{"id":2846,"date":"2022-11-03T10:47:35","date_gmt":"2022-11-03T03:47:35","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2846"},"modified":"2022-11-18T10:50:01","modified_gmt":"2022-11-18T03:50:01","slug":"mengenal-berbagai-penyebab-pembuluh-darah-pecah-dan-cara-mencegahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/11\/03\/mengenal-berbagai-penyebab-pembuluh-darah-pecah-dan-cara-mencegahnya\/","title":{"rendered":"Mengenal Berbagai Penyebab Pembuluh Darah Pecah dan Cara Mencegahnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Pembuluh darah pecah dapat terjadi karena banyak faktor. Beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebabnya antara lain vaskulitis, aterosklerosis, hingga hipertensi.Pecah pembuluh darah merupakan suatu kondisi yang bisa mengakibatkan gawat darurat bahkan mengancam nyawa seseorang. Pecahnya pembuluh darah berakibat pada terjadinya pendarahan, di mana darah keluar dari sistem sirkulasi dan menyebar pada jaringan atau ruang di sekitarnya. Perdarahan ini bisa terjadi pada bagian dalam atau bagian luar tubuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada saat perdarahan terjadi tepat di bawah kulit, maka rembesan darah akan terlihat pada permukaan kulit (memar). Pembuluh darah pecah bisa terjadi pada bagian tubuh mana saja yang dialiri darah, termasuk yang paling membahayakan adalah pecahnya pembuluh darah jantung (arteri koroner) atau pembuluh darah otak (stroke).<\/p>\n<h2 id=\"penyebab-pembuluh-darah-pecah\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Penyebab pembuluh darah pecah<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pecahnya\u00a0pembuluh darah\u00a0bisa disebabkan oleh banyak faktor, tetapi utamanya disebabkan karena adanya cedera. Selain itu, virus dan bakteri juga bisa menyebabkan terjadinya peradangan hingga pecahnya pembuluh darah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kondisi kesehatan pembuluh darah sangat menentukan seberapa tinggi daya tahan pembuluh darah di dalam tubuh. Adanya kelainan pembuluh darah ditambah dengan kondisi tubuh mengidap penyakit berisiko tinggi, akan meningkatkan risiko pecah pembuluh darah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berikut ini adalah kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan pembuluh darah pecah:<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Vaskulitis<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Vaskulitis\u00a0merupakan peradangan yang terjadi pada pembuluh darah sehingga pembuluh darah mengalami perubahan. Kondisi perubahan pembuluh darah yang terjadi akibat vaskulitis adalah:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Pelemahan dinding pembuluh darah hingga terjadi pembesaran (aneurisma).<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Penebalan dinding pembuluh darah hingga menyebabkan penyempitan jalan darah.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Penipisan dinding pembuluh darah hingga akhirnya pembuluh darah menjadi sangat rentan untuk pecah.<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Penyebab tepat terjadinya vaskulitis tidak bisa dipastikan, akan tetapi sistem kekebalan tubuh memiliki peran penting terkait hal ini. Sering kali, vaskulitis disebabkan oleh alergi yang menyebabkan reaksi pada dinding pembuluh darah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Vaskulitis bahaya atau tidak? Vaskulitis yang tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan kerusakan organ dalam.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Aterosklerosis<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Aterosklerosis adalah pengerasan pembuluh darah arteri yang disebabkan oleh penumpukan plak pada pembuluh darah sehingga jalan darah jadi menyempit bahkan tertutup.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Penumpukan plak di dalam pembuluh darah dapat disebabkan oleh\u00a0tingginya kandungan kolesterol\u00a0dan lemak darah. Saat plak terus mengendap, maka pembuluh darah akan menjadi rapuh dan berisiko lebih besar mengalami kerusakan bahkan pecah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Plak dalam darah tidak terjadi dalam waktu singkat, melainkan melalui proses yang cukup lama. Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah semakin rentan mengalami penyumbatan.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Hipertensi<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tekanan darah yang tinggi\u00a0pada dinding pembuluh darah dapat menyebabkan kondisi dinding pembuluh darah menjadi rusak sehingga membuatnya menjadi kaku dan mengalami penyempitan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Seiring waktu, tekanan darah tinggi yang terus menerus juga akan menyebabkan pembuluh darah melemah dan kemudian menonjol (aneurisma). Aneurisma dapat pecah sewaktu-waktu dan menyebabkan pendarahan dalam yang berakibat fatal.