{"id":2775,"date":"2022-10-01T15:09:19","date_gmt":"2022-10-01T08:09:19","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2775"},"modified":"2022-10-11T15:13:05","modified_gmt":"2022-10-11T08:13:05","slug":"penyebab-kurang-minum-air-putih-bagi-kesehatan-kenali-ciri-cirinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/10\/01\/penyebab-kurang-minum-air-putih-bagi-kesehatan-kenali-ciri-cirinya\/","title":{"rendered":"Penyebab Kurang Minum Air Putih bagi Kesehatan, Kenali Ciri-Cirinya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Akibat kurang minum air putih tak hanya menyebabkan dehidrasi, tapi juga berbagai gangguan kesehatan lain seperti konstipasi hingga diabetes. Sakit kepala, lemas, hingga urine berwarna gelap menjadi salah satu tanda tubuh kekurangan cairan.Akibat kurang minum air putih tidak bisa disepelekan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak hanya merasa haus, kurang minum bisa menimbulkan dehidrasi dan gangguan fungsi tubuh, bahkan mengancam jiwa. Anda juga perlu mengenali tanda kurang minum air putih pada tubuh untuk menghindari risiko bahayanya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kenali lebih jauh tentang\u00a0efek kurang minum air putih pada tubuh beserta ciri-cirinya melalui artikel berikut ini.<\/p>\n<h2 id=\"akibat-kurang-minum-air-putih\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Akibat kurang minum air putih<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sekitar 60% tubuh manusia terdiri dari cairan. Mempertahankan hidrasi yang tepat sangat penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Cairan tubuh bisa berkurang seiring dengan aktivitas tubuh. Itulah sebabnya, cairan tubuh harus \u201cdiisi ulang\u201d dengan asupan cairan yang tepat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Lantas,\u00a0sehari harus minum berapa liter?\u00a0Dikutip dari\u00a0Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, takaran normal kebutuhan cairan setiap orang per hari bisa berbeda-beda. Pada orang dewasa, sekurang-kurangnya membutuhkan minum 8 gelas yang berukuran 230 ml per hari atau 2 liter air putih setiap harinya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, beberapa akibat\u00a0kurang minum air putih\u00a0atau dehidrasi yang perlu diwaspadai antara lain:<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Dehidrasi\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dehidrasi\u00a0adalah\u00a0nama penyakit akibat kurang cairan atau minum air putih\u00a0yang paling umum. Dehidrasi bisa menyebabkan berbagai masalah pada tubuh, baik jangka pendek maupun jangka panjang, hingga mengancam jiwa.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dehidrasi ringan dalam jangka pendek bisa menyebabkan seseorang mengalami mual, sakit kepala, dan beberapa gejala lain. Namun, dehidrasi kronis jangka panjang bisa menyebabkan penurunan fungsi ginjal, munculnya batu ginjal, hipertensi, infeksi saluran kemih, hingga demensia.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Diabetes<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Diabetes juga bisa jadi salah satu akibat kurang minum air putih. Pasalnya, orang yang dehidrasi akan merasa ingin sekali mengonsumsi makanan manis. Hal ini terjadi karena liver mengalami masalah dalam memecah glikogen menjadi glukosa untuk aliran darah. Lagi-lagi, terganggunya sistem ini terjadi karena kurang cairan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Apabila dibiarkan dalam jangka panjang, bukan tidak mungkin konsumsi gula menjadi berlebihan.\u00a0Penyakit diabetes\u00a0pun mengintai sebagai konsekuensinya.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Sakit kepala<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Merasakan nyeri di kepala juga bisa menjadi akibat kurang minum air putih. Rasa nyeri ini bisa terasa ringan hingga benar-benar mengganggu.\u00a0Sakit kepala\u00a0terjadi karena otak mengalami penyusutan sementara karena kurangnya asupan cairan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ketika asupan cairan tercukupi, otak akan kembali ke bentuk semula dan sakit kepala pun hilang.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Rasa kantuk berlebihan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Wajar jika seseorang merasa mengantuk karena kurang tidur atau belum mendapat asupan kafein. Namun, berbeda halnya dengan orang yang mengalami dehidrasi akibat kurang minum air putih.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dalam penelitian di Inggris pada tahun 2015 lalu, satu dari setiap lima pasien yang kekurangan cairan akan merasa sangat mengantuk. Namun, rasa kantuk ini tidak sesederhana bisa hilang dengan tidur sejenak. Tubuh akan terasa lelah dan kurang bertenaga.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Bau mulut<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ketika\u00a0mulut kering\u00a0karena kurang minum air putih, maka bakteri di rongga mulut yang seharusnya berada pada jumlah normal, akan berkembang biak secara berlebihan. Akibatnya, timbul bau mulut atau yang dalam bahasa medis disebut sebagai\u00a0halitosis.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ketika Anda kembali memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih, maka saliva alias air liur akan kembali terbentuk sehingga bisa membersihkan bakteri penyebab bau mulut.