{"id":2788,"date":"2022-10-13T10:27:12","date_gmt":"2022-10-13T03:27:12","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2788"},"modified":"2022-10-18T10:44:00","modified_gmt":"2022-10-18T03:44:00","slug":"biblioterapi-terapi-psikologi-lewat-membaca-literatur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/10\/13\/biblioterapi-terapi-psikologi-lewat-membaca-literatur\/","title":{"rendered":"Biblioterapi, Terapi Psikologi Lewat Membaca Literatur"},"content":{"rendered":"<p class=\"chakra-text css-1db47vj\" style=\"text-align: justify;\">Biblioterapi adalah terapi psikologi dengan menggunakan buku atau bacaan sebagai jembatan. Dari sini, klien diharapkan terbantu memahami apa yang dirasakan. Literatur yang dipilih dapat memberikan informasi, dukungan, serta panduan dengan cara membaca buku dan cerita.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Biblioterapi adalah terapi psikologi dengan menggunakan buku atau bacaan sebagai jembatan. Dari sini, klien diharapkan terbantu memahami apa yang dirasakan. Literatur yang dipilih dapat memberikan informasi, dukungan, serta panduan dengan cara membaca buku dan cerita.<\/p>\n<div class=\"css-1chqh44\">\n<div class=\"css-ldo4d5\">\n<div id=\"biblioterapi-terapi-psikologi-lewat-membaca-literatur-gpt-ad-middleleaderboard\" class=\"css-4aach6\" data-google-query-id=\"CJ7xkrPr6PoCFUloaAodbfQCdA\">\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Istilah ini pertama kali digagas oleh seorang penulis bernama Samuel Crothers pada tahun 1916. Meski demikian, penggunaan buku sebagai media untuk mengubah perilaku serta mengurangi rasa tidak nyaman sudah digunakan sejak abad pertengahan.<\/p>\n<h2 id=\"mengenal-konsep-bibilioterapi\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Mengenal konsep biblioterapi<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dalam metode bibilioterapi, proses membaca membantu proses penyembuhan. Tak hanya itu, ini adalah strategi untuk mencapai tujuan dari sebuah terapi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Hal yang paling membedakan cara ini dari metode lain seperti\u00a0terapi perilaku kognitif\u00a0adalah pendekatannya bersifat terapeutik. Artinya, ini adalah tambahan dari seluruh proses penanganan klien.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Oleh sebab itu, wajar jika biblioterapi bisa digunakan oleh orang dari berbagai lapisan usia mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang berusia lanjut. Bahkan, metode ini bisa jadi efektif tak hanya untuk individu saja tetapi juga kelompok.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ketika digunakan untuk terapi sebuah kelompok, biblioterapi memberikan ruang bagi partisipan untuk saling memberi dan menerima masukan. Tema diskusi adalah interpretasi dari literatur serta bagaimana bacaan itu berkaitan dengan masalah yang dihadapi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Cara ini dapat memperbaiki komunikasi serta membangun percakapan lebih dalam. Dengan demikian, koneksi antara setiap partisipan bisa terbangun.<\/p>\n<h2 id=\"bagaimana-biblioterapi-dilakukan\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Bagaimana biblioterapi dilakukan?<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Terapis akan menggunakan biblioterapi sebagai salah satu pendekatan dalam sesi konseling yang dilakukan. Metode ini bersifat interaksi tiga arah antara sebuah buku, konselor, dan klien.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Untuk tahap awal, konselor dan klien akan memetakan apa masalah dan pemicu stres yang paling dominan. Kemudian, konselor akan memberikan \u201cresep\u201d berupa sebuah buku atau bacaan untuk klien.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sangatlah krusial memastikan literatur yang dipilih berkaitan dengan kesulitan klien. Ketika membaca, klien dapat menemukan siapa sosok protagonis dalam novel atau bacaan mereka.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Setelah buku tuntas dibaca, konselor dan klien akan kembali menjalani sesi membicarakan bagaimana tokoh protagonis mengatasi masalahnya. Barulah dari situ dibahas kemungkinan menerapkannya pada situasi klien.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebagian besar terapis yang memiliki sertifikasi di bidang biblioterapi telah memiliki daftar buku yang sesuai untuk isu-isu tertentu. Selain itu, juga ada situs dan\u00a0<em>database\u00a0<\/em>yang bisa memberikan rekomendasi secara\u00a0<em>online.