{"id":2828,"date":"2022-11-14T10:07:40","date_gmt":"2022-11-14T03:07:40","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2828"},"modified":"2023-01-03T11:22:59","modified_gmt":"2023-01-03T04:22:59","slug":"manfaat-mengunyah-permen-karet-yang-ternyata-menyehatkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/11\/14\/manfaat-mengunyah-permen-karet-yang-ternyata-menyehatkan\/","title":{"rendered":"Manfaat Mengunyah Permen Karet yang Ternyata Menyehatkan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Manfaat mengunyah permen karet bisa membuat Anda lebih nyaman dan rileks. Permen karet pun bisa bantu menurunkan berat badan dan melancarkan pencernaan.Sejak ribuan tahun lalu, masyarakat dunia telah mengunyah permen karet. Pada awalnya, permen karet terbuat dari getah pohon, seperti cemara atau\u00a0<em>Manilkara chicle<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun kini, permen karet sudah banyak mengalami perubahan. Apakah benar, manfaat makan permen karet dapat membantu kesehatan fisik dan mental? Berikut penjelasannya.<\/p>\n<h2 id=\"manfaat-mengunyah-permen-karet-bagi-kesehatan\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Manfaat mengunyah permen karet bagi kesehatan<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Permen karet adalah makanan yang terasa lembut dan kenyal. Akan tetapi, hanya dirancang untuk mengunyahnya saja, bukan menelannya. Berikut adalah beberapa manfaat makan permen karet.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Meredakan stres<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dalam sebuah\u00a0studi\u00a0menemukan bahwa ada hubungan dari mengunyah permen karet dengan mengurangi stres serta meningkatkan kewaspadaan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Penelitian yang dilakukan pada mahasiswa, mengunyah permen karet selama 2 minggu, bermanfaat untuk membantu menurunkan perasaan\u00a0stres.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kemungkinan, hal ini bisa terjadi karena saat mengunyah, hormon kortisol pun menurun.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Membantu meningkatkan ingatan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Beberapa\u00a0studi\u00a0menunjukkan, mengunyah permen karet saat mengerjakan sesuatu, bisa meningkatkan sebagian aspek pada otak Anda. Sebagai contoh, ingatan, kemampuan dalam pemahaman dan pengambilan keputusan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Penelitian dilakukan pada responden yang mengunyah permen karet saat menjalani ujian. Ini menunjukkan hasil 24% lebih baik ujian memori jangka pendek dan 36% dalam tes memori jangka panjang.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Para peneliti memiliki teori bahwa mengunyah permen karet bisa meningkatkan aliran darah ke otak. Itulah sebabnya, kemampuan otak dalam meningkatkan ingatan, jadi lebih baik.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Menurunkan berat badan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Manfaat lainnya permen karet bagi kesehatan adalah membantu Anda mengurangi asupan kalori yang masuk ke dalam perut. Ini karena permen karet juga bisa menjadi \u201csinyal\u201d, bahwa Anda tidak perlu makan lagi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Untuk itu, permen karet dapat menekan rasa lapar dan membantu mengurangi asupan makanan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebuah\u00a0studi\u00a0menunjukkan, responden yang mengunyah permen karet, bisa mengurangi asupan kalorinya sampai 67%, saat makan siang.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Melancarkan buang air besar<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Penelitian menunjukkan, makan permen karet punya manfaat untuk merangsang gerakan usus. Caranya dengan meningkatkan produksi cairan di lambung, tanpa harus mengonsumsi makanan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Hasilnya, buang air besar pun jadi lancar dan mencegah\u00a0sembelit. Hal ini juga berlaku untuk membantu melancarkan buang air besar pada ibu yang baru menjalani operasi Caesar.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Setelah\u00a0operasi Caesar, pergerakan usus masih dipengaruhi obat bius. Oleh karena itu, mengunyah permen karet bisa membantu meningkatkan kontraksi usus<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Menjaga kesehatan gigi<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Mengunyah permen karet tanpa gula, bisa memproteksi gigi dari masalah\u00a0gigi berlubang. Namun, manfaat permen karet ini hanya bisa dirasakan, jika permen karet, tidak mengandung gula.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebab, kandungan gula bisa memicu perkembangan bakteri jahat pada gigi. Oleh karena itu, Anda bisa memilih permen karet bebas gula agar kesehatan gigi tetap terjaga.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Menghilangkan bau mulut<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Studi menemukan, permen karet yang mengandung xylitol (gula alkohol) yang membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kandungan ini mencegah perkembangan bakteri penyebab kerusakan gigi serta\u00a0bau mulut.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bahkan, sekitar 75% bakteri dalam mulut Anda diklaim bisa hilang. Selain itu, mengunyah permen karet setelah makan juga bisa meningkatkan produksi air liur, sehingga sisa makanan berkurang.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>7. Menghilangkan sakit pada telinga<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pernahkah Anda merasa jengkel dengan\u00a0sakit telinga\u00a0yang muncul saat naik pesawat? Tenang saja, Anda bisa menghilangkannya dengan mengunyah permen karet.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Mengunyah permen karet membuat terjadinya pergerakan rahang dan produksi saliva. Ini bermanfaat untuk meredakan sakit pada telinga efek tekanan udara dari pesawat.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>8. Menetralkan asam lambung<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Manfaat permen karet untuk asam lambung\u00a0 ternyata bisa membantu menetralkan asam di dalamnya. Refluks asam terjadi ketika asam lambung tersumbat di kerongkongan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ini bisa menimbulkan sensasi terbakar dan asam yang ingin Anda muntahkan. Menurut penelitian di\u00a0<em>Journal of Dental Research<\/em>, makan permen karet membuat air liur lebih basa, sehingga Anda semakin sering menelannya. Ini bisa menetralkan asam dan mengurangi peradangan pada kerongkongan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manfaat mengunyah permen karet bisa membuat Anda lebih nyaman dan rileks. Permen karet pun bisa bantu menurunkan berat badan dan melancarkan pencernaan.Sejak ribuan tahun lalu, masyarakat dunia telah mengunyah permen karet. Pada awalnya, permen karet terbuat dari getah pohon, seperti &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2828","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2828","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2828"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2828\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2929,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2828\/revisions\/2929"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2828"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2828"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2828"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}