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Konstipasi<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tak hanya kurang serat,\u00a0konstipasi\u00a0juga bisa terjadi akibat kurang minum air putih. Tanpa adanya cukup cairan dalam sistem pencernaan, usus besar akan menyerap air dari feses. Akibatnya, feses menjadi lebih padat dan sulit keluar.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Kulit kering<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Akibat kurang minum air putih bagi wajah adalah menyebabkan kulit kering. Bahkan,\u00a0pelembap termahal sekalipun belum tentu bisa mengatasi masalah kulit kering apabila pemicunya akibat kurang minum air putih.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berbeda dengan kondisi kulit orang dengan tipe kulit kering, mereka yang mengalami kulit kering akibat kurang cairan akan cenderung merasakan gatal dan rentan iritasi.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>7. Sulit berkonsentrasi<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sering lupa apa yang akan dilakukan atau kurang selaras antara apa yang diucapkan dan dipikirkan? Ini bisa jadi\u00a0efek kurang minum air putih.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebuah studi yang melibatkan responden perempuan muda memperlihatkan bahwa, mereka yang mengalami dehidrasi ringan lebih\u00a0sulit berkonsentrasi, bahkan untuk tugas-tugas sederhana. Tak hanya itu, mereka juga kesulitan menjaga rentang fokus untuk jangka waktu singkat sekalipun.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>8. Batu ginjal dan infeksi saluran kencing<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Akibat kurang minum air putih yang tak bisa disepelekan salah satunya adalah\u00a0batu ginjal\u00a0serta\u00a0infeksi saluran kencing\u00a0(ISK).<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Saat kekurangan cairan, tubuh suit untuk membuang bakteri melalui saluran kencing. Akibatnya, bakteri akan menumpuk dan memicu infeksi. Kurang minum air putih juga\u00a0 akan menyebabkan mineral pembentuk batu ginjal sulit keluar dari tubuh, sehingga menyebabkannya mengendap di ginjal.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>9. Sakit pinggang<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Efek kurang minum air putih yang jarang diketahui salah satunya adalah\u00a0sakit pinggang. Ini terjadi karena saat kekurangan cairan, tubuh tidak memiliki cukup air untuk mengembalikan kelenturan bantalan tulang belakang, sehingga bisa menyebabkan nyeri.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bantalan tulang akan menipis dan tidak lagi mampu meredam guncangan. Dalam jangka panjang, ruas tulang akan menipis dan menjepit saraf di bawahnya. Tekanan pada saraf inilah yang kemudian menyebabkan rasa sakit pada area pinggang.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>10. Jantung berdebar tidak teratur\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jantung berdebar tidak teratur alias\u00a0palpitasi jantung\u00a0juga bisa menjadi\u00a0efek kurang minum air putih atau dehidrasi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dehidrasi dapat merusak fungsi jantung dengan berbagai cara, termasuk memengaruhi fungsi pembuluh darah dan mengubah regulasi tekanan darah.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>11. Tekanan darah rendah\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, kurangnya cairan tubuh atau dehidrasi bisa merusak fungsi pembuluh dan pengaturan tekanan darah. Ini menyebabkan volume darah menjadi rendah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Volume darah yang rendah membuat tubuh mengatasinya dengan cara meningkatkan denyut nadi dan laju pernapasan, serta menurunkan tekanan darah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kondisi ini biasanya terjadi pada dehidrasi yang parah hingga berisiko menimbulkan syok, bahkan kematian.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>12. Kram otot dan nyeri sendi\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kram otot dan nyeri sendi juga termasuk salah satu akibat kurang minum air putih.\u00a0Perlu Anda ketahui bahwa air juga berperan penting bagi otot dan persendian.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kurangnya cairan dalam tubuh bisa menyebabkan massa otot berkurang, peradangan, bahkan nyeri. Persendian juga membutuhkan cairan yang cukup untuk mengantisipasi gerakan tiba-tiba sehingga tidak terjadi syok atau cedera.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akibat kurang minum air putih tak hanya menyebabkan dehidrasi, tapi juga berbagai gangguan kesehatan lain seperti konstipasi hingga diabetes. Sakit kepala, lemas, hingga urine berwarna gelap menjadi salah satu tanda tubuh kekurangan cairan.Akibat kurang minum air putih tidak bisa disepelekan. &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2775","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2775","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2775"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2775\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2777,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2775\/revisions\/2777"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2775"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2775"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2775"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}