{"id":2766,"date":"2022-10-05T14:50:17","date_gmt":"2022-10-05T07:50:17","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2766"},"modified":"2022-10-11T14:53:53","modified_gmt":"2022-10-11T07:53:53","slug":"manfaat-minum-kunyit-dan-madu-tingkatkan-imun-hingga-pangkas-kolesterol","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/10\/05\/manfaat-minum-kunyit-dan-madu-tingkatkan-imun-hingga-pangkas-kolesterol\/","title":{"rendered":"Manfaat Minum Kunyit dan Madu, Tingkatkan Imun hingga Pangkas Kolesterol"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Manfaat minum kunyit dan madu sangatlah beragam, mulai dari meningkatkan sistem imun hingga menurunkan kolesterol. Membuatnya pun mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah.Kunyit dan madu sama-sama sudah terbukti memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Lantas, bagaimana jika keduanya digabungkan? Tentu, manfaat minum kunyit dan madu sangatlah baik untuk tubuh, apalagi di masa wabah seperti saat ini.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">ebagai bahan alami, baik kunyit maupun madu, dipercaya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, menurunkan kolesterol, bahkan mencegah kanker. Lebih lanjut, berikut ini penjelasannya untuk Anda.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berikut ini beberapa mafaat minum kunyi dan madu yang sayang jika dilewatkan.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Meningkatkan sistem imun<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Salah satu manfaat minum kunyit dan madu yang bisa Anda dapatkan adalah meningkatnya sistem imun. Sebab, baik kunyit maupun madu sama-sama memiliki\u00a0sifat antioksidan\u00a0dan antiperadangan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sifat-sifat tersebut akan membantu tubuh lebih siap dalam menghadapi serangan berbagai penyebab penyakit mulai dari bakteri hingga virus.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Menurunkan kolesterol<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kunyit maupun madu juga sama-sama dapat membantu menurunkan kadar\u00a0kolesterol jahat atau LDL\u00a0di tubuh. Tingginya kadar kolesterol merupakan faktor risiko utama terjadinya penyakit jantung dan stroke.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Menyehatkan paru-paru<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Rutin mengonsumsi kunyit juga dinilai baik untuk kesehatan paru-paru. Rempah yang satu ini disebut berpotensi meredakan gejala penyakit paru kronis.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bahkan menurut penelitian, kunyit juga bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif pengobatan untuk asma, fibrosis paru, hingga penyakit paru obstruktif kronis\u00a0(PPOK).<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat minum kunyit dan madu yang satu ini.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Menjaga daya ingat<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Madu mengandung polifenol yang dapat membantu meningkatkan fungsi otak yang berkaitan dengan daya ingat secara signifikan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, antioksidan yang teradapat pada kunyit mencegah terjadinya\u00a0penyakit Alzheimer. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit degeneratif yang paling banyak terjadi dan membuat pengidapnya pikun.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Baik untuk pengidap diabetes<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Manfaat minum kunyit dan madu untuk para pengidap diabetes juga tak kalah baiknya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kunyit dinilai dapat membantu mencegah terjadinya kenaikan gula darah dan mengurangi risiko terjadinya\u00a0komplikasi diabetes\u00a0seperti diabetic nephropathy atau penyakti ginjal diabetes.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Namun peran kunyit tersebut baru didapatkan dari penelitian menggunakan hewan uji. Hingga saat ini, penelitian secara klinis di manusia masih perlu lebih banyak dilakukan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, madu bisa menjadi alternatif pemanis yang sedikit lebih sehat dibanding gula.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Meredakan peradangan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Baik kunyit maupun madu sama-sama mengandung bahan antiperadangan yang menyehatkan untuk tubuh. Kandungan antiinflamasi dalam kunyit bahkan disebut dapat menjadi alternatif obat antiradang\u00a0seperti ibuprofen.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Namun, penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan. Beberapa kondisi peradangan di tubuh yang dinilai bisa diredakan oleh kunyit antara lain radang sendi atau arthritis, penyakit radang usus, dan radang pankreas.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>7. Menjaga kesehatan kulit<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kandungan antioksidan pada kunyit dapat membantu melindungi kulit dari paparan radikal bebas berlebih. Radikal bebas adalah salah satu penyebab terjadinya penuaan dini di kulit.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>8. Membantu meredakan batuk<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Anda juga bisa memberikan campuran kunyit dan madu bagi anak untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh sekaligus meredakan batuk.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Di sebuah penelitian\u00a0yang dilakukan pada 300 orang anak berusia 1-5 tahun, madu terbukti bisa meredakan batuk yang menyerang di malam hari, sehingga membantu memperbaiki kualitas tidur anak-anak tersebut.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>9. Mencegah kanker<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Manfaat minum kunyit dan madu yang terakhir adalah mencegah kanker. Sifat antiperadangan dan antioksidan yang dimiliki oleh keduanya berperan besar untuk mendapatkan khasiat yang satu ini.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Meski alami, kunyit dan madu tetap bisa memicu alergi bagi beberapa orang. Sehingga, Anda tetap perlu berhati-hati dalam mengonsumsinya. Apabila Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, pastikan untuk\u00a0berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter\u00a0apabila ingin mengonsumsi campuran kunyit dan madu sebagai obat atau suplemen. Sebab, bahan-bahan ini bisa saja mengganggu kerja obat yang sedang rutin Anda minum.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manfaat minum kunyit dan madu sangatlah beragam, mulai dari meningkatkan sistem imun hingga menurunkan kolesterol. Membuatnya pun mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah.Kunyit dan madu sama-sama sudah terbukti memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Lantas, bagaimana jika keduanya digabungkan? Tentu, &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2766","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2766","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2766"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2766\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2768,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2766\/revisions\/2768"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2766"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2766"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2766"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}