{"id":2824,"date":"2022-11-16T09:58:20","date_gmt":"2022-11-16T02:58:20","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2824"},"modified":"2022-11-18T10:02:04","modified_gmt":"2022-11-18T03:02:04","slug":"mengenal-biji-rami-dan-manfaatnya-untuk-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/11\/16\/mengenal-biji-rami-dan-manfaatnya-untuk-kesehatan\/","title":{"rendered":"Mengenal Biji Rami dan Manfaatnya untuk Kesehatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Biji rami memang mungkin masih terdengar asing di telinga Anda. Namun, biji-bijian yang satu ini juga kaya akan nutrisi yang baik bagi tubuh. Di samping itu, ada beragam manfaat biji rami untuk kesehatan. Apa saja, ya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Biji rami atau\u00a0<em>flaxseed\u00a0<\/em>mungkin masih terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia. Biji rami adalah salah satu jenis biji-bijian utuh yang kerap diolah menjadi bubuk, minyak, tepung, dan suplemen.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tak kalah dengan biji-bijian lainnya, biji rami juga mengandung banyak nutrisi yang baik bagi kesehatan tubuh. Bahkan ada segudang manfaat biji rami yang sayang untuk Anda lewatkan. Apa saja, ya?<\/p>\n<h2 id=\"kandungan-nutrisi-biji-rami\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Kandungan nutrisi biji rami<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Biji rami memiliki nama ilmiah\u00a0<em>Linum usitatissimum<\/em>\u00a0yang berarti \u201cyang paling berguna.\u201d Sebab sejak zaman dahulu, biji rami telah dipercaya memberi banyak manfaat untuk kesehatan. Bahkan biji tersebut telah berperan dalam pengobatan Ayurveda selama ribuan tahun.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Terdapat dua jenis biji rami, yaitu berwarna coklat dan yang berwarna emas. Namun, keduanya sama-sama bergizi karena mengandung berbagai nutrisi. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, 1 sdm biji rami memiliki berat sekitar 7 gram. Sementara dalam 1 sdm biji rami tersebut mengandung nutrisi, sebagai berikut:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">37,4 kalori<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">1,28 gram\u00a0protein<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">2,95 gram lemak<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">2,02 gram karbohidrat<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">1,91 gram\u00a0serat<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">17,8 mg kalsium<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">27,4 mg magnesium<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">44,9 mg fosfor<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">56,9 mg\u00a0potassium<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">6,09 mcg folat<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">45,6 mcg lutein dan zeaxanthin<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">1,597 mg asam lemak omega-3<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">8% dari nilai harian vitamin B1<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">2% dari nilai harian\u00a0vitamin B6<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">2% dari nilai harian zat besi<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sama dengan sumber nabati lainnya, biji rami kaya akan\u00a0antioksidan. Biji ini juga merupakan sumber lignan (senyawa tanaman) yang baik. Bahkan biji rami juga menyediakan triptofan, lisin, tirosin, dan valin yang baik bagi kesehatan tubuh.<\/p>\n<h2 id=\"manfaat-biji-rami-untuk-kesehatan\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Manfaat biji rami untuk kesehatan<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Di samping banyaknya nutrisi yang terkandung di dalamnya, biji rami juga termasuk ke dalam \u201cmakanan super\u201d. Sebab banyak penelitian ilmiah yang menunjukkan manfaatnya untuk kesehatan. Adapun manfaat biji rami untuk kesehatan, antara lain:<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Kaya akan omega-3<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Biji rami kaya akan\u00a0asam lemak omega-3\u00a0berbasis tanaman yang disebut asam alfa-linoleat (ALA). ALA adalah salah satu dari dua asam lemak esensial yang harus Anda dapatkan dari makanan yang dikonsumsi karena tubuh tidak memproduksinya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Penelitian pada hewan menunjukkan jika ALA dalam biji rami dapat mencegah kolesterol yang mengendap di pembuluh darah jantung, mengurangi peradangan di arteri, dan mengurangi pertumbuhan tumor. Selain itu, sebuah tinjauan besar terhadap 27 studi yang melibatkan 250 ribu orang juga menunjukkan bahwa ALA dikaitkan dengan 14% lebih rendah terhadap risiko penyakit jantung.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Menurunkan kolesterol<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Biji rami dapat membantu\u00a0menurunkan kolesterol. Serat dalam biji rami akan mengikat garam empedu yang kemudian dikeluarkan oleh tubuh. Untuk mengisinya kembali, maka kolesterol pun ditarik dari darah ke hati. Proses inilah yang membuat kadar kolesterol dalam darah menurun.