{"id":2758,"date":"2022-10-11T14:30:27","date_gmt":"2022-10-11T07:30:27","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2758"},"modified":"2022-10-11T14:30:27","modified_gmt":"2022-10-11T07:30:27","slug":"tips-memutihkan-gigi-kuning-dengan-bahan-alami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/10\/11\/tips-memutihkan-gigi-kuning-dengan-bahan-alami\/","title":{"rendered":"Tips Memutihkan Gigi Kuning dengan Bahan Alami"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Memiliki gigi kuning dapat menurunkan rasa percaya diri. Kabar baiknya, terdapat beragam cara memutihkan gigi kuning secara alami yang bisa Anda coba, seperti menggunakan soda kue, mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, hingga berkumur dengan minyak kelapa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konsumsi kopi, merokok, pola makan tinggi gula, hingga faktor usia adalah segelintir alasan kenapa gigi menguning. Pada sebagian orang, perubahan warna pada gigi dapat menurunkan kepercayaan diri. Untuk mengatasinya, ada beragam cara memutihkan gigi kuning secara alami yang bisa Anda coba.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berikut adalah cara menghilangkan\u00a0gigi kuning\u00a0secara alami yang bisa dipraktikkan dari rumah dengan mudah.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Pasta gigi dengan kandungan soda kue dan hidrogen peroksida<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Menggunakan\u00a0pasta gigi\u00a0yang mengandung soda kue dan\u00a0hidrogen peroksida\u00a0dipercaya sebagai cara memutihkan gigi kuning yang membandel.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Klaim ini juga didukung sebuah penelitian di\u00a0<em>The Journal of Clinical Dentistry<\/em>. Studi tersebut mengungkapkan bahwa pasta gigi dengan kandungan kedua bahan di atas mampu mengurangi noda dan meningkatkan warna putih gigi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Di samping itu, Anda juga bisa mencampurkan soda kue dan hidrogen peroksida secara langsung.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Cara memutihkan gigi dengan\u00a0<em>baking<\/em>\u00a0<em>soda<\/em>\u00a0dapat dilakukan dengan mencampurkan 1 sendok makan soda kue dan 2 sendok makan hidrogen peroksida. Selanjutnya, gunakan campuran bahan tersebut untuk menggosok gigi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Setelah itu, bersihkan mulut secara menyeluruh dengan air putih.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Mungkin belum banyak yang tahu kalau mengonsumsi\u00a0makanan yang mengandung vitamin C\u00a0juga termasuk cara membersihkan gigi kuning.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebuah studi dari\u00a0<em>Journal of Clinical Periodontology<\/em>\u00a0mengungkapkan, defisiensi vitamin C dapat memperparah\u00a0peridontitis, yaitu penumpukan bakteri pada gigi dan gusi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Penumpukan bakteri tersebut berkontribusi terhadap perubahan warna gigi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Inilah yang menjadi alasan konsumsi makanan yang mengandung vitamin C dianggap sebagai cara memutihkan gigi dengan bahan alami yang efektif.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Namun, masih dibutuhkan studi lebih lanjut untuk membuktikan apakah vitamin C memiliki efek memutihkan pada gigi.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Jeruk nipis<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Meski rasanya asam,\u00a0jeruk nipis\u00a0diyakini dapat memutihkan gigi kuning,\u00a0<em>lho<\/em>!<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Cara memutihkan gigi dengan jeruk nipis cukup mudah. Anda hanya perlu mencampurkan sejumput soda kue dan beberapa tetes air perasan jeruk nipis.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, gosok gigi dengan campuran kedua bahan tersebut dan diamkan selama 5-10 menit.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jangan lupa membersihkan mulut dan gigi Anda dengan air bersih setelah melakukannya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kendati mudah dilakukan, belum ada studi yang bisa membuktikan efektivitas cara memutihkan gigi yang kuning dan berkarang ini.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Cuka apel<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Cuka apel\u00a0disebut sebagai pemutih gigi alami karena berpotensi menghilangkan noda dan meningkatkan warna putih pada gigi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebuah studi hewan uji dari\u00a0<em>Journal of Sichuan University<\/em>\u00a0menjelaskan, cuka apel mempunyai efek pemutih pada gigi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Akan tetapi, cara alami memutihkan gigi ini dianggap kontroversial karena cuka apel dapat merusak permukaan gigi jika digunakan terlalu sering.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Oleh sebab itu, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter sebelum mempraktikkan metode ini.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Minyak kelapa<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Minyak kelapa\u00a0adalah salah satu cara mengatasi gigi kuning yang dapat Anda temukan di dapur.