{"id":2893,"date":"2022-12-13T09:32:39","date_gmt":"2022-12-13T02:32:39","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2893"},"modified":"2022-12-21T09:36:06","modified_gmt":"2022-12-21T02:36:06","slug":"apa-itu-toxic-people-kenali-ciri-ciri-toxic-people","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/12\/13\/apa-itu-toxic-people-kenali-ciri-ciri-toxic-people\/","title":{"rendered":"Apa itu toxic people? Kenali Ciri-ciri Toxic People"},"content":{"rendered":"<h2 id=\"apa-itu-toxic-people\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\"><strong>Apa itu\u00a0<\/strong><strong><em>toxic people<\/em><\/strong><strong>?<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\"><em>Toxic people<\/em>\u00a0merujuk pada perilaku seseorang yang toksik atau hubungan yang toksik. Dalam hidup, kita semua pasti pernah mengenal orang-orang negatif ini. Mungkin Anda bahkan berteman dengan mereka, atau mereka mungkin anggota keluarga Anda sendiri.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Biasanya,\u00a0<em>toxic people<\/em>\u00a0selalu mengeluh setiap saat. Mereka juga sering merasa paling benar dan mudah menyalahkan orang lain atas permasalahan yang terjadi. Mereka akan terus-menerus menciptakan drama atau konflik seolah-olah tak kenal kata damai.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Berhadapan dengan\u00a0<em>toxic people\u00a0<\/em>akan mengisap habis energi Anda. Bukannya menikmati hubungan yang sehat, Anda malah harus terus membantu dan menghibur mereka.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Setelah mendapatkan dukungan, \u2018orang beracun\u2019 akan kembali mengusik Anda dengan perilaku dan obrolan negatif yang membuat hati pegal.<\/p>\n<h2 id=\"ciri-ciri-toxic-people-yang-patut-diwaspadai\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\"><strong>Ciri-ciri\u00a0<\/strong><strong><em>toxic people\u00a0<\/em><\/strong><strong>yang patut diwaspadai<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\"><em>Ciri-ciri toxic people yang bisa terlihat adalah penuh drama dan selalu mencari perhatian. Mereka juga tidak konsisten dan sangat senang memanipulasi orang lain.Kita semua pasti pernah bertemu, atau bahkan dekat dengan\u00a0toxic people.\u00a0Mereka akan menusuk Anda dengan racunnya, serta membuat Anda merasa tidak berharga dan lelah secara emosional.\u00a0<\/em><\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\"><em>Daripada terus terpuruk, Anda perlu mengenal ciri-ciri dari \u2018orang beracun\u2019 dan cara untuk menghadapi mereka dengan jitu.Toxic<\/em>\u00a0people umumnya menunjukkan pola perilaku yang hampir serupa satu sama lain.\u00a0Berikut ini ciri-ciri\u00a0<em>toxic people<\/em>\u00a0yang patut Anda waspadai:<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>1. Tidak konsisten<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Orang yang\u00a0<em>toxic<\/em>\u00a0seringkali menunjukkan sikap dan perilaku yang tidak konsisten. Selain itu, mereka juga kerap tak menepati janji atau komitmen yang telah dibuat sebelumnya.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>2. Selalu mencari perhatian\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\"><em>Toxic people<\/em>\u00a0selalu mencari perhatian orang lain. Sebagai contoh, orang dengan kepribadian tersebut mungkin akan terus menerus menelepon, mengirim pesan, atau datang ke rumah Anda untuk mencari dukungan emosional. Namun, mereka seringkali tidak melakukan hal serupa ketika Anda membutuhkannya,<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>3.\u00a0 Penuh drama<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Orang dengan kepribadian ini kerap mendramatisir situasi. Mereka suka memantik emosi orang lain untuk menciptakan konflik. Hal tersebut dilakukan untuk melihat apa yang nantinya akan terjadi. Contohnya, orang yang\u00a0<em>toxic<\/em>\u00a0bisa saja mengetes seberapa sayangnya pasangan mereka dengan membuatnya cemburu.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>4. Tidak tahu batasan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Setiap manusia mempunyai batasan seberapa dalam orang lain bisa masuk atau ikut campur dalam urusan pribadinya.\u00a0<em>Toxic people<\/em>\u00a0tidak bisa menahan diri untuk melewati batasan tersebut meskipun Anda sudah memintanya berkali-kali.