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dalam satu penelitian pada penderita kolesterol tinggi yang mengonsumsi 3 sdm bubuk biji rami setiap hari selama 3 bulan menunjukkan terjadinya penurunan kolesterol total sebesar 17% dan kolesterol jahat (LDL) sekitar hampir 20%.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Mengurangi risiko kanker<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Biji rami mengandung lignan 800 kali lebih banyak dari sumber nabati lainnya. Lignan merupakan senyawa tanaman bersifat antioksidan yang dapat membantu menurunkan risiko kanker dan meningkatkan kesehatan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Suatu studi menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi biji rami memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara, terutama pada wanita pascamenopause. Sementara, dalam sebuah penelitian kecil yang melibatkan 15 pria yang diberi 30 gram biji rami per hari dengan mengikuti diet rendah lemak menunjukkan risiko kanker prostat yang lebih rendah. Akan tetapi, masih dibutuhkan lebih banyak penelitian mengenai potensi ini.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Kaya akan serat<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Biji rami mengandung dua jenis serat makanan, baik yang larut maupun yang tidak larut. Dua serat ini difermentasi oleh bakteri yang ada di usus besar untuk memperlancar pencernaan sehingga buang air besar menjadi lebih teratur. Selain itu, serat juga dapat membantu mengatasi berbagai masalah pencernaan, seperti halnya sembelit. Namun, serat ini hanya terkandung dalam biji rami utuh, sementara minyak biji rami tidak mengandung serat.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Menurunkan tekanan darah<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Biji rami juga dipercaya memiliki kemampuan alami untuk\u00a0menurunkan tekanan darah. Sebuah penelitian di Kanada menemukan bahwa mengonsumsi 30 gram biji rami setiap hari selama 6 bulan dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik sebesar 10 mmHg dan 7 mmHg.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, menurut tinjauan besar dari 11 studi menemukan jika mengonsumsi biji rami setiap hari selama lebih dari 3 bulan dapat menurunkan tekanan darah sebesar 2 mmHg. Ini dapat membantu Anda menurunkan risiko kematian akibat\u00a0<em>stroke<\/em>\u00a0dan penyakit jantung.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Mengontrol gula darah<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Beberapa penelitian menemukan bahwa penderita diabetes tipe-2 yang menambahkan 10-20 gram bubuk biji rami dalam makanannya sehari-hari selama satu bulan mengalami penurunan kadar gula darah sebesar 8-20%. Efek penurunan gula darah ini terjadi karena serat tidak larut yang terkandung di dalamnya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Menurut penelitian, serat tidak larut dapat memperlambat pelepasan gula ke dalam darah dan mengurangi gula darah. Hal ini membuat biji rami menjadi tambahan makanan yang bermanfaat dan bergizi bagi penderita diabetes.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>7. Membantu menurunkan berat badan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Satu studi menemukan bahwa menambahkan 2,5 gram ekstrak biji rami bubuk ke dalam makanan dapat mengurangi perasaan lapar dan\u00a0nafsu makan\u00a0secara keseluruhan. Rasa lapar yang berkurang terjadi karena kandungan serat larut dalam biji rami. Serat tersebut dapat memberi perasaan kenyang dan memengaruhi hormon yang mengendalikan nafsu makan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pastikanlah mengonsumsi biji rami yang sudah ditumbuk karena biji rami utuh sulit diserap dengan baik oleh usus. Selain itu, hindari mengonsumsi biji rami yang mentah karena dapat mengandung senyawa beracun. Jadi, masaklah biji rami bersama makanan lain untuk menghilangkan racunnya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Anda dapat menambahkannya ke dalam kue atau biskuit sebelum dipanggang, smoothie, sereal, salad atau yogurt. Akan tetapi, jangan menggunakannya terlalu banyak karena bisa memberi rasa pahit.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Biji rami memang mungkin masih terdengar asing di telinga Anda. Namun, biji-bijian yang satu ini juga kaya akan nutrisi yang baik bagi tubuh. Di samping itu, ada beragam manfaat biji rami untuk kesehatan. Apa saja, ya? Biji rami atau\u00a0flaxseed\u00a0mungkin masih &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2824","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2824","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2824"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2824\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2825,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2824\/revisions\/2825"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2824"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2824"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2824"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}