{"id":2890,"date":"2022-12-12T09:26:58","date_gmt":"2022-12-12T02:26:58","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2890"},"modified":"2022-12-21T09:30:55","modified_gmt":"2022-12-21T02:30:55","slug":"apa-itu-emosikenali-macam-emosi-manusia-dan-fungsinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/12\/12\/apa-itu-emosikenali-macam-emosi-manusia-dan-fungsinya\/","title":{"rendered":"Apa itu emosi?Kenali Macam Emosi Manusia dan Fungsinya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Macam-macam emosi manusia adalah bahagia, sedih, takut, jijik, marah, dan terkejut. Berbagai emosi ini dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan tingkah laku seseorang.Emosi adalah hal yang kompleks karena ini berkaitan dengan kepribadian,\u00a0<em>mood<\/em>, karakter, dan motivasi seseorang. Ada pula macam-macam emosi manusia untuk merespons berbagai situasi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Emosi juga mempengaruhi bagaimana pikiran, perasaan, dan tingkah laku Anda dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Untuk memahaminya dengan lebih dalam, berikut adalah penjelasan yang bisa Anda simak.<\/p>\n<h2 id=\"apa-itu-emosi\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Apa itu emosi?<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pengertian emosi adalah reaksi yang dialami manusia sebagai respons terhadap peristiwa atau situasi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jenis emosi yang dialami seseorang ditentukan oleh keadaan yang memicu emosi tersebut. Misalnya, Anda merasa gembira saat mendapatkan kabar baik atau merasa takut ketika terancam.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Emosi juga diartikan sebagai perubahan dalam perilaku dan\u00a0psikologis\u00a0seseorang sebagai respons terhadap beberapa jenis rangsangan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Rangsangan ini dapat bersifat eksternal, yaitu peristiwa atau interaksi; maupun bersifat internal, seperti pikiran atau sensasi fisik.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Emosi\u00a0melibatkan tiga komponen berbeda, yaitu pengalaman subjektif, respons fisiologis, dan respons perilaku atau ekspresif. Berbagai hal ini memiliki pengaruh yang kuat terhadap kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<h2 class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Bagaimana cara kerja emosi?<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Cara kerja emosi adalah hal yang tidak kalah penting untuk dipahami.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Di dalam otak, terdapat sistem limbik yang memproses pengalaman emosional. Otak juga memiliki\u00a0<em>filter<\/em>\u00a0emosional tertentu yang disebut amigdala.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Amigdala dirancang untuk menyimpan memori sensorik dari pengalaman kita sebelumnya, dan menggunakan informasi tersebut untuk menentukan bagaimana perasaan kita tentang pengalaman saat ini.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Amigdala kemudian mengirimkan informasi yang sesuai ke bagian otak lainnya, yang menghasilkan pelepasan\u00a0<em>neurotransmitter<\/em>\u00a0dan hormon tertentu berdasarkan interpretasi peristiwa tersebut.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Misalnya, jika amigdala memproses suatu peristiwa sebagai hal yang menarik atau menyenangkan, akan terjadi pelepasan dopamin, serotonin, endorfin, dan lainnya yang mempengaruhi reaksi tubuh terhadap peristiwa ini.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, apabila amigdala merasakan sesuatu yang menakutkan, menjengkelkan, atau mengkhawatirkan, akan terjadi pelepasan epinefrin, norepinefrin, adrenalin, dan kortisol yang bertanggung jawab atas respons\u00a0<em>fight-or-flight<\/em>\u00a0(lawan atau lari) yang menjaga kita tetap aman.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dengan begitu, emosi adalah hasil dari bagaimana otak memproses suatu peristiwa, serta\u00a0<em>neurotransmitter<\/em>\u00a0dan hormon apa yang dilepaskan ke dalam tubuh sebagai respons terhadap interpretasi ini.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Baik jenis emosi positif maupun\u00a0emosi negatif, keduanya dapat mempengaruhi tubuh dalam beberapa cara yang berbeda, seperti gelisah, tegang otot, sakit kepala, atau sakit perut.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Emosi juga bisa menyebabkan Anda bereaksi dengan menangis atau perlu melepaskan energi untuk mengurangi stres.<\/p>\n<h2 id=\"macam-macam-emosi\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Macam-macam emosi<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Salah seorang ahli psikolog ternama Amerika Serikat, Paul Ekman, menyebutkan ada enam macam emosi dasar manusia sebagai berikut.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Emosi bahagia<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bahagia bisa diartikan sebagai kondisi emosional yang ditandai dengan perasaan senang, ceria, gembira, kepuasan, dan sejahtera. Ini adalah hasil dari\u00a0<em>neurotransmitter<\/em>, termasuk serotonin dan dopamin.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Serotonin bertanggung jawab atas perasaan puas dan kenikmatan dalam tubuh, sedangkan dopamin menghasilkan ataupun meningkatkan perasaan senang.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Endorfin\u00a0dan oksitosin juga merupakan hormon kebahagiaan yang menghasilkan perasaan tenang, puas, dan gembira dalam tubuh.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Emosi bahagia pada manusia bisa ditunjukkan dengan cara-cara berikut ini.<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Ekspresi wajah yang tersenyum<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Bahasa tubuh dengan sikap yang santai<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Nada suara yang ceria dan menyenangkan.<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kebahagiaan dapat berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebaliknya, orang yang sulit menemukan emosi bahagia dinilai mudah untuk\u00a0stres dan depresi, yang bisa berujung pada imunitas yang rendah.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Emosi sedih<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kesedihan dapat didefinisikan sebagai kondisi emosional yang ditandai dengan perasaan tidak bersemangat, tidak tertarik dalam mengerjakan hal apa pun,\u00a0<em>mood<\/em>\u00a0yang murung, kekecewaan, hingga perasaan berduka.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Emosi ini bisa terjadi akibat rendahnya kadar\u00a0<em>neurotransmitter<\/em>\u00a0dopamin dan serotonin.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dalam waktu yang lama, hal tersebut bisa menyebabkan depresi, kelelahan, kurang berenergi, sulit berkonsentrasi, hingga perubahan pada nafsu makan dan tidur.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Emosi\u00a0sedih\u00a0dapat diekspresikan dalam beberapa cara berikut ini.<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Suasana hati yang murung<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Diri yang cenderung diam<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Lesu<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Usaha untuk menarik diri dari orang lain<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Menangis.