{"id":2769,"date":"2022-10-04T14:54:45","date_gmt":"2022-10-04T07:54:45","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2769"},"modified":"2022-10-11T15:00:15","modified_gmt":"2022-10-11T08:00:15","slug":"mengenal-aktivitas-fisik-dan-manfaatnya-bagi-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/10\/04\/mengenal-aktivitas-fisik-dan-manfaatnya-bagi-kesehatan\/","title":{"rendered":"Mengenal Aktivitas Fisik dan Manfaatnya Bagi Kesehatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang menggunakan energi dan pergerakan otot rangka. Semua pergerakan tubuh disebut sebagai aktivitas fisik, termasuk pergerakan yang Anda lakukan saat santai, bekerja, atau berolahraga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rutin olahraga dan melakukan aktivitas fisik setiap hari adalah salah satu fondasi dari gaya hidup sehat.\u00a0Meski demikian, banyak orang yang masih mengartikan aktivitas fisik sebagai olahraga berat penuh siksaan. Padahal, belum tentu!<\/p>\n<h2 id=\"apa-itu-aktivitas-fisik\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Apa itu aktivitas fisik?<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">WHO mendefinisikan\u00a0aktivitas fisik sebagai setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka dan membutuhkan pengeluaran energi. Singkatnya, semua pergerakan tubuh disebut sebagai aktivitas fisik, termasuk pergerakan yang Anda lakukan saat santai, bekerja, atau berolahraga.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Secara umum, aktivitas fisik dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan intensitas dan besaran kalori yang digunakan yaitu aktivitas fisik ringan, sedang dan berat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Semua jenis aktivitas fisik tersebut baik untuk kesehatan. Dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur dan mengurangi waktu berdiam diri atau tidak aktif, maka berbagai risiko penyakit seperti jantung, stroke, diabetes, dan beberapa jenis kanker, bisa menurun.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Aktivitas fisik secara rutin juga dapat membantu mencegah hipertensi, menjaga berat badan yang sehat dan dapat meningkatkan kesehatan mental, kualitas hidup dan kesejahteraan Anda.<\/p>\n<h2 id=\"jenis-aktivitas-fisik-menurut-kemenkes\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Jenis aktivitas fisik menurut Kemenkes<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kementerian Kesehatan RI\u00a0membagi aktivitas fisik menjadi tiga jenis, yaitu:<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Aktivitas fisik harian<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Aktivitas fisik harian adalah berbagai aktivitas yang Anda lakukan dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya mengurus rumah, bekerja, atau sekadar berjalan-jalan di lingkungan rumah atau mal. Selama fisik Anda bergerak, maka ini tergolong ke dalam aktivitas fisik harian.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dengan melakukan kegiatan sehari-hari seperti mengepel, menyetrika, jalan kaki, bermain dengan anak atau berkebun, maka Anda bisa membakar 50-200 kalori per kegiatan.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Latihan fisik<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Aktivitas fisik selanjutnya adalah berupa latihan fisik. Ini adalah aktivitas yang dilakukan secara terstruktur dan terencana. Contohnya adalah saat Anda melakukan latihan senam aerobik, jalan santai, jogging, peregangan, bersepeda santai dan lain sebagainya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Biasanya seseorang harus meluangkan waktu khusus untuk melakukan latihan fisik di sela-sela aktivitas harian meskipun tidak harus memakan waktu lama. Dengan latihan fisik Anda juga dapat membakar kalori lebih banyak.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Olahraga<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebagian orang mungkin bingung membedakan antara latihan fisik dan olahraga. Meskipun jenis aktivitas yang dilakukan bisa serupa, tetapi olahraga memiliki definisinya sendiri.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Menurut Kemenkes, jika dibandingkan latihan fisik,\u00a0olahraga adalah\u00a0aktivitas fisik terstruktur dan dilakukan dengan tujuan untuk menyehatkan tubuh sekaligus mendapatkan prestasi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jadi, bisa dibilang olahraga adalah latihan fisik dalam bentuk kompetisi. Contoh olahraga yang umum antara lain sepak bola, bulu tangkis, basket, bela diri, berenang, dan sebagainya.<\/p>\n<h2 id=\"jenis-aktivitas-fisik-dari-segi-intensitasnya\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Jenis aktivitas fisik dari segi intensitasnya<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Aktivitas fisik juga dapat dibedakan berdasarkan intensitasnya. Semakin tinggi intensitas yang dilakukan, maka Anda akan semakin sulit berbicara ketika bergerak. Berikut penjelasannya:<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Aktivitas fisik intensitas ringan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Aktivitas fisik ringan biasanya tidak membutuhkan banyak energi. Anda umumnya masih dapat berbicara dan bernyanyi selama melakukannya. Contoh aktivitas fisik ringan adalah:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Berjalan santai<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mendorong