\u00a0<\/em>Di dalamnya terdapat judul-judul buku yang sesuai dengan\u00a0macam-macam masalah psikologis.<\/p>\n<h2 id=\"manfaat-biblioterapi\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Manfaat biblioterapi<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Memberikan waktu bagi klien untuk membaca sebuah literatur di luar waktu konseling akan membantu menuangkan\u00a0rasa empati, mengenali diri sendiri, hingga membangun sudut pandang lain.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Beberapa manfaat lain dari terapi dengan menggunakan buku ini adalah:<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Mengenali masalah yang dihadapi<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bagi mereka yang tengah kalut, terkadang tidak mudah mengenali apa yang sedang dirasakan. Semuanya terasa bagai benang kusut. Membaca buku lewat biblioterapi akan memberikan sudut pandang baru terhadap masalah pribadi yang tengah dihadapi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tak hanya itu, membaca literatur juga membantu menemukan cara menyelesaikan masalah, memahami diri sendiri, serta mengenal apa yang dirasakan.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Terapis semakin mengenal klien<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ketika baru bertemu untuk pertama kalinya, belum tentu terapis atau konselor bisa langsung memahami apa yang dihadapi kliennya. Memberikan rekomendasi sebuah bacaan dapat membantu memperdalam pemahaman satu sama lain. Ini akan menjadi titik awal untuk menerapkan metode-metode penanganan berikutnya.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Melihat cara orang lain<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Membaca buku juga memberikan gambaran bagaimana orang lain menyelesaikan masalah serupa yang dihadapinya. Karakter dalam buku atau bacaan biasanya berada dalam situasi yang serupa seperti klien.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ketika klien mampu melihat dari sudut pandang karakter dalam buku, akan terbangun koneksi secara emosi. Barulah kemudian bisa diketahui bagaimana cara orang lain menyelesaikan sebuah masalah. Tak hanya itu, ini akan memberikan perasaan bahwa bukan hanya dia sendiri yang menghadapi kesulitan.<\/p>\n<h2 id=\"jenis-masalah-yang-bisa-diatasi-lewat-biblioterapi\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Jenis masalah yang bisa diatasi lewat biblioterapi<\/strong><\/h2>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Kecemasan berlebih<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Depresi<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Kecanduan zat tertentu<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Gangguan makan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Masalah dalam sebuah hubungan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Kekhawatiran tentang eksistensi<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tak hanya itu, isu-isu yang melibatkan hubungan dengan orang lain seperti cara agar tidak mudah marah dan tidak menjadi sosok pemalu juga dapat diatasi lewat biblioterapi.Masalah terkait dengan\u00a0cara menghadapi kesedihan<strong>,\u00a0<\/strong>penolakan, atau masalah lain seperti rasisme juga bisa terfasilitasi lewat metode ini. Jenis biblioterapi bisa melalui buku fiksi, nonfiksi, puisi, cerita pendek, bacaan tentang\u00a0<em>self-help,\u00a0<\/em>dan banyak lagi.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Biblioterapi adalah terapi psikologi dengan menggunakan buku atau bacaan sebagai jembatan. Dari sini, klien diharapkan terbantu memahami apa yang dirasakan. Literatur yang dipilih dapat memberikan informasi, dukungan, serta panduan dengan cara membaca buku dan cerita. Biblioterapi adalah terapi psikologi dengan &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2788","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2788","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2788"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2788\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2790,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2788\/revisions\/2790"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2788"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2788"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2788"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}