<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kesedihan termasuk macam-macam emosi yang wajar dirasakan manusia. Hanya saja, sebagian orang bisa merasakan kesedihan secara berkepanjangan.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Emosi takut<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Saat merasakan adanya indikasi bahaya, emosi takut umumnya muncul dan terjadilah respons yang disebut melawan atau lari.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Takut\u00a0merupakan emosi yang kuat dan berperan penting untuk bertahan hidup. Respons melawan atau lari ini juga membantu kita mempersiapkan diri untuk melawan ancaman yang terjadi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Emosi takut dapat ditunjukkan dengan cara-cara berikut ini.<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Ekspresi wajah yang khas, seperti melebarkan mata dan menarik dagu ke bawah<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mencoba bersembunyi dari ancaman<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Reaksi fisik, seperti pernapasan dan detak jantung menjadi cepat.<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Emosi ini juga dapat menyebabkan dampak lain pada tubuh, seperti ketegangan otot, mulut kering, energi berlebih pada tubuh, dan lainnya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Rasa takut bisa berkaitan erat dengan kecemasan. Misalnya, orang yang mengidap gangguan\u00a0kecemasan sosial\u00a0merasakan takut dalam menghadapi situasi sosial.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Emosi jijik<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Macam-macam emosi lain yang diutarakan Paul Ekman adalah emosi jijik.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Perasaan ini dapat bersumber dari banyak hal, termasuk rasa, pemandangan, atau bau yang tidak menyenangkan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Seseorang juga dapat mengalami kejijikan moral saat melihat individu lain berperilaku yang mereka anggap tidak menyenangkan, tidak bermoral, atau jahat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jijik dapat ditunjukkan dalam beberapa cara berikut ini.<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Berpaling dari objek jijik<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Reaksi fisik, seperti mual atau muntah<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Ekspresi wajah, seperti kerutan hidung dan bibir atas.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Emosi marah<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Marah juga termasuk emosi yang sering kita tunjukkan. Seperti emosi takut, marah juga menjadi emosi yang bisa berkaitan dengan respons\u00a0<em>fight or flight<\/em>.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Emosi marah bisa ditunjukkan dengan cara-cara berikut ini.<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Ekspresi wajah, termasuk mengerutkan kening atau melotot<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Bahasa tubuh, seperti mengambil sikap yang kuat atau berpaling dari seseorang<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Nada suara, seperti berbicara kasar atau berteriak<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Respons fisiologis, seperti berkeringat atau memerah<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Perilaku agresif, seperti memukul, menendang, atau melempar benda<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Marah\u00a0bisa memberikan efek positif dan negatif. Sisi positifnya, misalnya, menjadi langkah untuk memperbaiki hubungan karena Anda mampu mengekspresikan kebutuhan terhadap pasangan, keluarga, dan teman dekat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Namun, jika marah diekspresikan berlebihan, emosi negatif ini bisa berubah menjadi kekerasan terhadap orang lain.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Marah yang tidak dikendalikan juga dapat memicu masalah psikologis dan berbahaya untuk tubuh. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk bisa mengontrol jenis emosi ini.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Emosi terkejut<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Terakhir, ada emosi terkejut. Seseorang menunjukkan emosi ini saat menghadapi momen atau hal yang tidak disangka.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Contoh emosi terkejut sering ditandai dengan karakteristik berikut ini.<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Ekspresi wajah, seperti mengangkat alis, melebarkan mata, dan membuka mulut<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Respons fisik, seperti melompat<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Reaksi verbal, seperti berteriak, menjerit, atau megap-megap<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Emosi terkejut bisa bersifat positif atau negatif, bergantung pada apa yang menyebabkan kejutan tersebut.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kejutann yang menyenangkan bisa menimbulkan kebahagiaan. Jika yang terjadi sebaliknya, hal tersebut dapat menyebabkan respons trauma, seperti kecemasan, depresi, ketakutan, dan ketegangan otot.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Orang yang terkejut juga mungkin bisa mengalami kenaikan hormon adrenalin untuk memutuskan apakah ia perlu melawan atau melarikan diri.<\/p>\n<h2 id=\"fungsi-emosi\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Fungsi emosi<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Emosi memainkan peran penting dalam cara manusia mengarungi kehidupannya. Berikut adalah beberapa\u00a0fungsi emosi.<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Memotivasi untuk bertindak<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Membantu menghindari bahaya<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Membantu dalam membuat keputusan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Membuat orang lain memahami Anda dengan lebih baik<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Memungkinkan Anda memahami orang lain.<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Itulah macam-macam emosi yang dapat Anda kenali. Pastikan Anda dapat mengendalikan emosi dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Macam-macam emosi manusia adalah bahagia, sedih, takut, jijik, marah, dan terkejut. Berbagai emosi ini dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan tingkah laku seseorang.Emosi adalah hal yang kompleks karena ini berkaitan dengan kepribadian,\u00a0mood, karakter, dan motivasi seseorang. Ada pula macam-macam emosi manusia &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2890","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2890","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2890"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2890\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2892,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2890\/revisions\/2892"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2890"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2890"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2890"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}