kereta belanja<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mengelap kaca<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Memasak<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Menyiram tanaman<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Aktivitas fisik intensitas sedang<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Saat melakukan aktivitas fisik intensitas sedang, umumnya Anda dapat berbicara tetapi tidak bisa bernyanyi selama melakukan aktivitas tersebut. Contoh aktivitas fisik intensitas sedang meliputi:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Berjalan cepat (5 km per jam atau lebih cepat, tetapi bukan olahraga jalan cepat)<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Aerobik dalam air<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Bersepeda lebih lambat dari 16 km per jam di medan datar atau tanpa bukit<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Tenis (ganda)<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Dansa ballroom<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Aktivitas fisik intensitas tinggi<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Secara umum, jika melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi, Anda tidak akan dapat mengucapkan lebih dari beberapa kata tanpa berhenti sejenak untuk menarik napas. Contoh aktivitas fisik intensitas tinggi meliputi:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Jalan cepat, jogging, atau lari<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Tenis (tunggal)<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Senam aerobik<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Bersepeda 16 km per jam atau lebih cepat yang mungkin termasuk medan perbukitan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Lompat tali<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Berkebun berat (menggali atau mencangkul terus menerus)<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mendaki bukit atau dengan membawa ransel yang berat<\/li>\n<\/ul>\n<h2 id=\"manfaat-aktivitas-fisik-bagi-kesehatan\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Manfaat aktivitas fisik bagi kesehatan<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berikut ini beberapa\u00a0manfaat aktivitas fisik\u00a0untuk kesehatan yang bisa Anda dapatkan:<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Menjaga berat badan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Lakukan sekitar 150 menit aktivitas aerobik berintensitas sedang (misalnya, 30 menit per hari, 5 hari per minggu). Penelitian telah membuktikan adanya aktivitas fisik dapat membantu Anda menjaga berat badan.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Menurunkan risiko menderita penyakit<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Penyakit jantung,\u00a0stroke,\u00a0diabetes tipe 2, sindrom metabolik, serta kanker dapat dihindari hanya dengan melakukan aktivitas aerobik berintensitas sedang selama 150 menit per minggu. Penelitian juga membuktikan bahwa melakukan aktivitas fisik rutin dapat meningkatkan kualitas hidup Anda dan kesehatan secara keseluruhan.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Mengencangkan otot dan tulang<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Seiring dengan bertambahnya usia, penting bagi Anda untuk melindungi tulang, sendi, dan otot. Penelitian telah membuktikan bahwa melakukan rutin aerobik dapat menguatkan otot dan tulang sehingga mampu mencegah\u00a0osteoporosis\u00a0di usia tua.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Mencegah risiko cedera dan jatuh<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Banyak orang lanjut usia (lansia) tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari secara bebas. Jika Anda berusia lanjut dan rajin melakukan aktivitas fisik, tubuh akan berdiri lebih mantap dan kokoh sehingga terhindar dari risiko kecelakaan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Anda tetap dapat naik-turun tangga, berbelanja, atau bahkan aktif bermain dengan cucu jika tubuh terjaga kebugarannya sejak muda.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Hidup lebih panjang<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa aktivitas fisik bisa menurunkan risiko kematian awal akibat penyakit jantung dan kanker. Seseorang yang melakukan aktivitas fisik sekitar 150 menit per minggu memiliki risiko lebih rendah sebanyak 33% dari semua penyebab mortalitas daripada mereka yang tidak aktif secara fisik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang menggunakan energi dan pergerakan otot rangka. Semua pergerakan tubuh disebut sebagai aktivitas fisik, termasuk pergerakan yang Anda lakukan saat santai, bekerja, atau berolahraga. Rutin olahraga dan melakukan aktivitas fisik setiap hari adalah salah &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2769","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2769","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2769"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2769\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2771,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2769\/revisions\/2771"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2769"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2769"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2769"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}