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>5. Senang memanipulasi orang<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\"><em>Toxic people\u00a0<\/em>tidak akan segan untuk memanipulasi orang maupun keadaan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Dalam meraih tujuannya, orang dengan kepribadian ini sering mengabaikan perasaan orang lain.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>6. Suka merendahkan orang lain<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Orang yang beracun akan senang saat tahu kekurangan orang lain. Lalu, mereka akan membongkar kekurangan ini untuk merendahkan orang tersebut di hadapan banyak orang. Tidak jarang juga mereka akan membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain yang ingin direndahkan tersebut. Hal ini dilakukan untuk membuat orang lain percaya bahwa dia yang lebih baik.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>7. Sulit meminta maaf<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Kata maaf tidak ada dalam kamus\u00a0<em>toxic<\/em>\u00a0<em>people<\/em>. Pasalnya, meminta maaf hanya akan merendahkan mereka di hadapan orang lain. Jika mereka salah, orang\u00a0<em>toxic<\/em>\u00a0hanya akan mencari kesalahan orang lain juga untuk menutupi kesalahan yang dia lakukan. Malahan, tidak jarang orang lain yang malah kena getahnya saat orang\u00a0<em>toxic<\/em>\u00a0melakukan kesalahan.<\/p>\n<h2 id=\"bagaimana-cara-mengenali-toxic-people\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\"><strong>Bagaimana cara mengenali\u00a0<\/strong><strong><em>toxic people<\/em><\/strong><strong>?<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\"><em>Toxic people<\/em>\u00a0bisa diibaratkan sebagai maling dari energi positif. Mudah sekali untuk mengetahui apakah seseorang termasuk toksik atau tidak untuk Anda.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Anda bisa mengenali mereka dengan menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Setiap kali Anda berbincang-bincang dengan mereka, apakah Anda merasa lelah, takut, marah, dan pesimis?<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Apakah setelah mengobrol, Anda merasa tidak berdaya?<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Apakah mereka sering mengeluh?<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Apakah mereka selalu membesar-besarkan masalah kecil hingga memicu konflik?<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Apakah mereka kerap mencari-cari kesalahan dalam diri Anda?<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Jika terdapat satu atau lebih jawaban yang benar, bisa dipastikan orang tersebut \u2018beracun\u2019 untuk Anda.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Orang-orang yang memiliki\u00a0<a class=\"chakra-link css-1fvqfem\" href=\"https:\/\/www.sehatq.com\/artikel\/daftar-hobi-berikut-bisa-menjaga-Anda-dari-gangguan-mental\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">gangguan mental<\/a>, misalnya\u00a0<a class=\"chakra-link css-1fvqfem\" href=\"https:\/\/www.sehatq.com\/artikel\/9-perawatan-alami-untuk-meringankan-depresi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">depresi<\/a>, akan mudah terkena efek dari\u00a0<em>toxic people<\/em>. Pasalnya, penderita masalah kejiwaan sudah peka terhadap emosi negatif.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Mengelilingi diri dengan orang-orang toksik akan membuat pengidap gangguan mental merasa lebih lemah dan labil.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu\u00a0toxic people? Toxic people\u00a0merujuk pada perilaku seseorang yang toksik atau hubungan yang toksik. Dalam hidup, kita semua pasti pernah mengenal orang-orang negatif ini. Mungkin Anda bahkan berteman dengan mereka, atau mereka mungkin anggota keluarga Anda sendiri. Biasanya,\u00a0toxic people\u00a0selalu mengeluh &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2893","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2893","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2893"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2893\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2895,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2893\/revisions\/2895"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2893"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2893"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2893"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}