{"id":2853,"date":"2022-11-19T07:57:36","date_gmt":"2022-11-19T00:57:36","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2853"},"modified":"2022-11-18T11:00:41","modified_gmt":"2022-11-18T04:00:41","slug":"tips-cara-meningkatkan-daya-ingat-secara-alami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/11\/19\/tips-cara-meningkatkan-daya-ingat-secara-alami\/","title":{"rendered":"Tips Cara Meningkatkan Daya Ingat Secara Alami"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Daya ingat dapat menurun seiring bertambahnya usia. Sebagai solusinya, terdapat sejumlah cara meningkatkan daya ingat secara alami yang bisa dilakukan, seperti rajin berolahraga, bersosialisasi secara rutin, kurangi asupan gula, hingga menjaga berat badan ideal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sering lupa di mana Anda menaruh kunci mobil? Atau, tidak bisa mengingat apa yang harus dibeli saat belanja di pasar? Anda tidak sendirian. Setiap orang tentunya pernah lupa akan sesuatu. Untuk mengatasinya, berikut sejumlah cara meningkatkan daya ingat secara alami yang bisa Anda lakukan.<\/p>\n<h2 id=\"cara-meningkatkan-daya-ingat-dan-konsentrasi-secara-alami\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Cara meningkatkan daya ingat dan konsentrasi secara alami<\/strong><\/h2>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Rajin berolahraga<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Salah satu cara meningkatkan daya ingat dan konsentrasi adalah\u00a0rajin berolahraga.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kegiatan ini dapat memperlancar aliran darah ke otak dan membuat daya ingat Anda tetap terjaga.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Orang dewasa yang sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit tertentu dianjurkan untuk berolahraga dengan intensitas sedang, seperti\u00a0jalan cepat, setidaknya selama 150 menit dalam seminggu.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Di samping itu, Anda bisa melakukan olahraga berintensitas tinggi, seperti\u00a0joging, selama 75 menit dalam seminggu.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Apabila Anda tidak punya banyak waktu untuk melakukan aktivitas fisik, cobalah menyisakan waktu sekitar 10 menit setiap hari untuk berjalan kaki.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Bersosialisasi secara rutin<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bersosialisasi secara rutin adalah cara memperkuat daya ingat yang bisa dilakukan setiap hari, baik di lingkungan rumah ataupun tempat kerja.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Alasannya, kegiatan ini dapat mencegah\u00a0depresi\u00a0dan\u00a0stres, yang merupakan pemicu pikun atau pelupa.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Oleh sebab itu, cari kesempatan untuk berkumpul dan menghabiskan waktu dengan orang-orang terkasih, teman, atau anggota keluarga.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Terapkan pola tidur yang baik<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tahukah Anda kalau pola tidur yang baik adalah salah satu kunci untuk menjaga daya ingat?<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tidur yang cukup dapat membantu Anda mengingat hal-hal yang Anda temui atau pelajari sepanjang hari.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bagi orang dewasa, cobalah untuk mencukupi\u00a0kebutuhan tidur\u00a0selama 7-9 jam setiap malam. Sementara itu, anak remaja (13-18 tahun) dianjurkan untuk tidur setidaknya selama 8-10 jam setiap harinya.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Menjaga berat badan ideal<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Menjaga berat badan ideal juga termasuk cara meningkatkan kinerja otak,\u00a0<em>lho<\/em>.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pasalnya, sejumlah studi telah membuktikan bahwa obesitas (berat badan berlebih) adalah salah satu faktor risiko dari penurunan fungsi kognitif.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan sebuah penelitian dari\u00a0<em>The Journal of Neuroscience<\/em>, obesitas dapat menyebabkan perubahan pada gen terkait memori di otak dan bisa berdampak buruk terhadap daya ingat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, obesitas juga berpotensi memicu resistensi insulin dan peradangan. Lagi-lagi, keduanya dapat berdampak negatif pada otak.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Bermeditasi<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Menurut sebuah penelitian dari jurnal\u00a0<em>Hindawi<\/em>,\u00a0meditasi\u00a0dapat dimanfaatkan sebagai cara melatih daya ingat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dalam penelitian tersebut, beberapa ahli menemukan bahwa meditasi dapat meningkatkan fungsi otak, mengurangi penanda degenerasi otak, dan mengasah daya ingat ataupun ingatan jangka panjang.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Masih dari riset yang sama, bermeditasi juga dianggap dapat meningkatkan plastisitas otak sehingga menjaganya agar tetap sehat.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Mengurangi asupan gula<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dua studi yang masing-masing dimuat dalam jurnal\u00a0<em>Behavioural Brain Research<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>The Journal of the Alzheimer&#8217;s Association<\/em>\u00a0mengungkapkan, pola makan tinggi gula bisa berdampak buruk pada daya ingat dan mengurangi volume otak, terutama di area yang menyimpan ingatan jangka pendek.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Partisipan yang lebih banyak mengonsumsi minuman manis, seperti soda, memiliki total volume otak yang lebih rendah dan daya ingat buruk secara rata-rata, jika dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi lebih sedikit gula.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>7. Hindari pola makan tinggi kalori<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain mengurangi asupan gula, Anda juga disarankan untuk menghindari pola makan tinggi kalori sebagai cara menambah daya ingat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Menurut riset dari jurnal\u00a0<em>Behavioural Brain Research<\/em>, pola makan tinggi kalori bisa merusak daya ingat dan memicu obesitas.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Hal ini kemungkinan diakibatkan pola makan tinggi kalori yang memicu peradangan di beberapa bagian otak tertentu.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, cara meningkatkan konsentrasi dan daya ingat ini juga dapat menghindari Anda dari berat badan berlebih.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Daya ingat dapat menurun seiring bertambahnya usia. Sebagai solusinya, terdapat sejumlah cara meningkatkan daya ingat secara alami yang bisa dilakukan, seperti rajin berolahraga, bersosialisasi secara rutin, kurangi asupan gula, hingga menjaga berat badan ideal. Sering lupa di mana Anda menaruh &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2853","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2853","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2853"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2853\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2854,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2853\/revisions\/2854"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2853"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2853"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2853"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}