{"id":2869,"date":"2022-12-05T14:39:28","date_gmt":"2022-12-05T07:39:28","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2869"},"modified":"2022-12-09T14:43:01","modified_gmt":"2022-12-09T07:43:01","slug":"tips-mengatur-pola-makan-sehat-berdasarkan-usia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/12\/05\/tips-mengatur-pola-makan-sehat-berdasarkan-usia\/","title":{"rendered":"Tips Mengatur Pola Makan Sehat Berdasarkan Usia"},"content":{"rendered":"<p>Kebutuhan nutrisi setiap orang berbeda-beda. Mengatur pola makan sehat berdasarkan usia penting dilakukan agar Anda tidak rentan terserang penyakit. Pahami nutrisi apa saja yang dibutuhkan oleh tubuh Anda.Setiap orang tentu menginginkan tubuh yang sehat dan kuat. Akan tetapi, banyak orang yang tak memerhatikan asupan yang ia makan.<\/p>\n<p>Padahal makanan bisa sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Itulah mengapa mengatur pola makan sehat penting untuk dilakukan.\u00a0\u00a0Dalam mengatur\u00a0pola makan\u00a0yang baik, faktor usia juga harus menjadi pertimbangan.<\/p>\n<h2 id=\"apa-yang-dimaksud-dengan-pola-makan-sehat\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\"><strong>Apa yang dimaksud dengan pola makan sehat?<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Pola makan sehat adalah prinsip mengatur pola makan yang aman, bergizi, beragam dan berimbang. Makanan yang dikonsumsi haruslah aman dan tidak mengandung zat-zat berbahaya yang meracuni tubuh.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Pola makan yang baik juga harus bergizi, beragam, dan berimbang. Bergizi artinya makanan tersebut mengandung nutrisi yang diperlukan tubuh, termasuk protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Sementara beragam dapat diartikan makanan yang dikonsumsi berasal dari sumber yang beragam, mulai dari produk hewani seperti daging ayam hingga ikan, dan produk nabati seperti sayur dan buah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Pola makan sehat juga haruslah berimbang. Artinya, Anda haruslah memerhatikan porsi makanan yang dimakan, sehingga indikasi kecukupan gizinya terjaga.<\/p>\n<h2 id=\"cara-menjaga-pola-makan-sehat-berdasarkan-usia\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\"><strong>Cara menjaga pola makan sehat berdasarkan usia<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Perlu Anda ketahui bahwa kebutuhan nutrisi berubah seiring bertambahnya usia sehingga diperlukan penyesuaian pola makan secara teratur. Berikut mengatur pola makan berdasarkan tingkat usia yang bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari:<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>1. Usia 20 tahunan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Pada usia 20-an, tantangannya adalah untuk mempertahankan diet sehat dengan perubahan\u00a0gaya hidup\u00a0yang signifikan mengalami peningkatan. Bagi wanita, pertumbuhan telah berhenti di usia ini namun massa tulang terus bertambah hingga usia 30 tahun.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Guna mendukung perkembangan tulang yang sehat, berikut pola makan yang sebaiknya Anda terapkan:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mengonsumsi tiga makanan yang kaya kalsium per hari, misalnya susu atau produk susu rendah lemak<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mendapat asupan\u00a0vitamin D\u00a0yang cukup<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Membatasi kafein tidak lebih dari 2-3 cangkir per hari<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mengurangi atau menghilangkan kebiasaan minum alkohol dan merokok<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Sementara bagi pria, meningkatkan massa otot dan performa fisik menjadi prioritas pada usia ini. Tak heran, jika Anda juga mungkin\u00a0mengonsumsi suplemen\u00a0nutrisi yang kaya protein. Akan tetapi, meski berfokus pada protein jangan lupa untuk mengonsumsi buah dan sayur.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>2. Usia 30 tahunan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Di usia 30-an, entah bekerja di kantor maupun bekerja di rumah terkadang memberi efek stres yang dapat mendorong perubahan nafsu makan dari biasanya. Anda dapat menjadi lebih rakus atau tidak selera untuk makan. Pola makan tak sehat ini tentu bisa berdampak buruk pada tubuh.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Cobalah untuk menerapkan aturan piring\u00a0gizi seimbang\u00a0setiap hari. Kurangi asupan lemak dan garam karena bisa memicu hipertensi dan kolesterol. Konsumsi makanan kaya zat besi, kalsium, dan serat namun pastikan tidak berlebihan. Selain itu, tetap aktif secara fisik dan beristirahat dengan cukup.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>3. Usia 40 tahunan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Pada usia 40-an, Anda harus melanjutkan kebiasaan sehat dan mengonsumsi makanan padat gizi. Ini dilakukan untuk mempertahankan kinerja otak dan tubuh, mempertahankan berat badan yang sehat, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi penuaan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Oleh sebab itu, Anda sebaiknya meningkatkan asupan padat gizi, seperti biji-bijian, kacang-kacangan, polong-polongan, minyak sehat, dan protein tanpa lemak.