ini yaitu berusaha untuk menurunkan berat badan secara drastis, selalu merasa tidak percaya diri, dan takut berat badan bertambah. Jika terus dibiarkan, kondisi tersebut dapat berbahaya bagi nyawa Anda.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Apabila Anda mengalami masalah-masalah di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter, psikiater, maupun psikolog. Penanganan sedini mungkin bisa mencegah kondisi yang Anda alami semakin parah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dewasa muda adalah kelompok usia yang rentan mengalami masalah kesehatan mental. Kondisi bisa membahayakan kesehatan secara keseluruhan dan menyebabkan kematian.Dewasa muda merupakan salah satu kategori usia yang rentan mengalami masalah kesehatan. Masalah yang dihadapi umumnya mengganggu kesehatan orang-orang pada kelompok &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2728","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2728","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2728"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2728\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2729,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2728\/revisions\/2729"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2728"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2728"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2728"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}