{"id":2754,"date":"2022-09-22T14:11:51","date_gmt":"2022-09-22T07:11:51","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2754"},"modified":"2022-09-21T14:17:00","modified_gmt":"2022-09-21T07:17:00","slug":"bahaya-minum-air-es-yang-penting-untuk-dihindari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/09\/22\/bahaya-minum-air-es-yang-penting-untuk-dihindari\/","title":{"rendered":"Bahaya Minum Air Es yang Penting untuk Dihindari"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Bahaya minum air es seringkali terlupakan. Padahal, air dingin yang menyegarkan ini bisa memperparah migrain.Bahaya minum air es seringkali disepelekan. Sebab, menenggak segelas air dingin memang menyegarkan, apalagi setelah beraktivitas di bawah terik matahari.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Namun perlu diingat, berbagai riset telah membuktikan bahwa bahaya minum air es bukanlah sekadar mitos belaka. Apa saja bahayanya?<\/p>\n<h2 id=\"bahaya-minum-air-es-apa-saja\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Bahaya minum air es, apa saja?<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Menjaga hidrasi tubuh sangatlah penting bagi kesehatan. Namun masih banyak perdebatan mengenai temperatur air minum terbaik.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebelum menenggak air es dalam gelas yang sudah ada di tangan Anda, perhatikan dulu berbagai macam bahaya minum es ini:<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Mengentalkan ingus<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pernah mendapatkan saran untuk tidak minum air es saat sedang pilek? Saran itu ada benarnya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebab berdasarkan temuan\u00a0sebuah riset, sebanyak 15 partisipan yang minum air es mengalami pengentalan ingus atau lendir di dalam hidung. Akibatnya, ingus jadi sulit melewati saluran pernapasan untuk dikeluarkan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebagai perbandingan, para peneliti juga menemukan bahwa air hangat dapat membuat napas lebih \u201cplong\u201d. Jika Anda sedang pilek, hindarilah air es dan sebaiknya minumlah air hangat atau mengonsumsi sup hangat.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Memperparah migrain<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sakit kepala sebelah alias migrain\u00a0ternyata dapat diperparah oleh air es.\u00a0Riset membuktikan, minum air es dapat memicu sakit kepala sebelah pada penderita migrain. Karenanya, jika Anda menderita migrain, hindarilah air es sebisa mungkin untuk menghambat datangnya sakit kepala sebelah yang lebih parah.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Memperburuk kondisi akalasia<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Akalasia adalah kondisi yang ditandai dengan terganggunya fungsi tubuh dalam menelan makanan lewat kerongkongan. Kondisi medis ini dapat memunculkan rasa nyeri yang cukup mengganggu.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ditambah lagi, sebuah penelitian juga membuktikan bahwa minum air es dapat memperburuk gangguan ini. Bahkan, gejala nyerinya pun akan semakin terasa setelah mengonsumsi air dingin.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Apabila mengalami penyakit akalasia ataupun kondisi medis yang berdampak pada kerongkongan, Anda disarankan untuk\u00a0minum air hangat. Sebab,\u00a0sebuah riset\u00a0membuktikan bahwa air hangat dapat membantu meredakan gejalanya.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Memicu ketidakstabilan tubuh<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dalam dunia pengobatan Tiongkok kuno, minum air es dipercaya dapat mengakibatkan ketidakstabilan tubuh. Itulah sebabnya banyak hidangan khas negeri tersebut yang disajikan dengan minuman hangat, bukan air dingin.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Namun klaim ini belum dibuktikan oleh penelitian ilmiah, sehingga tak dapat dipercaya sepenuhnya.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Membuat radang tenggorokan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Beberapa orang percaya bahwa bahaya minum air es ataupun makanan dingin lainnya dapat membuat\u00a0tenggorokan terasa sakit atau meradang. Namun anggapan ini tidak diperkuat dengan bukti kuat, sehingga tak boleh \u201cditelan\u201d mentah-mentah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Meski begitu, berbagai bahaya minum air es di atas tetap harus menjadi perhatian, khususnya jika Anda memiliki riwayat migrain atau penyakit yang berdampak pada kerongkongan seperti akasia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bahaya minum air es seringkali terlupakan. Padahal, air dingin yang menyegarkan ini bisa memperparah migrain.Bahaya minum air es seringkali disepelekan. Sebab, menenggak segelas air dingin memang menyegarkan, apalagi setelah beraktivitas di bawah terik matahari. Namun perlu diingat, berbagai riset telah &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2754","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2754","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2754"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2754\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2755,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2754\/revisions\/2755"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2754"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2754"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2754"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}