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Selain itu, perbanyaklah mengonsumsi sayur dan buah yang kaya\u00a0antioksidan. Guna menjaga tubuh tetap sehat, konsumsilah makanan yang tinggi:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Betakaroten, seperti wortel, sayuran berdaun hijau gelap, ubi, labu, dan blewah<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Lutein dan zeaxanthin, seperti bayam, kangkung, sawi, dan sayuran dandelion<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Likopen, seperti tomat, semangka, jambu biji, dan jeruk bali<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Vitamin E, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, kerang, dan ikan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Vitamin C, seperti paprika, brokoli, kubis, kiwi, jeruk, stroberi, dan nanas<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Tak hanya itu, kurangi konsumsi asupan tak sehat, seperti karbohidrat olahan, garam, daging merah, dan alkohol.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>4. Usia 50 tahunan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Pada usia 50-an, perubahan hormon dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang tak diinginkan, hilangnya kepadatan tulang, serta perubahan pada pencernaan dan metabolisme.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Mengonsumsi lebih banyak makanan\u00a0nabati\u00a0pun diperlukan karena mampu melawan peningkatan risiko penyakit kronis.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Selain itu, penting pula untuk mengonsumsi 20-30 mg protein yang baik untuk kesehatan tulang dan otot. Ini didapat dari kacang-kacangan, biji-bijian, telur, ikan, unggas, dan produk susu rendah lemak.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Anda juga memerlukan asupan serat larut yang dapat membantu mengurangi kolesterol jahat, mengendalikan gula darah, dan meningkatkan bakteri baik di usus.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Jenis makanan yang termasuk serat larut, antara lain buah ara, jeruk, edamame, ubi jalar, gandum, hazelnut, kacang hitam, dan biji bunga matahari.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Magnesium\u00a0juga merupakan nutrisi yang penting untuk membantu mengatur tekanan darah, mempertahankan tulang yang kuat, dan melindungi terhadap resistensi insulin.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Anda bisa mendapatkan nutrisi tersebut dari biji labu, bayam, dan lobak.\u00a0Kalium yang terkandung dalam sayuran berdaun hijau pun diperlukan untuk mengurangi tekanan darah tinggi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Sementara, asupan kalsium sangat baik untuk kesehatan tulang pada usia ini. Anda dapat mengonsumsi asupan tinggi kalsium, seperti susu yang difortifikasi, yogurt, keju, kefir, lobak, bok choy, tempe, dan tahu.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>5. Usia 60 tahunan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Dikutip dari\u00a0Better Health, pada usia 60-an, sistem kekebalan tubuh menjadi lebih lemah sehingga Anda rentan sakit. Selain itu, tubuh pun membutuhkan waktu yang lama untuk menyembuhkan infeksi dan peradangan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Anda pun lebih mungkin terkena berbagai penyakit kronis, seperti diabetes tipe-2, penyakit jantung, kanker, penyakit Alzheimer, arthritis rheumatoid, dan penyakit ginjal kronis.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Dengan meningkatnya risiko tersebut, tentu Anda harus berfokus untuk mengurangi peradangan salah satunya melalui pola makan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Cobalah untuk mengikuti pola makan nabati atau\u00a0diet Mediterania, serta kurangi makanan olahan dan daging. Tingkatkan pula asupan omega-3 yang dapat membantu menekan inflamasi dalam tubuh.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Pastikan untuk mengganti lemak jenuh dan lemak trans menggunakan lemak sehat seperti minyak zaitun, kenari, biji labu, dan alpukat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Di samping itu, pilihlah makanan dengan indeks glikemik rendah misalnya roti gandum, quinoa, dan polong-polongan untuk membantu mengendalikan nafsu makan dan gula darah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kebutuhan nutrisi setiap orang berbeda-beda. Mengatur pola makan sehat berdasarkan usia penting dilakukan agar Anda tidak rentan terserang penyakit. Pahami nutrisi apa saja yang dibutuhkan oleh tubuh Anda.Setiap orang tentu menginginkan tubuh yang sehat dan kuat. Akan tetapi, banyak orang &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2869","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2869","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2869"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2869\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2870,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2869\/revisions\/2870"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2869"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2869"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2869"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}