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dalam sebuah riset dari\u00a0<em>Nigerian Medical Journal<\/em>, berkumur dengan minyak kelapa dipercaya efektif mengurangi penumpukan plak.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Perlu dipahami bahwa penumpukan plak pada gigi kerap menyebabkan gigi kuning.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sayangnya, masih dibutuhkan lebih banyak studi untuk membuktikan keampuhan minyak kelapa sebagai cara memutihkan gigi secara alami.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Nanas<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Nanas\u00a0adalah buah bernutrisi tinggi yang baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Namun, tahukah Anda kalau buah ini dipercaya sebagai cara menghilangkan gigi kuning?<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Klaim ini beralasan bahwa nanas mengandung enzim bromelain yang diyakini dapat mengurangi noda pada gigi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bahkan, sebuah penelitian dalam jurnal\u00a0<em>Clinical Oral Investigations<\/em>\u00a0mengungkapkan bahwa gel yang mengandung bromelain mampu mengangkat noda pada gigi, jika dibandingkan dengan kelompok kontrol.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, belum ada studi yang bisa membuktikan apakah mengonsumsi nanas secara langsung dapat membuahkan efek yang sama.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>7. Cukupi kebutuhan kalsium<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebagian kasus perubahan warna gigi disebabkan pengikisan\u00a0enamel\u00a0sehingga mengekspos dentin berwarna kuning di bawahnya. Kondisi ini dapat membuat gigi Anda terlihat menguning.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Itulah sebabnya enamel gigi yang kuat dapat menjaga warna putih dari gigi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Salah satu cara untuk melindungi gigi dari pengikisan enamel adalah mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya kalsium, misalnya susu, keju, hingga brokoli.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>8. Makanan berserat tinggi<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, tips memutihkan gigi secara alami adalah mengunyah\u00a0makanan berserat tinggi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Makanan berserat tinggi, seperti sayuran dan legume, dipercaya sebagai cara menghilangkan kuning di gigi karena mampu menetralisir asam pada mulut dan menjaga enamel gigi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, kacang-kacangan atau sayuran hijau seperti bayam yang mengandung serat, juga bisa merangsang produksi air liur untuk membersihkan asam di dalam mulut.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>9. Kulit pisang<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Setelah makan pisang, jangan buang kulitnya! Sebab,\u00a0kulit pisang\u00a0bisa dimanfaatkan dalam pembersihan gigi kuning.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kulit pisang mengandung mineral, seperti magnesium, mangan dan kalium, yang diyakini dapat menyerap ke dalam permukaan gigi dan membuatnya terlihat memutih.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Cara mempraktikkannya cukup mudah, Anda dapat langsung menggosok bagian bawah kulit pisang ke gigi dan diamkan selama 10 menit.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, gosok gigi menggunakan pasta gigi seperti biasa.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>10. Wortel<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Wortel\u00a0tidak hanya baik untuk kesehatan mata, tapi juga pada gigi Anda.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Mengonsumsi sayuran berwarna jingga ini dianggap mampu mengangkat plak yang ada di gigi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bahkan, beberapa orang percaya bahwa menggosok wortel ke gigi dapat membuatnya terlihat lebih cerah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Wortel juga dipercaya memiliki kemampuan untuk membunuh bakteri dengan cara menjaga kestabilan asam dan alkali di dalam mulut.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat klaim di atas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memiliki gigi kuning dapat menurunkan rasa percaya diri. Kabar baiknya, terdapat beragam cara memutihkan gigi kuning secara alami yang bisa Anda coba, seperti menggunakan soda kue, mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, hingga berkumur dengan minyak kelapa. Konsumsi kopi, merokok, &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2758","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2758","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2758"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2758\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2759,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2758\/revisions\/2759"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2758"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2758"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2758"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}