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Faktor risiko alias faktor yang membuat seseorang lebih berisiko terkena hipertensi adalah kebiasaan merokok, memiliki anggota keluarga yang menderita penyakit pembuluh darah, kondisi diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, serta kurangnya olahraga.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Perdarahan subkonjungtiva<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dilansir dari laman\u00a0Mayo Clinic, penyebab perdarahan subkonjungtiva tidak selalu diketahui. Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan pembuluh darah kecil pecah di mata Anda:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Batuk hebat<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Bersin yang kuat<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Saring<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Muntah<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dalam beberapa kasus, perdarahan subkonjungtiva dapat terjadi akibat cedera mata, termasuk saat Anda menggosok mata dengan kasar, ataupun trauma setelah benda asing melukai mata Anda.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Petechiae dan purpura<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pendarahan pada kulit umumnya terjadi karena cedera, reaksi alergi, infeksi darah, gangguan autoimun, kelahiran, memar, efek samping pengobatan, efek samping kemoterap, efek samping radiasi dan proses penuaan.<\/p>\n<h2 id=\"apakah-bisa-sembuh-jika-ada-pembuluh-darah-yang-pecah\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Apakah bisa sembuh jika ada pembuluh darah yang pecah?<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kebanyakan pasien dapat bertahan hidup setelah mengalami perdarahan otak akibat pembuluh darah yang pecah. Sayangnya, peluang tersebut akan menurun jika perdarahan yang terjadi diawal terlalu parah atau tidak segera ditangani sejak munculnya gejala.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jangka waktu pemulihan yang dibutuhkan oleh pasien bisa\u00a0 hingga berbulan-bulan. Sebagian pasien yang sembuh dari pembuluh darah yang pecah di otak umumnya akan mengalami masalah sensorik, sakit kepala,\u00a0kejang, susah tidur, hingga masalah ingatan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Oleh karena itu, mereka yang sembuh dari kondisi ini tetap membutuhkan terapi tambahan lainnya seperti fisioterapi dan terapi bicara.<\/p>\n<h2 id=\"cara-mencegah-pembuluh-darah-pecah\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Cara mencegah pembuluh darah\u00a0<\/strong><strong>pecah<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Untuk mencegah pembuluh darah pecah, harus diawali dengan menjaga kesehatan tubuh dan pembuluh darah serta menurunkan risikonya. Pembuluh darah yang sehat adalah pembuluh darah yang bersih, kuat, dan elastis. Beberapa hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan pembuluh darah adalah sebagai berikut.<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Berhenti merokok. Rokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang dapat menjadi sumber banyak penyakit. Salah satunya adalah menyebabkan penumpukan plak pada pembuluh darah.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Konsumsi\u00a0makanan rendah lemak\u00a0dan rendah kolesterol yang dapat menyehatkan jantung serta menjaga elastisitas pembuluh darah.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Aktif bergerak (berolahraga) untuk meningkatkan sirkulasi darah serta menambah produksi darah sehat.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Jaga berat badan ideal\u00a0untuk meringankan kerja jantung.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembuluh darah pecah dapat terjadi karena banyak faktor. Beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebabnya antara lain vaskulitis, aterosklerosis, hingga hipertensi.Pecah pembuluh darah merupakan suatu kondisi yang bisa mengakibatkan gawat darurat bahkan mengancam nyawa seseorang. Pecahnya pembuluh darah berakibat pada terjadinya &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2846","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2846","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2846"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2846\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2847,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2846\/revisions\/2847"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2846"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2846"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2846"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}