{"id":2791,"date":"2022-10-12T10:45:36","date_gmt":"2022-10-12T03:45:36","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2791"},"modified":"2022-10-18T10:48:02","modified_gmt":"2022-10-18T03:48:02","slug":"mengenal-kriteria-hipertensi-dan-penyebabnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/10\/12\/mengenal-kriteria-hipertensi-dan-penyebabnya\/","title":{"rendered":"Mengenal Kriteria Hipertensi dan Penyebabnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Kriteria hipertensi yang menentukan apakah seseorang mengidap tekanan darah tinggi atau tidak bisa diketahui melalui pemeriksaan tekanan darah.Diam-diam tetapi mematikan adalah penggambaran yang tepat untuk penyakit hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu kondisi medis yang terkadang tidak menimbulkan gejala dan akhirnya baru diketahui jika sudah terjadi penyakit jantung atau\u00a0<em>stroke<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika demikian adanya, maka apa yang kriteria hipertensi? Bagaimana cara mendeteksi hipertensi sebelum menjadi lebih parah? Tahan pertanyaan-pertanyaan Anda karena semuanya akan terjawab dengan membaca artikel ini.<\/p>\n<h2 id=\"apa-kriteria-hipertensi\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Apa kriteria hipertensi?<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bagaimana seseorang bisa dianggap memiliki\u00a0penyakit hipertensi? Jawabannya adalah dengan melihat hasil pengukuran tekanan darahnya. Umumnya, pemeriksaan tekanan darah dilakukan di dokter, tetapi Anda juga bisa membeli sendiri alat pengukur tekanan darah di apotek.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Secara garis besar, hasil tekanan darah akan memperlihatkan dua angka. Angka yang pertama menujukkan tekanan darah saat jantung berdetak atau sistolik dan angka yang kedua memperlihatkan tekanan darah yang muncul di antara detak jantung atau diastolik.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kedua angka inilah yang akan menentukan apakah seseorang mengidap darah tinggi atau tidak. Angka tekanan darah normal biasanya berkisar di bawah 120\/80 mm Hg dan penderita hipertensi memiliki tekanan darah di atas standar tersebut.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Terdapat berbagai jenis kriteria hipertensi, tergantung dari hasil tekanan darah yang dimiliki, yaitu:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Prehipertensi<\/strong>, tekanan darah naik bila tidak segera diatasi akan menjadi makin parah. Tekanan darah naik ditandai dengan tekanan darah sistolik yang berkisar dari 120 sampai 139 mm Hg dan tekanan darah diastolik 80-89 mm Hg.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Hipertensi tahapan 1<\/strong>, penderita hipertensi tahapan 1 akan memiliki tekanan darah sistolik yang berkisar dari 140 sampai 159 mm Hg atau tekanan diastolik 90-99 mm Hg.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Hipertensi tahapan 2<\/strong>, penderita hipertensi tahapan 2 akan memiliki tekanan darah sistolik yang berada di \u2265160 mm Hg atau lebih, atau memiliki tekanan darah diastolik di 100 mm Hg atau lebih.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 id=\"jenis-jenis-hipertensi-lainnya\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Jenis-jenis hipertensi lainnya<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya kriteria hipertensi yang beragam, terdapat juga jenis-jenis hipertensi yang bisa dialami dengan penyebab ataupun bentuk yang berbeda. Di antaranya adalah:<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Hipertensi primer<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Hipertensi primer umumnya tidak diketahui penyebabnya dan berkembang menjadi makin parah dari tahun ke tahun. Meskipun tidak diketahui pemicunya, hipertensi primer memenuhi kriteria hipertensi berdasarkan hasil pemeriksaan tekanan darah.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Hipertensi sekunder<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berbeda dengan hipertensi primer, hipertensi sekunder disebabkan oleh kondisi medis lainnya. Biasanya hipertensi sekunder muncul secara tiba-tiba dan lebih parah dari hipertensi primer.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Seseorang bisa mengalami hipertensi sekunder karena kondisi medis, seperti masalah tiroid, gangguan ginjal, penggunaan narkotika, tumor di kelenjar adrenal,\u00a0<em>obstructive sleep apnea<\/em>, masalah di pembuluh darah, dan konsumsi obat-obatan tertentu yang memicu hipertensi.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong><em>3. Malignant hypertension<\/em><\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\"><em>Malignant hypertension\u00a0<\/em>merupakan kondisi saat tekanan darah naik secara cepat dan mengakibatkan kerusakan pada organ tubuh. Penderita\u00a0<em>malignant hypertension\u00a0<\/em>biasanya memiliki tekanan darah di atas 180\/120 mm Hg.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kondisi ini harus segera ditangani dan masuk ke dalam kategori keadaan gawat darurat. Biasanya, darah tinggi jenis ini dikarenakan lupa mengonsumsi obat tekanan darah tinggi.<\/p>\n<h2 id=\"apa-gejala-dari-hipertensi\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Apa gejala dari hipertensi?<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Hipertensi memang umumnya tidak menimbulkan gejala dan baru diketahui setelah pemeriksaan tekanan darah atau ketika tekanan darah tinggi sudah menimbulkan masalah lainnya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Biasanya, penderita darah tinggi bisa mengalami sesak napas, mimisan, atau sakit kepala. Oleh karenanya, tanda-tanda dari tekanan darah tinggi jarang terdeteksi. Anda perlu menjalani pemeriksaan tekanan darah setidaknya dua tahun sekali saat sudah berusia 18 tahun.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ketika Anda berusia lebih dari 40 tahun atau memiliki risiko tinggi terkena tekanan darah tinggi, maka Anda perlu memeriksa tekanan darah setiap hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kriteria hipertensi yang menentukan apakah seseorang mengidap tekanan darah tinggi atau tidak bisa diketahui melalui pemeriksaan tekanan darah.Diam-diam tetapi mematikan adalah penggambaran yang tepat untuk penyakit hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu kondisi medis yang terkadang tidak menimbulkan gejala dan akhirnya &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2791","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2791","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2791"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2791\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2792,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2791\/revisions\/2792"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2791"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2791"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2791"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}